Online Couple

Online Couple
Chapter 5


__ADS_3

Loading pun telah selesai, dan sekarang semua pemain sudah memasuki permainan.


“Fire, coba nyalakan mic in-game milikmu, aku dan Storm sudah menyalakannya, kita mungkin bisa berkomunikasi dengan baik dengan menggunakan itu.” Ucap Water mengajak ku untuk menyalakan mic in-game dengan alasan agar kami bisa berkomunikasi dengan baik.


“Ok.” Jawabku sembari menyalakan mic in-game.


“Hallo, hallo, tes, Fire, apa kau bisa mendengarkan ku?.”


Tidak lama setelah aku menyalakan mic in-game ku terdengar suara lembut dari seorang wanita yang sedang berbicara keluar speaker telepon genggam ku memanggil dan menanyaiku.


“Ahh ya, aku bisa mendengarmu dengan jelas.” Jawabku pada suara tersebut.


“Apa kau bisa mendengarku dengan jelas?.” Tanya ku pada untuk memastikan bahwa tidak ada kendala atau permasalahan pada mic ku.


“Yah aku mendengarmu dengan jelas.” Jawabnya.


Ternyata suara itu berasal dari Water, pemain yang dirumorkan adalah seorang wanita dan banyak yang menganggapnya Hode, ternyata adalah seorang Wanita dengan suara yang lembut.


“Baiklah kalau begitu.”


“Ngomong-ngomong dimana Storm?, Aku belum mendengar suaranya?.”


“Ahh dia orang yang fokus pada permainan, dia akan berbicara ketika waktunya berbicara.”


“Hmm..”


Kami pun menuju lane kami masing-masing, aku berjalan berdampingan dengan Water menuju lane bawah, 2 menit permainan berselang, aku dan Water tidak menemukan kesulitan di bawah, bahkan kami berhasil mendapatkan 2 kills dari lawan yang berada di lane bawah dan menekan mereka.


Kami berhasil menghancurkan musuh dengan cara memaksimalkan skill harass dari karakter hero kami, sampai akhirnya kami menghadapi situasi 2 melawan 4 karena Jungler dan Midlaner pihak lawan melakukan ganking pada kami.


“Sepertinya kita harus mundur, kita berdua hanya memiliki setengah darah.”


“Walaupun level dan gold kita berada jauh di atas mereka kita tetap kalah jumlah.”


“Aku akan coba menahan mereka di depan, kau cobalah untuk melakukan serangan terus menerus, mungkin kita bisa mendapatkan setidaknya 2 kill.”


“Ya baiklah aku tau.”


Kami berkomunikasi dengan baik, bahkan Water, dia berhasil memposisikan dirinya dengan baik sebagai pemain support, walaupun kami menghadapi situasi yang tidak menguntungkan dimana kami kalah jumlah, tetapi kami berhasil menekan mereka dan meminimalisir damage yang musuh lontarkan.


“Ba-..”


[Barrier telah aktif]


Aku yang baru ingin mengatakan pada Water untuk mengaktickan skill barrier miliknya, tapi Water sudah mengaktifkan skillnya di waktu yang tepat, bahkan sebelum aku selesai bicara, seolah sudah mengerti bahwa itu adalah timing yang tepat untuk mengeluarkan skill barrier tersebut.


Tiba-tiba saat kami menghadapi situasi yang menyusahkan, muncul karakter hero yang melompat-lompat dari semak satu ke semak lainnya, bahkan dia berhasil membunuh 4 pemain sekaligus dari pihak lawan.

__ADS_1


[K.O]


[Double Kill]


[Triple Kill]


[Quadra Kill]


Karakter hero Mountain Breeze yang digunakan oleh Storm berhasil meratakan semua musuh, bahkan aku dengan Water berhasil selamat dengan darah yang tersisa tinggal ¼ bar.


“Maaf aku terlambat.” Ucap suara pria dengan suara berat mengatakan sebuah permintaan maaf.


“Ahh… kau datang di waktu yang tepat kok, itu bagus sekali.”


Seketika aku melihat permainan Jungler yang memukau, dengan control hero yang sangat baik, dimana dia berhasil melompat keluar masuk semak dan memberikan damage kepada musuh, bahkan musuh pun tidak bisa memberikan damage yang terlalu besar kepadanya, karena dia selalu berhasil masuk dan keluar semak dengan cepat sampai tidak terlihat.


“Mungkin kita bisa membunuh kraken sekarang.”


Kraken : Monster Gurita yang muncul di sisi bawah map setiap 4 menit sekali, jika berhasil membunuh kraken akan mendapatkan buff sebesar 5% damage setiap kali kau membunuh kraken, dan bisa stack sampai 3x (15%}, dan bisa mengspawn kraken untuk membantu menghancurkan turret milik lawan.


“Ya, kita bisa melakukannya, hanya tersisa musuh yang di top, 4 pemain sudah mati, kita bisa mendapatkan kraken tanpa gangguan sedikit pun.


[Kraken telah dibunuh]


[+5% Damage]


“Semua turret luar musuh sudah hancur semuanya, dan hanya tersisa turret bagian dalam, mereka pun sibuk membersihkan gerombolan creep yang sedang mendorong creep mereka.”


“Mungkin ini waktu yang tepat untuk membunuh Orochi.”


[Orochi telah muncul]


“Bisakah kita membunuh Orochi sekarang?, Musuh sedang kesusahan di sana, bahkan mereka sedang sibuk membersihkan gerombolan creep sekarang.”


“Yah, kita bisa, lakukan sekarang.”


Kami pun langsung menuju tempat Orochi berada, dan tanpa perlu berlama-lama kami berhasil mendapatkan Orochi dengan cepat, karena kami berhasil bermain dengan baik di early game, kami berhasil mendapatkannya tanpa gangguan sedikit pun dari pihak lawan.


[Orochi telah dibunuh]


“Hancurkan mereka, kita sekarang memiliki buff Orochi juga.”


“Yah ayo akhiri ini.”


Kami pun bergerak menuju base milik lawan, dan berhasil menghancurkan turret bagian dalam milik musuh satu demi satu.


[Turret telah dihancurkan]

__ADS_1


[Turret telah dihancurkan]


[Turret telah dihancurkan]


Kami pun berhasil masuk kedalam base musuh, walaupun semua turret sudah dihancurkan tak bersisa, musuh tetap berusaha menjaga base mereka agar tidak hancur, Karena musuh berhasil menghabisi gerombolan creep kami, aku pun memutuskan untuk maju menerjang musuh tanpa pikir panjang.


“Kita harus membunuh pemain musuh terlebih dahulu, creep kita tidak bisa masuk ke dalam base mereka.” Ucap ku sembari melakukan attack pada musuh.


“Aku ada tepat di belakang mu, aku masih ada skill barrier dan skill ultimate kau bisa hidup lagi jika kau mati.”


[Legendary]


[Double Kill]


[Triple Kill]


[Quadra Kill]


Aku pun berhasil menghabisi semua musuh yang berusaha mendefense base mereka dan mendapatkan Quadra Kill [4 Kill berturut-turut].


“Penta Kill, Penta Kill.” Dalam pikiran ku di penuhi hasrat untuk mendapatkan Penta Kill, mataku seakan terpenuhi oleh keserakahan dan ledakan kebahagiaan dengan jari yang sedikit gemetar aku mengejar musuh terakhir bagaikan seekor singa yang sedang mengejar rusa.


Tapi, tiba-tiba kesialan terjadi.


[K.O]


Musuh terakhir dimana satu langkah lagi untuk mendapatkan Penta Kill, dibunuh oleh orang lain, dan yang membunuh musuh tersebut adalah pemain support ku, Water.


“Ehh!!.”


“Maafkan aku, aku tidak sengaja, aku pikir skill ku tidak sesakit itu, sampai musuh bisa mati, aku salah menghitung damage.”


“Maafkan aku.” Ucap water berkali-kali meminta maaf karena menghentikan momentum ku untuk mendapatkan Penta Kill.


“Ahh.. yah.. tidak papa.” Jawabku sedikit lemas, karena tidak berhasil mendapatkan Penta Kill tersebut, tapi aku tidak merasa ada kemarahan sedikitpun, karena hal-hal seperti ini sudah sering terjadi dan ini bukan pertama kalinya aku mendapatkan pengalaman ini.


Semua musuh pun berhasil kami bunuh, dan kami pun menyerang base milik musuh bersama-sama, permainan pun berhasil kami menangkan dengan mudah seperti membalikan telapak.


[Menang]


“Kau tidak apa kan?” Tanya Water kepadaku, menanyakan persoalan Penta Kill di match terakhir tadi.


“Aku tidak papa, itu sering terjadi, jadi terlalu dipikirkan.” Jawabku kepada pertanyaan yang di lontarkan Water kepadaku.


“Kalau begitu apa kau ingin bermain lagi?.”


“Yah, mungkin aku akan bermain 1 sampai 2 game lagi, lalu aku akan pergi tidur setelah itu.”

__ADS_1


“Oke kalau begitu.”Kata Water sembari mengundangku masuk kedalam room, aku pun dengan senang hati menerima undangan bermain dari Water untuk kembali bermain bersama.


__ADS_2