
Tepat pukul 02.30 dini hari Zahra bangun dari tidurnya. Seperti biasa Zahra mandi dan mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat Tahajud. Setelah Sholat Tahajud Zahra melaksakan sholat Istikharah.
"Yaa allah yang maha pengasih lagi maha penyayang...sesungguhnya engkaulah maha pemberi petunjuk,maka dari itu berikanlah hamba petunjuk yaa allah....hamba bingung harus memilih Azzam atau Zidan yaa allah...hamba sangat mencintai Zidan..luluhkanlah hati Zidan yaa allah...amin..amin...ya rabbal alamin.." Ucap Zahra berdo'a pada Allah SWT.
Tak terasa air mata Zahra jatuh begitu deras.Tapi disisi lain Zahra merasa jauh lebih baik dan tenang. Ia merasa sudah memiliki pilihan yang kukuh.
"Iyaa...aku tetap pilih Zidan walaupun dia bersikap dingin dan cuek. Aku harus bisa luluhin hatinya." Batin Zahra.
Kemudian Zahra memilih untuk membaca Al-qur'an. Setelah membaca al-qur'an Zahra turun ke dapur untuk membantu Anissa memasak.
"Pagi...bundaa..tante..." Sapa Zahra pada kedua orang yang sedang berada didapur.
"Pagii Zahra.." Balas Anissa dan Vera berbarengan.
"Gimana udah enakan?" Tanya Anissa pada Zahra.
"Udah bunda kemarin mama udah obatin Zahra." Jawab Zahra dengan senyuman manisnya.
"Zahra bantuin apa bunn...maa..?" Tanya Zahra bingung.
"Ngga usah nakk mama udah bantuin bunda kok." Tolak Vera.
"Ngga papa maa Zahra udah biasa bantuin bunda." Jawab Zahra.
"Ahh ini Zahra bantu kupas kentang yaaa.." Lanjut Zahra setelah melihat beberapa kentang yang belum terkupas.
Vera yang melihat kelincahan Zahra pun tersenyum. Ia sangat bangga pada Zahra. Setelah kurang lebih 1 jam lamanya mereka memasak didapur.
__ADS_1
Mereka pun selesai dan memutuskan pergi ke mussolah untuk menyusul para kaum lelaki dan melaksanakan sholat subuh.
Setelah itu mereka semua sarapan bersama di meja makan. Kemudian Zahra,Raffi,dan Raffa pamit untuk pergi ke tempat tujuan masing masing.
▪️▪️▪️
Di Sekolah Zahra.
"Assalamualaikum guyss..." Salam Zahra pada ketiga sahabatnya.
"Waalaikumsalam.." Jawab Tara,Salwa, dna Azzam kompak.
"Zahh dahi loo kenapa?" Tanya Salwa saat melihat dahi Zahra yang tertutup perban luka.
"Jatuh." Jawab Zahra singkat.
"Kemarin malem waktu mau pulang kerumah." Jawab Zahra.
"Hahh!? Lo kecelakaan Zahh? Bang Afi gimana? Kalian baik baik aja kan?" Tanya Tara berturut turut.
"Iyaa gue kecelakan. Gue baik baik aja kok. Semalem gue ngga dijemput bang Afi gue jalan." Jawab Zahra lesu.
"HAH!? kenapa ngga dijemput bang Afi? Kenapa ngga pakek taxi? kenapa jalan?" Tanya Salwa berturut turut seperti Tara.
Zahra pun menghela nafas lalu menceritakan mulai dari ponselnya mati sampai ketemu Zidan.
"Bre**sek banget tuhhh cowokkk... kesel gue." Cerocos Tara kesal.
__ADS_1
"Iyaa tega banget sama cewek." Imbuh Salwa tak kalah kesal.
Azzam yang mendengar cerita Zahra pun merasa sangat geram dengan Zidan ia langsung berdiri dan keluar kelas. Zahra,Tara,dan Salwa pun heran.Mereka mengikuti Azzam yang berjalan menuju kelas Zidan.
"Zammm loo mau ngapain!!!?" Tanya Zahra seraya menarik baju Azzam. Azzam tak menjawab pertanyaan Zahra.
Sesampainya di kelas Zidan. Azzam langsung masuk dan menuju bangku Zidan dengan emosi yang menbara.
#JanganDitiruYaaAdeganIni..
Bughh!!!! (Azzam meninju pipi kiri Zidan)
"Azzammmm!!!!!!" Teriak Zahra sambil melototkan matanya.
"Apa maksud loo!? Hah!?" Tanya Zidan seraya memegang kerah baju Azzam.
"Minta maaf sama Zahraa!!" Ucap Azzam seraya menunjuk Zahra.
Bersambung...
🔘
🔘
🔘
Makasihhh buat yang udah bacaa.Kalo ada salah kata maafin Author yaa.. jangan lupa like,komen,dan vote yaaa... dukung author biar bisa lebih semangat lagi UP
__ADS_1
nyaa...hehehe...makasihhh semuaa😀