
“Hei hei, Regi ambil telepon genggamku.” Kata Daffin sambil melirikan matanya untuk memberitahukan Regi agar Regi mengambil telepon genggam milik Daffin yang dia tahan dengan pundaknya.
“Cepat!” Seru Daffin kepada Regi. Regi pun dengan segera mengambil telepon genggam milik Daffin dan meletakannya di atas meja tepat di depan mereka di mana Daffin dan Regi bisa melihatnya. Daffin yang sedari tadi memiringkan kepalanya untuk berbicara dengan Kaison melalui telepon merasakan sakit di sebelah lehernya. Tapi dia tidak menghiraukannya dan hanya memutar-mutar kepalanya sedikit untuk meredakan pegalnya.
Regi hanya melihat Daffin bermain dengan akun Devouring Sun miliknya. Daffin bahkan tidak berkedip sama sekali, matanya dengan tajam menatap fokus terpaku pada layar permainan. Dia seakan-akan tenggelam dalam permainan tersebut, berada di dalam fokus yang ekstrem di mana orang-orang tidak bisa dan tidak boleh menganggunya. Regi yang melihat itu sedikit mengagumi Daffin karena Daffin menganggap permainan tersebut seperti hidupnya.
[Menang]
Permainan pun berhasil Daffin memenangkan permainan dengan sempurna. Perolehan 15 kill tanpa 1 pun kematian berhasil di dapatkan. MVP (Most Valuable Player) pun berhasil di dapatkan oleh Devouring Sun di match tersebut.
“Wah kakak hebat, benar-benar hebat.” Kata Regi dengan sangat antusias. Dia bahkan bertepuk tangan untuk Daffin karena telah memenangkan permainan dengan sempurna. Daffin yang melihat Regi sangat bersemangat hanya tersenyum kecil dan tidak berkata apa-apa.
“Main lagi, main lagi!” Ucap Regi kepada Daffin. Tapi Daffin menolaknya.
“Aku tidak bisa, aku harus pergi, ada sesuatu yang harus kulakukan.” Jawab Daffin. Daffin pun memberikan telepon genggam Regi kepada Regi. Tapi Regi hanya menatap kosong karena tolakan tersebut dia bahkan tidak langsung mengambil telepon genggamnya yang Daffin sodorkan kepadanya.
Daffin meraih tangan Regi dan memberikan telepon genggamnya ke tangan Regi dan berdiri sembari merogoh kantongnya dan mengeluarkan uang untuk membayar makanan yang dia pesan.
“Ini, berikan pada Bibi, kembaliannya untukmu.” Kata Daffin yang meletakan uang tersebut di atas meja di depan Regi. Daffin pun langsung mengambil telepon genggamnya yang berada di atas meja. Dia mengusap-usap rambut Regi sebelum pergi.
“Apa kakak akan datang ke sini lagi?” Tanya Regi dengan wajah sedih, dia bahkan selalu menunjukan ekspresi cemberut ketika Daffin menolak untuk bermain lagi.
“Aku selalu makan di sini.” Jawab Daffin sambil tersenyum.
__ADS_1
“Apa Fire benar-benar akan menerima pertemanan dariku?”
“Ngomong-ngomong apa nickname kakak di King's Arena? Aku akan menambahkan kakak sebagai temanku.” Kata Regi seakan menahan Daffin untuk pergi.
“Iya Fire akan menerimamu hari ini.” Jawab Daffin kepada pertanyaan pertama yang dilontarkan Regi.
“Aku tidak bisa memberitahukan kepadamu, Rahasia.” Jawab Daffin sembari meletakan jari telunjuknya di mulutnya. Daffin pun pergi meninggalkan Regi sendirian di meja tersebut. Regi terus melihat punggung Daffin yang menjauh dari hadapannya. Daffin pun melambaikan tangannya tanpa berbalik sedikit pun.
Daffin pun sampai di rumahnya. Dia langsung mencari kartu akun King’s Arenanya untuk masuk ke dalam permainan. Dia juga menyusul yang lainnya ke dalam voice chat sesaat setelah dia mengambil kartu akun King’s Arenanya.
“Nah.. ini dia, orangnya akhrinya datang juga.” Kata Kaison menyambut Daffin yang baru saja masuk ke dalam voice chat.
“Semua sudah di room?” Tanya Daffin.
“Iya tinggal kamu seorang yang belum di sini.” Jawab Lin Mei Xia.
“Undang aku!” Seru Daffin. Kaison pun dengan cepat mengirimkan undangan kepada Daffin seakan-akan sangat tidak sabar untuk segera bermain. Tapi Daffin teringat dengan Regi. Dia mengingat bahwa Regi telah mengirimkan permintaan pertemanan tapi Daffin tidak meresponnya sama sekali.
Daffin dengan segera menuju ikon permintaan pertemanan. Ketika dia membuka ikon permintaan pertemanan tersebut. Tedapat ratusan pemain yang menunggu agar permintaan pertemanannya di respon oleh Daffin. Bahkan ada yang sampai berbulan-bulan dia diamkan saja.
“Aku sudah mengundangmu, masuklah!” Seru Kaison kepada Daffin.
“Sebentar, sebentar, tolong tunggu sebentar.” Kata Daffin sambil melihat nama-nama pemain yang terpampang ketika dia membuka ikon permintaan pertemanan.
__ADS_1
“Oh oke.” Jawab Kaison dengan tenang, mereka pun menunggu Daffin sembari mengobrol satu sama lain. Di sisi lain Daffin mencari-cari nama akun Devouring Sun milik Regi. Daffin terus melakukan scrolling tapi dia masih tidak melihat nama Devouring Sun.
Daffin bahkan hampir menyerah, itu seperti mencoba menemukan jarum di atas tumpukan jerami. Terlalu banyak yang meminta pertemanan kepada akun Fire milik Daffin. Daffin bahkan merasa tidak enak kepada Kaison, Lulu, Lin Mei Xia dan Lin Zhang Jian yang sedang menunggunya karena Daffin sekarang sedang sibuk mencari nama Devouring Sun, akun milik Regi.
Daffin pun tidak punya pilihan lain selain menggunakan tombol “Terima semua permintaan teman” yang berada di pojok kanan layar. Itu artinya, Daffin akan menerima semua permintaan pertemanan yang di kirimkan kepadanya maupun yang baru ataupun yang lama.
[Terima semua permintaan teman]
Daffin langsung mengklik “Terima semua permintaan teman” dan dia mendapatkan ratusan teman baru yang berhasil di tambahkan ke dalam friend listnya, kebanyakan dari mereka adalah pemain-pemain yang tidak memiliki peringkat, bahkan kebanyakan dari mereka adalah casual player yang hanya bermain game untuk melepaskan penat sehabis bekerja atau sekolah atau hanya sekedar mencari kesenangan.
Sesaat setelah Daffin menerima semua permintaan pertemanan tersebut, Daffin juga langsung menerima ratusan ucapan terima kasih dari pemain-pemain yang online yang dia terima pertemanannya.
“Terima kasih sudah menerima pertemananku.”
“Aku pikir aku akan diabaikan selamanya.”
“Terima kasih sudah menerimaku, tolong jangan hapus pertemanan kita di masa depan.”
“Terima kasih.”
“Aku hampir berhenti bermain karena kupikir para ahli yang berada di ranking atas semuanya orang yang sombong, tapi kau menerima pertemananku, Terima kasih.”
Berbagai ucapan terima kasih dan terima kasih terus diterima oleh Daffin, Daffin pun membaca pesan dari mereka satu per satu dengan perasaan senang. Daffin bahkan membalas pesan tersebut dengan berbagai macam balasan, dengan emoticon, dengan kata-kata, dan dengan stiker.
__ADS_1
Regi yang ditinggalkan oleh Daffin masih duduk di meja yang Daffin duduki beberapa saat lalu. Dia masih memasang wajah cemberut dan juga sedih sembari hanya menatap akunnya yang sedang berada di lobby, diam tak bergerak. Tetapi ketika icon friend list menyala-nyala. Dia langsung segera menuju icon friend list dan mendapatkan pesan.
[Permintaan pertemanan kepada Fire telah diterima. Silakan masukan nama untuk memudahkanmu supaya mengenal pemain]