Online Couple

Online Couple
Chapter 16


__ADS_3

Daffin dan Lin Mei Xia pun berhasil mendapatkan match, Fire dan Water pun memasuki fase ban and pick, tapi hal yang tidak mereka inginkan pun terlihat di depan mata mereka berdua, ketika memasuki fase ban and pick tersebut.


“Aku akan mengambil ADC.” Tulis salah satu pemain bernama Duck Head, yang juga menjadi salah satu rekan kami dalam match tersebut.


“Eh.. bisakah kau memberikan role tersebut pada Fire?.” Tanya Water dengan nada baik-baik.


“Tidak.” Jawab Duck Head secara singkat atas pertanyaan Water.


“Aku ingin mengambil ADC atau aku akan melakukan trolling.” Tulis Duck Head mengancam jika dia tidak mendapatkan ADC.


“Tolong percayakan padaku, aku tidak akan mengecewakanmu.” Pinta Fire kepada Duck Head memohon sambil mencoba meyakinkannya.


“Aku dan Water adalah teman satu party, kami bermain duo.” Sambung Fire yang bersikeras agar bisa mendapatkan kemenangan dengan mudah.


“Aku tidak peduli, pilih salah satu, aku bermain ADC atau aku troll kalian semua.” Ancam Duck Head, dia pun terus mengancam akan melakukan trolling jika tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.


“Oii Duck Head, mau menang tidak?, jelas-jelas orang itu peringkat pertama role ADC, kenapa kau tidak memberikan itu kepadanya.” Tulis pemain bernama Secret Dealer yang juga sebagai rekan satu tim Fire dan Water. Dia juga turut mencoba menyakinkan Duck Head dengan nada sedikit kasar agar Duck Head menyerah pada pilihannya, tapi tidak demikian, Duck Head bersikeras ingin menggunakan Role ADC.


“Bagaimana ini Daffin?.” Tanya Lin Mei Xia sedikit cemas.


“Aku akan mengambil toplaner kalau begitu, kau jaga dia.” Kata Daffin memberikan solusi.


“Apa kau yakin?, Kau memberikan seseorang yang tidak dikenal role yang bisa mengangkat tim?, Bagaimanapun saat late game kita harus bergantung pada ADC.” Kata Lin Mei Xia dengan keras.


“Tidak, tentu tidak, tapi kita tidak punya pilihan lain, jika dia melakukan troll itu sama saja kita akan kalah dari awal jika dia memberi musuh gold dan exp dari awal, kita akan kesusahan memenangkan pertandingan ini.” Kata Daffin dengan nada tidak yakin memberikan role ADC kepada Duck Head.


“Dan juga jika dia mengambil ADC, dan aku mengambil ADC lagi, kita tidak akan punya cukup ketahanan untuk melakukan war, juga terlalu berisiko jika menaruh ADC yang berarmor tipis di atas, Jungler musuh dan Toplaner musuh akan mendapatkan keunggulan di early game.”

__ADS_1


“Tapi kita hanya bisa percaya padanya.” Sambung Daffin mencoba menenangkan pikirannya.


“Baiklah kalau begitu.” Kata Lin Mei Xia menyetujui pernyataan Daffin.


Duck Head dengan keegoisannya berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan, di satu sisi, Fire pun mengalah dengan mengambil Toplaner sebagai role yang akan dia mainkan.


“Aku akan memakai Snow Boy.” Kata Daffin sembari memencet hero yang dia katakan.


[Snow Boy telah dipick]


“Kalau begitu aku akan menggunakan Princess Kaguya, setidaknya kita memiliki CC dan damage reduction yang cukup untuk menahan serangan musuh.” Kata Lin Mei Xia.


[Princess Kaguya telah dipick]


Fase ban and pick berjalan lancar dengan role yang seharusnya ada, pick terakhir pun dilakukan Duck Head, dengan cepat dia mengambil Snake Eater sebagai hero ADCnya.


“Mudah bukan?, Jika saja kalian memberikan ADC dari awal kita tidak perlu bertengkar.” Tulis Duck Head seakan menyepelekan rekan satu timnya.


“Apa kau yakin memilih Snake Eater, hero itu lemah di meta sekarang.” Kata Secret Dealer seakan tidak percaya apa yang dia lihat di depan matanya.


“Kau sungguh berisik, jika aku mati berarti supportku tidak becus.” Kata Duck Head seakan sudah melempar kesalahannya kepada Water.


Tanpa sempat membalas pesan Duck Head, mereka langsung memasuki loading screen dan permainan pun segera dimulai.


Tidak butuh waktu lama untuk melihat keterampilan yang dimiliki oleh Duck Head, permainan baru berjalan 1 menit tapi dia sudah mati oleh lawannya di bawah.


[First Blood]

__ADS_1


“Sialan support bodoh, apa yang kau lakukan, maju, maju, apa yang kau takutkan.” Kata Duck Head dengan marah-marah memaki Water karena kematiannya.


“Huh… kenapa jadi salahku, aku sudah bilang padanya untuk mundur, tapi dia terus maju melawan Demon Fox itu.” Kata Lin Mei Xia menghela nafas seakan tidak percaya dia benar+benar disalahkan oleh pemain bernama Duck Head karena dia mati dengan konyol.


Di Top, Fire tidak mendapati masalah, saat permainan baru berjalan 3 menit dia sudah mendapatkan 2 kill atas Blue Monk yang menjadi lawannya diatas, Blue Monk pun kesulitan melawan Snow Boy yang sudah kaya akan Gold dan level yang tinggi.


“Setidaknya jika permainan ini kita selesaikan dengan cepat kita masih ada harapan untuk menang.” Kata Daffin sambil mengertakan giginya.


Secret Dealer bermain Jungler dengan baik, begitu juga dengan Pierce Wind yang berada di mid, dia berhasil mencegah Midlaner musuh leluasa bergerak, tapi permasalahan di sini hanyalah satu, ADC mereka tidak bisa bermain dengan baik.


[K.O]


ini sudah kematiannya yang keempat dimana permainan baru berjalan 4 menit, walaupun skor tim Fire memimpin 7 berbanding 4, tapi ADC milik musuh sudah lebih kaya dari siapapun di sana, bahkan cukup untuk membunuh kraken seorang diri.


[Kraken telah dibunuh]


Turret bagian paling luar lane bawah pun sudah hancur, Duck Head terus-menerus menyalahkan Water akan kematian yang dia alami.


“Apakah orang ini benar-benar peringkat 1?, Kau harusnya malu tidak bisa menjagaku dengan benar dasar bodoh.” Kata Duck Head terus mencaki-maki Water, bahkan Duck Head tidak bergerak sedikitpun dan hanya mengetik sepanjang permainan.


Teman rekan satu timnya yang melihat kelakuan Duck Head sungguh kesal, seakan mereka sudah siap melayangkan tinju yang akan mendarat di wajahnya karena kelakuannya yang kasar tapi tidak dibarengi kemampuan yang mumpuni.


“Daffin, aku akan mengikutimu dan melindungimu sekarang.” Kata Lin Mei Xia dengan suara yang kecil seakan terdengar dia sedang terpuruk dan tersungkur di lantai.


“Ya, baiklah.” Kata Daffin.


Duck Head akhirnya berhenti mengetik dan menggerakan heronya kembali, tapi dia sendirian, dengan level dan gold yang kalah jauh, tapi rekan satu timnya tidak menghiraukannya sama sekali, karena bagaimanapun mereka berempat lah yang telah menahan permainan ini agar tidak kalah dengan mudah, Duck Head sedari tadi hanya mengomel dan menyalahkan Water karena kematiannya yang konyol.

__ADS_1


Ketika keempat rekan timnya berada di atas mencari kesempatan untuk melakukan inisiasi war sekaligus menjaga Orochi agar tidak diambil oleh musuh, Duck Head terus mendorong lane bawah yang Mana hanya menyisakan 1 turret, turret bagian dalam, 2 turret lainnya sudah hancur karena keegoisannya sendiri.


__ADS_2