One Third Of The Night

One Third Of The Night
Kegelisahan Zahra.


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang Zahra terus meneteskan air mata. Ia tak tau harus bagaimana. Ia tak sanggup kehilangan sahabat dan pujaan hati nya.


Tak terasa 30 menit perjalanan akhirnya Zahra,Raffi,dan Raffa sampai di rumah dengan selamat. Zahra langsung turun dari mobil Raffi dan langsung berlari menuju kamarnya. Anissa yang melihat anak bungsu nya seperti itu pun khawatir.


"Fi,Fa..Zahra kenapa nak?" Tanya Anissa.


"Kita juga nggak tau bun dari tadi dia kayak gitu." Jawab Raffa.


"Kalo gitu bunda ke kamar Zahra dulu yaa.." Pamit Anissa.


"Jangan bun...bunda mau ngapain sebaiknya bunda jangan kesana dulu. Mungkin sekarang Zahra butuh waktu sendiri." Saran Raffi.


"Iyaa udah kalo gitu kalian mandi dulu abis itu sholat Azhar." Ujar Anissa.


"Iyaa bunn.." Jawab Raffi dan Raffa.


Mereka pun kembali ke kamar masing masing. Sedangkan di kamar Zahra. Gadis itu menangis sejadi jadinya di pojokan kamar nya. Ia meluapkan semua kegelisahannya.


"Astagfirulah hal adzim...yaa allah..... Zahra harus pilih yang mana yaa allah...beri lah hamba petunjuk ya allah...." Ucap Zahra dengan isakan tangisnya.


Ceklek....


Raffi dan Raffa menghampiri Zahra.


"Dekk..." Panggil Raffi.

__ADS_1


Zahra pun menoleh ke kedua kakaknya dengan mata yang sembab dan rambut acak acakan. Ia langsung memeluk kedua kakaknya dan melanjutkan tangisannya.


Raffi dan Raffa mengelus elus punggung Zahra mencoba untuk menenangkan adiknya.


"Kamu kenapa dek?" Tanya Raffa dan tidak mendapatkan jawaban dari Zahra. Zahra malah mengencangkan tangisannya.


"Adekkk....tenang dulu..." Ujar Raffi menenangkan Zahra.


"Faa tolong ambilin Ara minum!" Pinta Raffi sambil menunjuk sebotol air putih di meja dekat ranjang Zahra.


Raffa pun mengambilkan botol tersebut dan memberikan nya pada Zahra. Zahra menerimanya dan langsung meminumnya. Setelah Zahra sedikit tenang Raffi memberanikan diri bertanya pada Zahra.


"Dekk kamu kenapa?" Tanya Raffi.


"Aku bingung bang..." Jawab Zahra dengan sisa tangisannya.


"Aku bingung harus pilih Zidan atau Azzam." Jawab Zahra.


"Maksud kamu apa dek?" Tanya Raffa yang tak mengerti apa maksud Zahra.


"Kata Azzam perpisahan nanti dia mau ngelamar akuu..tapi aku nggak suka sama Azzam aku berat buat ngelupain Zidan. Tapi aku juga nggak mau nyakitin hati Azzam." Jawab Zahra seraya kembali menangis.


"Sebaiknya kamu sholat istikharah dulu dek...minta petunjuk ke allah. Terus kamu tentuin mana pilihan yang baik buat kamu." Ucap Raffi menyarankan. Zahra pun mengangguk dan mencerna perkataan Raffi.


"Kalo gitu kamu mandi dulu gih...terus ke bawah sholat Ashar." Ujar Raffa.

__ADS_1


Raffa dan Raffi pun keluar dari kamar Zahra. Zahra bergegas mandi dan menyusul kedua kakak nya.


Setelah mandi Zahra keluar kamar dengan wajah lebih baik daritadi. Namun dia masih saja diam tak seceria biasanya.


Ia menuruni anak tangga satu per satu dengan malas. Anissa yang melihat kehadiran putrinya langsung menghampiri dan memeluk Zahra.


"Zahraa kamu tadi kenapa nakk?" Tanya Anissa khawatir.


"Zahra ngga apa apa kok bunda." Jawab Zahra dengan senyuman manisnya.


"Zahra lagi bingung bunda." Sahut Raffa.


"Bingung kenapa?" Tanya Anissa.


Raffi dan Raffa pun menceritakan semua yang dialami Zahra. Dan Anissa pun memahami kegelisahan Zahra.


"Dulu bunda juga kayak kamu nak.." Ucap Anissa seraya memegang tangan Zahra.


Bersambung...


🔘


🔘


🔘

__ADS_1


Makasihhh buat yang udah bacaa.Kalo ada salah kata maafin Author yaa.. jangan lupa like,komen,dan vote yaaa... dukung author biar bisa lebih semangat lagi UP nyaa...hehehe...makasihhh semuaa😀


__ADS_2