Online Couple

Online Couple
Chapter 20


__ADS_3

“Aku harus cepat-cepat membunuh Wine Carrier Master ini.” Permainan baru berjalan beberapa detik, tapi Black Ghost milik Fallen Star sudah bermain secara agresif, Fallen Star bahkan tidak memberikan musuhnya mendekati creep yang menyebabkan musuhnya kehilangan beberapa gold dan juga exp.


Tidak lama kemudian dengan sabitnya yang besar Black Ghost milik Fallen Star berhasil membunuh Wine Carrier Master di toplane.


[First Blood]


Tapi saat gambar kill muncul, first blood bukan didapatkan oleh Fallen Star, melainkan oleh Fire yang berada di bawah.


[Double Kill]


Bukan hanya mendapatkan 1 tapi Fire berhasil membunuh ADC dan support yang menjadi rekan satu tim Fallen Star. Setelah gambar double kill hilang, barulah gambar kill Black Ghost terhadap Wine Carrier Master muncul setelahnya.


“Sial… aku kira aku bisa mendapatkan first blood dan mendapatkan beberapa gold tambahan, tapi aku terlambat beberapa detik darinya.” Kata Kaison sedikit kesal ketika dia melihat skor kill yang berbanding 2 banding 1.


Permainan terus berlanjut di mana titik Black Ghost milik Fallen Star tidak terbendung di arah top, Wine Carrier Master sudah mati sebanyak 3 kali, bahkan Jungler dan Midlaner yang ingin melakukan ganking terhadap Fallen Star pun tumbang, situasi 1 melawan 3 bukanlah hal yang sulit untuk hero Black Ghost milik Fallen Star.


Black Ghost sendiri memiliki pasif skill yang mana semakin banyak dia melakukan hit dan mengurangi darah milik musuh, semakin sakit pula damage yang dihasilkan oleh Black Ghost terhadap musuhnya.


[K.O]


[Double Kill]


[Triple Kill]


Black Ghost pun meratakan Wine Carrier Master, Goddess of the Moon dan juga Demon Bird sekaligus, skill ultimate milik Black Ghost terus menerus reset ketika berhasil melakukan kill, tidak hanya itu kecepatan geraknya pun juga bertambah.

__ADS_1


“Huh… untung saja Fickle Doom (Skill ultimate hero Black Ghost), berhasil kugunakan dengan baik.” Kata Kaison sembari recall untuk pulang ke base dan mengisi darahnya yang tersisa ¼.


Tapi di sisi lain arah bottom lane, Fire juga melakukan hal yang sama, dia dan supportnya berhasil mengalahkan musuhnya dengan situasi 2 melawan 4, Demon Fox dan Grass Firefly merupakan kombinasi yang baik, di mana Grass Firefly bisa melakukan heal secara terus-menerus kepada Demon Fox dengan skill Flower Power miliknya, ditambah dengan skill Wind Rider milik Demon Fox, Demon Fox pun minim terkena serangan dari musuhnya.


[K.O]


[Double Kill]


[Triple Kill]


[Quadra Kill]


“Aish… sial… bukan hanya 1 atau 2, tapi 4 sekaligus?.” Kaison terlihat kaget sekaligus kagum dengan permainan Fire.


“Pemahaman dan kemampuannya ada di level yang berbeda.” Kata Kaison sembari melihat statistik pertandingan. Gold yang dimiliki Kaison berada di atas Fire, karena dia sudah mendapatkan 5 kill dan 1 turret di atas, ditambah juga karena Toplaner hanya sendirian ketika berada di lanenya, Fallen Star tidak perlu membagi gold creepnya seperti yang dialami oleh ADC dan Support di lane bawah.


Wine Carrier Master mendorong creep yang berada di atas sekaligus mencari gold dan exp untuk mengejar ketertinggalan yang disebabkan oleh Fallen Star. Situasi memaksanya untuk farming karena tidak memungkinkan untuknya mengikuti war yang terjadi di bawah, item yang baru dimiliki Wine Carrier Master hanya 2, sedangkan Black Ghost sudah memiliki 4 item. Wine Carrier Master tidak akan bertahan lama dan tidak akan bisa membantu banyak dengan kekuatan yang dia miliki saat ini.


War di bawah pun terus berlanjut, Fire berhasil melakukan kill terhadap hero Goldfish Princess dan Bone Girl. Tapi, Fallen Star yang memasuki war dengan agak terlambat, mengayunkan sabit besarnya kepada 4 pemain lawan, Black Ghost pun menggila.


“Fire, Fire, aku harus membunuhnya terlebih dahulu.” Kata Kaison mengejar Demon Fox milik Fire, walaupun Fire dilindungi 3 orang rekan timnya, Fallen Star terus menerobos masuk tanpa menghiraukan ketiganya. Ketika darah Fire hanya tersisa ¼ Black Ghost pun mengeluarkan skill ultimatenya, Fickle Doom.


Gerakan sabit yang memutar 360 derajat yang dilakukan oleh Black Ghost pun berhasil membunuh Demon Fox.


[K.O]

__ADS_1


Dengan kematian Demon Fox milik Fire, sekarang lawan Fallen Star hanya menyisakan Grass Firefly, Goddess of the Moon dan Demon Bird, tapi itu bukan masalah untuk Black Ghost, Fickle Doom yang dia miliki berhasil tereset karena berhasil melakukan kill terhadap Demon Fox, dan kecepatan geraknya pun bertambah.


Black Ghost milik Fallen Star tidak melepaskan mangsanya, dia terus mengejar lawannya dengan sabit hitam besar yang dia pegang, ketika Grass Firefly, Goddess of the Moon dan Demon Bird hanya memiliki darah yang tersisa ¼, Black Ghost pun menggunakan Fickle Doom dan berhasil membunuh ketiganya sekaligus.


[Double Kill]


[Triple Kill]


[Quadra Kill]


[Legendary]


“Huh…” Daffin hanya bisa menghela nafas ketika timnya kalah war akibat Black Ghost milik Fallen Star yang terus mengejarnya dan berhasil meratakan ketiga rekannya yang lain.


Setelah berhasil mendapatkan Quadra Kill tersebut, Fallen Star pun langsung menuju kraken yang hanya menyisakan 1 bar darahnya, dan dia pun berhasil mengamankan kraken tersebut.


[Kraken telah berhasil dibunuh]


[Damage +5% 1/3]


Kaison pun dengan segera meliirik mini map, dia bermaksud untuk segera melakukan Orochi dengan kedua rekan timnya yang tersisa, tapi Orochi belum Spawn, masih tersisa 21 detik lagi sebelum Orochi spawn, dia pun melihat detik kematian lawannya yang kurang dari 20 detik untuk hidup kembali, saat itu pun dia mengurungkan niatnya untuk melakukan Orochi karena terlalu beresiko, jika dilakukan dengan war seperti tadi.


“Sial… waktunya sungguh tidak tepat.” Kata Kaison sembari mengambil kraken flag dan recall ke basenya untuk mengisi darahnya.


Semua pemain yang mati dari war terakhir pun sudah respawn dan hidup kembali, dan kedua tim telah bersiap-siap berjaga di arah mid untuk mengawasi Orochi yang sudah spawn.

__ADS_1


“Ini buruk, walaupun goldku lebih banyak dari pemain lain, tapi Fire sudah mendapatkan semua itemnya, dan itu tidak akan berpengaruh lagi padanya, aku harus tenang dan dapatkan hit sebanyak-banyaknya.” Kata Kaison yang diam di semak-semak dan terus memperhatikan mini map. Tapi, tiba-tiba Wine Carrier Master maju ke arah semak dan menggunakan ultimate miliknya, New Boss in Town.


Dia berubah menjadi besar dengan darah, pertahanan dan kekuatan serangan yang berlipat selama 15 detik, segera setelah dia masuk ke dalam semak-semak, Wine Carrier Master berhasil menemukan Fallen Star serta rekan setimnya yang bersembunyi dalam semak.


__ADS_2