
Sore ini Zahra sedang asyik menonton TV dan memakan keripik kentang favoritnya di Ruang keluarga.
"Jahat banget sihhh tuh pelakorr..ngga punya hati apa yaaa? kesel banget gueeee dihhh pingin gue tampol dehh..nanti kalo gue punya suami ngga bakalan gue lepasin gue iket ajah dirumah biar kagak kena godaan pelakor." Gerutu Zahra sambil membenarkan posisi duduknya.
"Apaan nihh suami suami? kamu mau punya suami?" Goda Anissa sambil duduk di samping Zahra.
"Enggak bundaa ituuu tuhh Zahra kesel sama tuh pelakor!" Jawab Zahra seraya menunjuk ke drama yang ia tonton.
"Ohh kirain mau punya suami. Ikut bunda yaa.." Ajak Anissa.
"Kemana bunn?" Tanya Zahra.
"Ke mall jalan jalan sama mamah Vera." Jawab Anissa.
"Serius bunn? mamah sendiri?" Tanya Zahra.
"Nggak sama Fira." Jawab Anissa.
"Fira?" Tanya Zahra dan dijawab anggukan kepala oleh Anissa.
"Iyessssss..." Sorak Zahra lalu berdiri diatas sofa dan lompat lompat diatasnya.
Krriess..kriess.. (Suara keripik)
"Astagfirulah hal adzim Zahraaa...turunnn nakkk yaa allah....keripik kamu tumpah semua nihh diinjek injek pulaa." Ucap Anissa seraya menarik kedua tangan Zahra untuk kembali duduk.
"Kamu kenapaa sihh?" Tanya Anissa setelah Zahra kembali duduk.
"Zahraa seneng banget bakalan ketemu Firaaa." Jawab Zahra antusias.
"Ohhh nanti yaa jalan jalannya abis sholat isya'." Ucap Anissa.
__ADS_1
"Siapp..." Balas Zahra lalu berlari ke kamarnya. Anissa hanya geleng geleng kepala melihat tingkah putri bungsunya.
πΊπΊπΊ
Malam hari pun tiba semua anggota keluarga Zahra pun selesai melaksanakan sholat isya'. Sesuai ucapan Anissa tadi sore, Zahra sudah dengan rapi dengan gamis pink cantiknya miliknya.
"Bun...bunda udah siap belom?" Tanya Zahra seraya mengetuk pintu kamar Anissa.
"Iyaa udahh.." Jawab Anissa keluar dari kamarnya.
"Masyallah bidadari darimana ini?" Ucap Anissa seraya melototkan matanya kagum.
"Cantik banget kamu nakkk..." Puji Anissa.
"Kalo Zahra bidadari berarti bunda apa? Ratu nya bidadari dong..." Balas Zahra memuji Anissa.
"Kamu ini yaudah yukk berangkat." Ajak Anissa sambil menarik tangan Zahra menuju garasi rumahnya.
Selang beberapa menit kemudian mereka sampai di salah satu restaurant dalam mall.
"Bun..mamah mana?" Tanya Zahra mencari keberadaan Vera dan Fira.
"Ngga tau mungkin belum dateng." Jawab Anissa.
"Mungkin. Kalo gitu kita duduk disini aja." Balas Zahra seraya menunjuk meja didekatnya.
Anissa dan Zahra pun duduk dan memesan minuman sambil mengunggu kedatangan Vera dan Fira.
πΌπΌπΌ
Sedangkan kedua perumpuan yang sedang ditunggu kedatangannya itu sibuk mencari Tas milik Vera.
__ADS_1
"Udah ketemu Fir?" Tanya Vera.
"Belum,mamah taruh dimana sihh?" Ucap Fira balik bertanya.
"Tadi mama taruh disini." Jawab Vera seraya menunjuk sofa ruang keluarga.
"Kalo mama taruh disini kenapa sekarang ngga ada?" Tanya Fira dengan kesal.
"Yaa mana mamah tau." Jawab Vera.
Zidan yang tak sengaja melewati ruang keluarga dan melihat kedua perumpuan yang sedang mencari sesuatu pun heran.
"Lagi cari apa sih?" Tanya Zidan seraya menghampiri Vera dan Fira.
"Tas mama." Jawab Vera tanpa melihat Zidan.
"Bukannya tadi mama taruh tas di kursi ayunan yaa?" Tanya Zidan.
"Astagfirulah hal adzimm iyaaa...kenapa mamah bisa lupa sihh." Ucap Vera seraya menepuk dahinya.
Bersambung...
π
π
π
Makasihhh buat yang udah bacaa. Kalo ada salah kata maafin Author yaa.. jangan lupa like,komen,dan vote yaaa... dukung author biar bisa lebih semangat lagi UP
nyaa...hehehe...makasihhh semuaaπ
__ADS_1