
Di sisi lain, tepatnya di Tokyo, Jepang ada sepasang pria dan wanita yang tinggal bersama dalam satu atap kurang lebih mereka sudah tinggal bersama selama 5 tahun. Mereka adalah Eiji Hideyoshi dan Reina Mizuki atau yang lebih dikenal saat ini sebagai Ten Thousand Knives dan Dancing Magician.
“Eiji, kenapa kau menyuruh kami semua mengirimkan permintaan kepada party yang kita lawan sebelumnya? Itu tidak biasanya kau menyuruh kami melakukan itu.”
Reina yang sedang bermain di posisi tidurnya tepat di paha Eiji bertanya kepada Eiji sambil terus menghisap permen lolipop di dalam mulutnya. Mereka sedang menunggu musuh melakukan pick jadi mereka bisa berbincang-bincang sejenak sembari menunggu waktu giliran mereka.
Eiji yang sedang duduk memperhatikan layar permainan menaikan kacamata miliknya dan melirik ke bawah ke arah Reina tanpa menggerakan kepalanya sedikitpun sembari tersenyum dan berkata.
“Kau seharusnya tidak memakan lolipop sambil tiduran, dan kau juga seharusnya juga bangun dan tidak tiduran terus di pahaku karena pahaku sekarang aku sudah tidak bisa merasakan paha kiriku lagi.”
“Hmph.”
Mendapatkan jawaban yang tidak dia inginkan Reina memalingkan wajahnya dan tidak mau melihat Eiji untuk beberapa saat. Tapi bukan perasaan benci atau kesal yang dia rasakan tapi dia hanya menyukai Eiji yang seperti ini karena Eiji memang memiliki sifat yang sedikit tidak romantis.
Alasan Reina menanyakan hal seperti itu karena dia penasaran Eiji bukanlah seseorang yang akan mengirimkan permintaan pertemanan ke sembarang orang, kecuali jika dirinya dikirimi permintaan pertemanan dia akan senang hati menerima mereka. Terlebih lagi, Eiji juga menyuruh Reina. Prideful Forest, Empty Mist dan Concealed Cloud mengirimkan permintaan pertemanan kepada Daffin, Kaison, Lulu, Lin Zhang Jian dan Lin Mei Xia.
__ADS_1
“Yah aku juga penasaran kenapa kau menyuruh kami semua untuk mengirimi pertemanan kepada mereka.”
Pertanyaan itu dilontarkan oleh Prideful Forest kepada Eiji. Tidak hanya Reina yang penasaran akan hal itu tetapi tampaknya Prideful Forest, Empty Mist dan juga Concealed Cloud juga penasaran tentang perintah yang Eiji suruh kepada mereka.
“Chae Seong..”
Eiji menjawab pertanyaan Prideful Forest dengan memanggil nama aslinya.
“Kau pasti mengerti kan bahwa Ranked match ini dipenuhi pemain-pemain luar biar dan pemain-pemain tersebut memegang title peringkat di negara mereka. Walaupun hanya beberapa dari mereka yang memiliki title peringkat pertama dan yang satu lagi hanya peringkat ketiga dan yang terakhir tidak berperingkat sama sekali. Tetapi terlihat bahwa mereka memiliki chemistry yang bagus walaupun masih berantakan itu karena mereka baru saja membentuk tim tersebut untuk tournament mendatang.”
Mendengar pernyataan Eiji yang panjang lebar membuat mereka mengerti maksud Eiji, tetapi di satu sisi masih banyak lubang dalam jawabannya.
Empty Mist tidak puas dengan jawaban Eiji. Dia juga ikut menanyakan sesuatu yang mengganjal di hatinya.
“Yeon Rim… aku tau maksudmu. Tapi aku merasakan sesuatu yang berbeda dari mereka dan bukankah kita membutuhkan beberapa tim untuk latih tanding bersama kita? Aku pikir setidaknya kita bisa melihat dan merasakan melawan tim dari Indonesia. Walaupun aku hanya melihat bahwa hanya ADC mereka, Fire yang berperingkat pertama dan Toplaner mereka Fallen Star hanya menduduki peringkat ketiga dan Midlaner mereka yang tanpa peringkat apapun. Tapi bukankah dua yang lainnya menarik perhatianmu?”
__ADS_1
Tanya Eiji kepada Heol Yeon Rim. Namun sebelum Heol Yeon Rim membuka mulutnya Eiji menyambung perkataannya tadi.
“Selain itu, Storm memiliki kecepatan dalam permainannya dan hebat dalam memainkan Jungler bertipe assassin, aku sudah melihat profilenya dia hebat dalam memainkan Mountain Breeze, Demon God dan juga Demon Hunter, ketiga hero itu memiliki kecepatan dalam movement speed dan juga memiliki gerakan yang lincah. Namun hero-hero tersebut juga mengharuskan pemainnya memiliki ketepatan di atas rata-rata dan fokus yang hebat. Karena jika kau sedikit saja salah langkah maka kau hanya akan terjebak dalam pertempuran dan mati.”
Mendengar jawaban Eiji, Rak Chae Seong dan Heol Yeon Rim tidak melanjutkan pertanyaan mereka. Hanya Cheon Kang Joon atau Concealed Cloud yang tidak menanyakan apapun karena dia sibuk mengecek sosial media miliknya. Dengan pengalaman yang Eiji miliki sebagai pemain game, Chae Seong dan Yeon Rim tidak meragukan perkataannya. Seperti kata pepatah orang hebat akan bisa melihat kehebatan orang lain juga.
Eiji adalah pemain yang dijuluki Master of All di King’s Arena, karena dia bisa menggunakan semua hero di atas pemain rata-rata dan hampir tidak ada cacat. Selain itu pemahaman dirinya tentang permainan juga bisa dibilang hebat. Macro dan Micro permainannya sangatnya mengagumkan. Bahkan beberapa tahun ke belakang sebelum Eiji memainkan King’s Arena. Dirinya dijuluki juga sebagai Genius Player karena berhasil mewakili timnya dan negaranya selama 5 tahun terakhir dalam kompetisi eSports dan terkenal di kalangan semua pemain game di dalam negeri maupun di luar negeri.
Walaupun selama 5 tahun terakhir dia tidak pernah memenangkan kejuaraan apapun dan selalu kalah dalam partai final yang membuat dirinya harus puas berada dalam posisi kedua. Bahkan karena kutukan final yang Eiji derita Eiji juga dijuluki Number One Unlucky God.
Diumurnya yang sekarang sudah menginjak 24 tahun. Eiji bersumpah akan memenangkan sebuah kejuaraan game dan membuang julukan Number One Unlucky God yang disematkan orang-orang kepada dirinya. Dan title juara yang ingin dia rebut adalah pertandingan internasional King’s Arena mendatang.
Berbeda dengan Eiji. Kaison yang mempunyai julukan Master of One karena dirinya hanya bisa memainkan Black Ghost dengan hebat. Walaupun begitu Eiji mengakui permainan Black Ghost milik Kaison adalah permainan Black Ghost yang paling hebat yang pernah dia lihat. Bahkan bisa dibilang Black Ghost milik Kaison adalah yang terbaik mengalahkan dirinya yang mana sebenernya jika Eiji tidak melakukan beberapa serangan kejutan dan membuat darah Kaison lebih rendah dari miliknya. Dia merasakan bahwa Kaison bisa mengalahkan dirinya dengan mudah.
Karena hal ini juga yang membuat dirinya tertarik dengan Kaison dan meminta Reina. Chae Seong, Yeon Rim dan Kang Joon mengirimkan permintaan pertemanan untuk mereka. Selain karena dirinya tertarik pada Kaison. Eiji juga berpikir bahwa ini adalah kesempatan yang bagus untuk Rak Chae Seong untuk berkembang. Dikarenakan Shadow Tiger selalu mementingkan komposisi tim di atas segalanya yang membuat Rak Chae Seong harus bermain Jungler bertipe Tank atau Crowd Control selama ini.
__ADS_1
Eiji atau bahkan Rak Chae Seong sendiri pun tidak ingat kapan terakhir Kali Rak Chae Seong menyentuh Jungler bertipe assassin. Jadi Eiji berpikir ini cukup bagus untuk meningkatkan kemampuan Rak Chae Seong dari sisi Jungler. Karena Jungler bertipe Assassin dan Tank memiliki gameplay yang sangat berbeda.
Jungler bertipe assassin mengharuskan penggunanya bisa membunuh ADC ataupun Mage lawan, sedangkan Jungler bertipe tank lebih memiliki tugas yang terbilang lebih mudah karena dalam keadaan bertempur mereka tidak diharuskan menculik bagian belakang, namun hanya sebagai badan kedua untuk menerima damage dan memberikan Crowd Control.