
"Lo itu kayak sama siapa ajah sihh Tar.. cerita cerita ajaaa." Jawab Zahra.
"Emmm sebenernyaa sihhh guee juga suka sama bang Afi. Dari awal gue nginep di rumah lu gue udah jatuh cinta sama abang lo. Gue berdo'a biar berjodoh sama bnag Afi. Dan tiba tiba lo bilang kayak gini gue seneng banget akhirnya do'a gue dijabah sama allah." Ujar Tara malu malu.
"Alhamdulilah kalo kayak gitu. Jadii nanti loo mau kan terima lamaran abang gue." Tanya Zahra. Dan hanya dijawab anggukan oleh Tara.
"Cieeeee yang mau jadi kakak ipar guee..." Goda Zahra.
"Apaaa sihhh Zahh..." Jawab Tara malu.
▪️▪️▪️
Dua minggu kemudian..
"Alhamdulilahh akhir nyaa selesai juga ujiannya." Ujar Zahra.
"Iyaaaa alhamdulilah yaaa..." Balas Salwa.
"Kira kira nilai gue berapa yaa?? Gue lulus ngga yaa??" Tanya Azzam.
"Nggak tau lah, yaa semoga aja kita semua lulus." Jawab Salwa.
"Iyaa amin..." Jawab Zahra,Tara,dan Azzam.
"Ehhh ke Cafe yukk." Ajak Azzam.
"Gaskeun..." Jawab Tara semangat.
Akhirnya mereka pun pergi ke Cafe yang biasa mereka kunjungi.
"Guys gue capek dehhh dicuekin mulu sama Zidan." Ucap Zahra tiba tiba.
__ADS_1
"Kalo capek ya udah lupain." Jawab Azzam.
"Nggak bisaaaa! Semakin gue berusaha ngelupain malah makin suka gue samaa Zidannn..." Jawab Zahra antusias.
"Kayak nya gue harus ngomong deh ke Zahra tentang perasan gue sebenernya ke dia." Batin Azzam.
"Zahhh..." Panggil Azzam.
"Hmm..?" Dehem Zahra.
"Gue suka sama lo." Jawab Azzam menatap Zahra dengan tatapan serius. Namun Zahra biasa saja dengan ungkapan perassan Azzam. Karena sebelum nya Zahra sudah tau dari Tara dan Salwa.
"Rencana nya sih waktu perpisahan nanti gue mau ngelamar lo." Lanjut Azzam.
DEG
Zahra merasakan kegelisahan yang amat dalam mana mungkin ia tega menyakiti hati sahabatnya yang selalu membahagiakannya.
Jikalau Zahra menerima Azzam ia takut dia mendapatkan dosa besar karena mencintai orang selain suaminya. Kegelisahan itu lah yang kini dirasakan Zahra.
"Zahh? loo mau kan terima gue?" Tanya Azzam.
Melihat wajah Azzam yang serius Zahra pun menjadi tidak tega.
"Yaa allah kenapa harus ada cinta dipersahabatan ini ya allah? hamba tidak ingin menyakiti hati sahabat hamba. berikan lah hamba petunjuk ya allah." Batin Zahra.
Tiba tiba Hp Zahra berdering. Kakak nya Raffa menelfon Zahra.
"........." Suara Raffa dari seberang telepon.
"Iyaa walaikumsalam iyaa bangg aku keluar." Jawab Zahra.
__ADS_1
".........." Lanjut Raffa.
"Iyaaa wassalamualikum." Jawab Zahra.
"Aku udah di jemput sama abang ku duluan yaa.." Pamit Zahra seraya berdiri.
"Iyaa..." Jawab Tara,Salwa,dan Azzam.
"Wassalamualikum.." Salam Zahra.
"Waalaikumsalam.." Jawab ketiga sahabatnya.
Zahra keluar Cafe dengan dada yang sesak ia berusaha tegar untuk tidak menetes kan air matanya.
Zahra masuk ke dalam mobil Raffi lalu salim kepada kedua kakak nya tanpa keceriaan dan langsung duduk memalingkan wajahnya ke jendela mobil. Tentunya Raffi dan Raffa heran dengan sikap Zahra.
Tak biasanya Zahra seperti ini. Kakak kakaknya sudah hafal dengan sifat Zahra. Mereka tidak langsung bertanya pada Zahra tentang apa yang terjadi karena mereka tau Zahra tidak mau diganggu.
Zahra tak kuasa menahan air mata nya. Dan Air mata itu lolos terjatuh dari pelupuk mata Zahra. Ia selalu terbayang bayang akan kebahagiaan dan perlindungan yang telah diberikan Azzam padanya.
Ia tak mengerti mengapa ia begitu susah melupakan Zidan yang bersikap dingin padanya dan mencintai Azzam yang bersikap hangat padanya.
Bersambung...
🔘
🔘
🔘
Makasihhh buat yang udah bacaa.Kalo ada salah kata maafin Author yaa.. jangan lupa like,komen,dan vote yaaa... dukung author biar bisa lebih semangat lagi UP nyaa...hehehe...makasihhh semuaa😀
__ADS_1