Online Couple

Online Couple
Chapter 9


__ADS_3

Daffin pun menjulurkan kartu identitasnya sebagai perkeja untuk membuka lokernya tersebut, “tilt”, dia segera mengambil baju yang mengantung di dalam lokernya tersebut dan segera berganti pakaian, setelah berganti pakaian dia langsung mengambil ranselnya dan menutup pintu lokernya tersebut.


“Aku pulang duluan ya, kalian bersenang-senanglah ha ha ha.” Kata Daffin sambil melambaikan tangannya kepada para rekan kerjanya tersebut untuk berpamitan.


“Iya, hati-hati.” Kata mereka bertiga kepada Daffin tersenyum seraya membalas lambaian tangan Daffin.


Daffin pun keluar dari locker room dan segera berjalan menuju ke ruang order taker untuk memberikan kartu identitas pekerjanya kepada orang yang bertugas di sana.


Daffin pun sampai di depan ruang order taker dia segera mengetuk pintu dan masuk ke ruang tersebut, di sana ada seorang wanita bernama Lia berumur telat 20 tahunan sedang duduk di depan komputernya.


“Oh.. kau sudah mau pulang?, Bukankah katanya akan ada acara makan malam hari ini untuk semua pegawai?.” Tanya Lia kepada Daffin.


“Iya, tapi aku tidak ikut, aku juga sudah bilang kepada Pak Rian tadi di kantor supervisor.” Jawab Daffin sambil melepaskan kartu indentitas pekerjanya yang dikalungkan di lehernya tersebut.


“Haish… sudah berapa kali kau tidak ikut acara dengan kami, bahkan kau tidak pernah ikut sekalipun, saat gathering di hari libur, senam pagi bersama, acara makan-makan, kau selalu melewatkan semua acara bersama kami.” Kata Lia sambil berusaha menghitung berapa kali Daffin tidak pernah ikut dalam acara yang diselenggarakan oleh perusahaan.


“Aku sudah ada janji malam ini, karena itu aku tidak bisa datang ha ha ha.” Ucap Daffin dengan tersenyum yang sedikit dia paksakan.


“Hmm… kau selalu bilang begitu, aku sudah ada janji, aku sibuk, aku tidak bisa, bukankah kau hanya ingin menghindar dan tidak mau ikut?.” Ucap Lia sambil menatap tajam mata Daffin.

__ADS_1


“Ha ha ha aku benar-benar ada janji malam ini, lagipula jika aku tau menu makan malamnya adalah daging mana mungkin aku menolaknya, tapi karena aku sudah berjanji pada teman ku aku tidak bisa ha ha ha.” Kata Daffin sambil meletakan kartu identitas pegawai yang dia genggam sedari tadi.


“Yaa.. apa kau punya pacar?, Jangan-jangan kau bukan berjanji dengan temanmu tapi dengan pacarmu ya kan?, Haishh dasar anak muda jaman sekarang.” Ucap Lia sambil memegang dahinya karena tidak habis pikir bahwa seseorang akan melewatkan acara makan malam bermenukan daging hanya untuk bertemu seseorang.


“Tidak tidak tidak, aku tidak punya pacar ha ha ha, lagipula aku berjanji dengan seorang pria malam ini.” Kata Daffin yang ingin segera mengangkat kakinya dari kantor tersebut karena dia merasa seperti diinterogasi oleh detektif karena melakukan kejahatan.


“Ishh.. aku tidak menyangka kau orang yang seperti itu, ku kira kau normal.” Kata Lia dengan mata yang memandang jijik Daffin karena dia salah paham akan Daffin, dia mengira Daffin menyukai seorang pria.


Daffin yang segera mengetahui hal itu segera meluruskan kesalahpahaman yang dipikirkan oleh Lia, “bermain game, bermain game, aku berjanji pada temanku untuk bermain game malam ini, kenapa kau selalu salah paham dengan ku?.”Kata Daffin dengan cepat sambil menyegir kecil.


“Itu karena kau tidak memberitahukan ku secara mendetail, yasudahlah pulang sana, katanya mau main game, jangan menyesal dan tiba-tiba datang ke restoran nanti malam lho.” Kata Lia dengan kesal, wajahnya dengan cepat melihat ke layar monitor lagi.


Setelah keluar dari ruangan order taker Daffin pun berjalan menuju ke depan pintu masuk kantornya, dia melakukan absensi untuk pulang dengan melakukan finger print di sebuah finger print scaner yang terpasang di dinding tepat di sebelah pintu masuk kantornya, setelah dia melakukan finger print Daffin pun berjalan menuju parkiran dan bertemu dengan satpam yang berjaga disana.


“Heii bocah..” Kata Pak Haris selaku satpam tersebut, memanggil Daffin sambil melambaikan tangannya, Pak Haris pun mendekati Daffin yang hanya berjarak beberapa langkah dari motornya.


“Pasti ngomongin acara makan malam perusahaan nih.” Kata Daffin dalam hati seakan dia tau apa yang akan Pak Haris ingin bicarakan dengannya, dia pun segera menyiapkan jawaban di kepalanya agar bisa segera pulang.


“Kau tidak ikut acara makan malam perusahaan? Kita makan daging lho.” Tanya Pak Haris kepada Daffin sambil memegang lututnya, dia membungkuk dengan nafas yang terengah-engah karena berlari menuju Daffin.

__ADS_1


“Tuh kan bener, pasti ngomongin acara makan malam lagi.” Kata Daffin dalam hati dengan sedikit terseyum karena apa yang dia prediksi benar-benar terjadi.


“Tidak, aku sudah ada janji hari ini, aku sudah terlambat.” Kata Daffin kepada Pak Haris, Daffin mengatakan dia sudah terlambat untuk janjinya agar dia bisa segera mengendarai sepeda motornya dan segera pulang menuju ke rumahnya.


“Aduh… sayang sekali, kau pasti sudah berjanji dengan pacarmu ya ha ha ha.” Kata Pak Haris tertawa lebar menepuk-nepuk pundak Daffin berkali-kali.


“Ahh… iya he he he.” Ucap Daffin sambil sedikit tersenyum dan mengiyakan perkataan Pak Haris karena Daffin tau jika dia mengelak dan bilang tidak, pasti akan banyak pertanyaan yang akan dilontarkan kepadanya dan itu akan memakan waktunya lagi dan dia pun tidak bisa pulang dengan segera.


“Huh.. dasar anak muda jaman sekarang, jika sudah jatuh cinta dengan lawan jenisnya pasti apapun akan dilakukan, bahkan melewatkan makan malam enak.” Kata Pak Haris menghela nafas dengan sedikit sedih.


“Yasudahlah kalau begitu, segera pergilah, jangan membuat wanita menunggu ha ha ha.” Sambung Pak Haris sambil menepak lengan Daffin dengan pelan.


“Iya aku akan segera pulang.” Kata Daffin sambil sedikit membungkuk, dia pun langsung menaiki motornya, dia pun memanaskan mesin motornya dan segera mengenakan helmnya, Pak Haris pun berbalik untuk segera kembali ke post jaganya.


“Oh iya, bocah.” Kata Pak Haris yang membalikan badannya lagi, dan berbicara memanggil Daffin.


“Bunga, bunga, jangan lupakan bunga, belikan wanita mu bunga, wanita suka bunga he he he.” Kata Pak Haris memberikan sedikit masukan untuk Daffin sambil memperlihatkan giginya dan memberikan sinyal jempol.


“Iya paman, terima kasih sarannya, aku akan memberikannya.” Daffin mengiyakan masukan dari Pak Haris tersebut dan berpamitan dengan Pak Haris, “kalau begitu aku pulang paman, da dah.” Kata Daffin sambil melambaikan tangannya kepada Pak Haris dan segera pergi dari tempat parkir tersebut.

__ADS_1


__ADS_2