
Sementara itu, Daffin yang sedang mengantarkan paket tidak menghiraukan getaran dari telepon genggam yang berada di kantong celananya, dia sedang berdiri di depan rumah sembari memegang paket yang ditutupi kardus berbentuk kotak.
"Permisi, selamat siang, saya dari FEP ingin mengantarkan paket pesanan anda.” Kata Daffin kepada wanita yang keluar dari rumah tersebut.
Daffin pun memberikan paket yang ditutupi kardus berbentuk kotak tersebut pada wanita itu, dan menyodorkan secarik kertas dan sebuah pulpen kepada wanita itu.
“Tolong tandatangani disini.” Kata Daffin kepada wanita tersebut, wanita itu pun menandatangani selembar kertas itu dan memberikannya lagi kepada Daffin.
Telepon genggam yang berada di saku Daffin pun berhenti bergetar.
“Terima kasih.” Kata Daffin pada wanita tersebut sambil sedikit membungkuk untuk menghormatinya, Daffin pun membalikan badannya dan berjalan ke motornya, tidak lama telepon genggam yang berada di sakunya bergetar lagi, Daffin pun mengambil telepon genggam yang berada di sakunya dan melihat bahwa panggilan yang dari tadi masuk berasal dari Kaison.
Daffin pun mengangkat panggilan telepon tersebut, “Apa, apa, apa apa, apa?.” Kata Daffin dengan suara yang cepat.
“Akhirnya…. Yoo aku ingin menanyakan sesuatu padamu.” Kata Kaison kepada Daffin.
"Hmm.. Kau ingin menanyakan apa?. Kata Daffin sambil memiringkan kepalanya karena penasaran.
“Aku melihat mu bermain dengan Water dengan Storm semalam, setelah aku dan Lulu pergi tidur.” Sambung Kaison.
“Iya, aku tidak sengaja bertemu mereka sebagai lawan dan kami berakhir bermain bersama pada akhirnya.” Jawab Daffin.
“Jadi siapa yang meminta pertemanan lebih dulu? Dia atau kau?.” Tanya Kaison yang belum terpuaskan akan informasi yang disampaikan Daffin dan mencoba menggali lebih dalam tentang permainan yang Daffin, Water dan Storm lakukan semalam.
__ADS_1
“Dia.” Jawab Daffin dengan singkat.
"Apakah dia benar-benar wanita?.” Tanya Kaison sekali lagi.
"Iya, kami menggunakan voice dalam game semalam, dia wanita, suaranya sangat lembut.” Jawab Daffin sembari melihat jam yang terpasang di tangan kirinya menunjukan pukul 12:38 siang.
“Sudah dulu ya, aku masih ada beberapa paket lagi yang harus diantarkan, aku akan mengenalkanmu pada mereka malam ini, kalau kau masih punya pertanyaan simpanlah untuk nanti malam.” Kata Daffin dengan tergesa-gesa seakan dia sedang dikejar kejar oleh sesuatu.
“Hei.. tunggu sebentar.” Kata Kaison ingin mengecah Daffin untuk pergi, “tutt” Daffin pun menuntup panggilan dari Kaison.
"Haish.. dasar anak ini.” Kata Kaison dengan nada sedikit kesal karena masih banyak pertanyaan yang dia ingin tanyakan kepada Daffin, tapi tidak sempat dia tanyakan.
“Ya sudahlah, nanti malam juga ketemu lagi.” Kata Kaison sambil meminum kopi yang sudah dingin yang dia pesan dari minimarket beberapa saat lalu, Kaison pun mengesekan rokoknya ke asbak yang berada di meja untuk memandamkan rokoknya dan memasukan rokok, telepon genggam dan kartu akun King’s Arena ke dalam kantong celananya untuk menyudahi istirahatnya, Kaison berdiri dan membuang gelas plastik yang dia gunakan untuk meminum kopinya dan kembali berjalan menuju restoran melalui pintu belakang yang dia lewati sebelumnya.
“Bang” Setelahnya membuka pintu Kaison yang kembali ke dapur melihat rekan-rekan kerja sesama kokinya, sedang sibuk memasak, menata, menggoreng, merebus dan membuat saus, di sekeliling Kaison semua orang terlihat sedang sibuk menyiapkan makanan.
“Iya, baiklah.” Jawab Kaison kepada tugas yang diberikan Rei kepadanya, Kaison pun mengambil apronnya yang tergantung, dia segera memakai apron tersebut dan berlari menuju station saus untuk membuat saus spagetti, semua juru masak disana semuanya sibuk, bahkan Waiter pun selalu bulak-balik untuk memberikan makan kepada tamu tanpa henti, mereka terus kembali dengan piring kosong dan keluar dengan piring yang penuh dengan makanan untuk diberikan kepada pelanggan restoran.
***
Daffin yang mempunyai beberapa buah paket yang masih tersisa di motornya segera mengantarkan semua paket tersebut ke alamat yang tertera dalam setiap paket tersebut, dia terus berkendara dari satu alamat ke alamat lainnya untuk menyelesaikan pekerjaannya, ketika semua paket sudah diantarkan kepada si penerima di masing-masing alamat tersebut Daffin mengangkat tangan kirinya untuk melihat pukul berapa sekarang di jam tangannya.
Waktu menunjukan pukul 14:42 hanya 18 menit lagi waktu yang tersisa agar Daffin bisa berkemas dan pulang, dia pun segera naik ke motornya dan mengendarainya menuju kantornya untuk mengisi lembaran kerja dan laporan untuk melaporkan bahwa semua paket yang dia bawa hari ini sudah berada di tangan penerima dan tidak ada yang delay ataupun dia bawa kembali karena si penerima paket sedang tidak ada di rumah atau rumah si penerima sedang kosong.
__ADS_1
Ketika Daffin sampai di depan kantornya dia pun turun dari motornya dan segera bergegas berlari menuju meja dan meraih kertas lembaran kerja yang harus dia isi setelah dia selesai mengirimkan paket, “Check, Check, Check, Check.” Daffin pun beranjak dari kursinya dan berjalan menuju kantor supervisor untuk menyerahkan lembaran kerjanya dan melaporkan kepada supervisornya.
Daffin pun mengetuk dan membuka pintu yang ada di depannya dan terlihat ada seorang pria umur 40-an sedang bekerja menggunakan komputernya.
“Permisi pak, saya ingin memberikan lembaran kerja saya hari dan melaporkan bahwa saya sudah mengirimkan semua paket yang saya bawa hari ini.” Kata Daffin kepada pria tersebut yang adalah supervisornya.
“Ahh ya.. kerja bagus.” Kata pria tersebut sambil menoleh ke atas untuk melihat jam dinding yang terpasang tepat di depannya.
“Kau sudah boleh pulang sekarang.” Ucap pria tersebut kepada Daffin, Daffin pun menyerahkan lembaran kerjanya tersebut dan memberikan laporannya tentang pekerjaannya hari ini.
"Ahh.. tunggu sebentar.” Kata pria tersebut seakan dia telah melupakan sesuatu dan baru saja mengingatnya.
“Hari ini kita akan makan malam bersama-sama dengan seluruh staff, apa kau mau ikut?.” Tanya pria tersebut kepada Daffin.
“Kalau malam ini, Saya tidak bisa, saya sudah ada janji dengan teman-teman saya, mungkin lain kali.” Jawab Daffin sedikit menyesal karena menolak ajakan makan malam tersebut.
“Kau tidak pernah ikut makan malam dengan kami, tapi apa boleh buat jika itu jawaban mu.” Ucap Pria tersebut sambil menghela nafas dengan sedikit sedih.
“Kalau begitu selamat berakhir pekan.” Kata pria tersebut.
“Iya terima kasih.” Ucap Daffin sembari membalikan badannya dan pergi keluar dari kantor tersebut, Daffin pun menuju lokernya untuk berganti pakaian dan bergegas pulang, di sana dia bertemu beberapa rekan kerjanya yang juga sebagai kurir, mereka juga menanyakan pada Daffin apakah dia ikut untuk pergi makan malam atau tidak.
“Sayang sekali, katanya kita akan makan daging lho.” Kata salah satu orang tersebut.
__ADS_1
“Iya aku juga dengar begitu, kenapa kau tidak ikut saja.”
“Aku tidak bisa, aku sudah ada janji, ha ha ha.” Ucap Daffin sedikit sedih sembari tersenyum kecil.