
"Maksud bunda?" Tanya Zahra sambil menatap Anissa.
"Bunda dulu juga dihadang dengan dua pilihan." Jawab Anissa.
"Dulu ayah kamu ngelamar bunda. Tapi bunda ngga cinta sama ayah. Bunda bingung harus gimana cara nolaknya. Bunda ngga mau ayah skait hati. Tapi ayah berusaha buat dapetin hati bunda, akhirnya bunda luluh dengan usaha ayah." Cerita Anissa pada Zahra yang juga disimak oleh Raffi dan Raffa.
"Hmmmm...cerita bunda malah bikin Zahra makin bingung." Keluh Zahra.
"Sekarang bunda tanya kamu cintanya sama Zidan atau Azzam." Tanya Anissa.
"Zidan!" Jawab Zahra mantap.
"Tapi...kenapa yaa bunn Zidann selalu bersikap dingin sama Zahra?" Tanya Zahra berkecil hati.
"Nahh ituu tugas kamu...bikin Es itu cair dan luluh sama kamu." Jawab Anissa.
"Gimana caranya bundaa??" Tanya Zahra.
"Tikung dia di sepertiga malam! berdo'a sama Allah biar kamu berjodoh sama Zidan." Jawab Anissa.
"Iyaaa bener kata bundaa, ayah dulu tikung bunda disepertiga malam." Tambah Hasan mengejutkan Istri dan anak anaknya.
"Ayah!??" Panggil ketiga anaknya.
"Sejak kapan kamu pulang mas?" Tanya Anissa.
"Sejak tadi kalian ngobrol." Jawan Hasan Santai.
"Kok tumben ngga pencet bel dulu?" Tanya Anissa.
__ADS_1
"Udahh tadi tapi ternyata bel nya ngga bunyi terus aku coba buka pintu dan ternyata ngga dikunci ya udah aku masuk aja." Jawab Hasan.
"Ooo yaudah mas mandi dulu gihh!" Ujar Anissa.
"Iyaaa..." Jawab Hasan meninggalkan Mereka.
"Bunda ke kamar dulu yaa..." Pamit Anissa sambil menyusul suaminya.
"Dekk kamu udah bilang Tara kan?" Tanya Raffi pada Zahra.
"Abang ihhh masih sempet sempetnya tanya Tara." Protes Raffa.
"Biarin." Jawab Raffi ketus.
"Udah bang..Tara mau kok dia juga suka sama abang." Jawab Zahra lalu meninggalkan kedua kakaknya untuk kembali ke kamar.
"Tuhh kan bang Afi sihhh Zahra jadi pergi." Ujar Raffa kesal dan pergi begitu saja sama seperti Zahra.
Tiba tiba Raffa datang mengejutkan Zahra.
"Dorr..!!!" Raffa mengejutkan Zahra.
"Astagfirulah hal adzim....bang Afa....Ihhh abang kok jadi ginii..bhahahaha.." Ucap Zahra melihat Raffa dengan dandanan perumpuan.
"Ekeeh cantik kann..." Ujar Raffa mencolek dagu Zahra sambil menaik turunkan salah satu aslinya.
"Ihhhh apaan sihhh jijik...hahahha..." Ledek Zahra dengan iringan tawanya.
"Abang pakak punya bunda yaa..?" Tanya Zahra sambil menunjuk kerudung dan polesan make up yang dipakai Raffa.
__ADS_1
"Iyaaa abiss Bunda narohnya sembarangan sihh.." Jawab Raffa setengah meledek Anissa.
"Huaaaaaaaa.!!!" Ucap Raffa sambil mencekramkan tangannyan
"Ini macan apa bencong sihhhh???hahahaha" Tanya Zahra.
"Macan berbadan bencong. Huaaaa!!!" Jawab Raffa sambil mengelitiki perut Zahra.
"Aduhhh banggg geliii...hahahahhaha..." Ucap Zahra dengan tawa terbahak bahak.
Begitu pun dengan Raffa. Raffa senang melihat adik nya tertawa lepas ia sengaja berdandan seperti itu demi adik nya. Ia tak ingin melihat adik sedih.Itu lah Raffa laki laki yang memiliki keromantisan luar biasa pada orang yang dicintainya.
"Raffaaaaaaa!!!!!" Teriak Anissa seraya berkacak pinggang di depan pintu kamar Zahra yang terbuka.
"Ampun bunnnn!!!" Ucap Raffa sambil mengangkat kedua tangannya.
Anissa pun semakin geram. Ia menghampiri Raffa lalu menarik ujung kuping Raffa.
"Aahhhh aduhhh bunnn ampunn..." Ucap Raffa tapi tidak sama sekali ditanggapi oleh Anissa.
Zahra yang melihat kekonyolan Raffa dan Anissa pun semakin tertawa tebahak bahak.
Bersambung...
🔘
🔘
🔘
__ADS_1
Makasihhh buat yang udah bacaa.Kalo ada salah kata maafin Author yaa.. jangan lupa like,komen,dan vote yaaa... dukung author biar bisa lebih semangat lagi UP nyaa...hehehe...makasihhh semuaa😀