Online Couple

Online Couple
Chapter 10


__ADS_3

“Huh… akhirnya bisa keluar juga dari tempat itu.” Daffin menghela nafas dengan lega karena akhirnya dia berhasil keluar dari lingkungan tempatnya bekerja setelah mendapatkan pertanyaan bertubi-tubi dari rekan-rekan di tempat ia bekerja, dia pun mengendarai sepeda motornya dengan kecepatan tinggi agar bisa cepat-cepat sampai di rumah.


“Gruukk….” Suara perut Daffin yang kosong karena dia tidak memakan apapun saat jam makan siang, dia hanya memikirkan bagaimana paket-paket yang dia bawa terantarkan kepada penerima agar dia bisa cepat-cepat mengenalkan Kaison dan Lulu kepada Water dan Storm.


Suara perut yang kosong itu terus berbunyi dan Daffin pun mulai memikirkan acara makan malam yang diadakan perusahaannya.


"Ahh… apa ikut makan aja ya, dan bilang ke mereka kalau aku datang agak terlambat.” Pikiran Daffin pun mulai terpenuhi oleh bayangan daging-daging yang seharusnya dia makan dengan rekan-rekan satu tempat kerjanya.


“Ahh.. biarin aja deh, mampir ke minimarket dekat rumah aja, lagipula bahan-bahan makanan di rumah juga sudah habis, sekalian belanja.” Daffin pun memutuskan untuk mampir ke minimarket dekat rumahnya untuk membeli beberapa barang.


Sesampainya di depan minimarket dia langsung turun dan segera masuk ke dalam minimarket tersebut, bunyi lonceng ketika pintu minimarket terbuka pun terdengar “kcring cring.”, disana berdiri seorang pria yang kurang lebih seumuran dengannya berdiri depan mesin kasir menyambut Daffin dengan senyum di wajahnya.


“Selamat datang, selamat berbelanja.” Ucap seorang pria yang berdiri di depan mesin kasir tersebut.


Daffin pun membalas sambutan itu dengan senyuman, dan dia segera mengambil keranjang belanja dan segera mencari barang-barang yang dia butuhkan, “hmm… coba kita ingat-ingat, telur, roti, dan mungkin beberapa air dan cemilan.” Daffin yang sudah mengira-ngira apa yang akan dia beli segera mencari barang-barang yang akan dia beli, setelah mendapatkan semuanya, dia merasa dia telah melupakan sesuatu yang selama ini menemaninya.


“Seperti ada yang kurang, apa ya?.” Tanya Daffin kepada dirinya sendiri mencoba mengingat-ingat sesuatu yang kurang, “oh iya, mie, mie.” Kata Daffin yang langsung berjalan menuju rak dimana semua mie-mie ditata.

__ADS_1


"Ahh.. akhirnya, kalau sampai lupa bisa bahaya.” Kata Daffin yang berdiri di depan rak berisi berbagai macam mie instan di depan matanya.


Seketika Daffin teringat ibunya yang berpesan bahwa dia tidak boleh terlalu banyak memakan mie instan karena berbahaya bagi tubuhnya, dia terdiam selama 5 detik disana memikirkan pesan yang diucapkan oleh ibunya sebelum dia pergi dari rumah untuk memutuskan untuk tjnggal sendirian.


Setelah terdiam Daffin pun akhirnya memantapkan keputusan yang dia buat “Cuma sesekali kok sesekali he he, kalau tidak ada mie mana bisa aku berhemat.” Kata Daffin dalam hati sambil mengambil beberapa bungkus mie instan dan memasukannya ke dalam keranjang belanjaan, dia pun segera menuju kasir untuk membayar belanjaannya tesebut.


Daffin pun meletakan keranjang belanjaannya di depan kasir dan Pria itu pun menyapa Daffin dengan senyumnya, “Selamat Sore.” Kata pria tersebut sambil menerima barang-barang belanjaan yang di bawa oleh Daffin. Pria itu pun segera melakukan scanning untuk mentotal jumlah harga barang yang diambil Daffin.


“Totalnya 98.000.” Ucap Pria tersebut sambil memberikan barang belanjaan yang sudah dia masukan kedalam kantong plastik berwarna putih, dan menyodorkan barang kantong plastik tersebut di meja kasir, Daffin pun mengambil yang pecahan 100.000 dan memberikan kepada pria tersebut, pria tersebut dengan cepat membuka mesin kasirnya, menaruh uang yang Daffin berikan dan mengambil uang kembalian Daffin.


“Ini kembaliannya.” Ucap Pria pria tersebut memberikan uang kembalian dan secarik kertas struk belanja berwarna putih, Daffin pun mengambil belanjaannya tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada pria itu.


“Terima kasih, semoga harimu menyenangkan.” Kata pria tersebut sambil membungkuk pelan melihat punggung Daffin pergi menuju pintu keluar, Daffin pun segera kembali menuju sepeda motornya dan mengantungkan kantong plastik yang dia bawa di motornya, dia segera menyalakan mesin sepeda motornya dan pergi dari mini market tersebut dan berkendara menuju rumahnya.


***


Sesampainya Daffin di rumah dia segera meletakan barang belanjaannya di atas meja dan mengambil telepon genggamnya yang berada di sakunya, dan terdapat beberapa pesan yang berasal group chat yang dia buat dengan Kaison dan Lulu.

__ADS_1


“Aku akan pulang sekitar pukul 6, restoran sedang ramai sedari siang, mungkin aku akan login ke dalam permainan sekitar pukul 7, sampai ketemu nanti.”


“Oh iya.. Daffin jangan lupakan janji mu, kau harus mengenalkan aku dan Lulu kepada Water malam ini ha ha ha.” Ucap Kaison di pesan tersebut.


“Iya, mungkin aku juga akan login sekitar jam 7, aku harus mengerjakan beberapa tugas terlebih dahulu sebelum itu hu hu.” Kata Lulu dengan emot sedih.


“Kalau begitu, sampai jumpa nanti ha ha ha.” Ucap Kaison dengan emot tertawa.


Setelah membaca semua pesan yang dikirimkan oleh Kaison dan Lulu di group chat tersebut, Daffin pun membalas, “Iya, kalau mereka ada ya, aku lupa meminta kontak Storm dan Water kemarin karena mereka berdua langsung pergi offline.” Kata Daffin membalas pesan Kaison dan Lulu di group chat tersebut.


“Aku juga ingin melakukan beberapa hal dulu sebelum kita akan main.” Sambung Daffin.


Waktu menunjukan pukul 16.57 sore, setelah Daffin membalas pesan tersebut dia melakukan charging kepada telepon genggamnya untuk mendapatkan baterai yang cukup untuk nanti malam. Dia pun segera berjalan mengambil handuk dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah membersihkan dirinya dia membuka kantong plastik yang dia letakan di meja dan mengeluarkan barang-barang yang dia beli di minimarket diperjalanannya ingin kerumah tadi.


Dia pun segera meletakan barang-barang yang dia beli di tempat khusus yang dia siapkan untuk masing-masing barang, Daffin menyisakan 1 butir terus, 1 bungkus mie instan, 1 botol air mineral dan 1 kantung kripik kentang, dia segera memanaskan air untuk memasak mie instan tersebut dan memakan kripik kentang itu sembari menunggu airnya mendidih.


Mie sudah jadi Daffin pun memakannya dengan lahap seperti singa yang kelaparan, “Ahh akhirnya… perut ku terisi juga, sedari tadi aku menahan rasa lapar ini, sekarang terpenuhi juga.” Kata Daffin sambil bersandar memegang perutnya yang sudah terisi dengan makanan. Dia pun lekas mencuci piring bekas makannya tersebut dan melihat jam yang menggantung di dindingnya.

__ADS_1


Waktu menunjukan pukul 17:53, masih ada satu jam lagi sebelum waktu yang dijanjikan untuk bertemu Lulu dan Kaison. Daffin yang kekenyangan pun tiduran di tempat tidurnya. “Ahh.. nyamannya.” Kata Daffin sambil menyilangkan kedua tangannya dibelakang kepalanya, tanpa sadar Daffin pun terlelap dengan perut yang kenyang.


__ADS_2