Online Couple

Online Couple
Chapter 32


__ADS_3

“Tidak apa, kau bisa bicara selagi aku makan.” Kata Daffin sambil mengunyah mie yang berada penuh di mulutnya. Tapi, anak kecil itu menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tidak mau menuruti apa yang Daffin katakan.


“Nenek bilang jika sedang makan tidak boleh berbicara, dan tidak boleh mengajak bicara orang yang sedang makan.” Kata anak kecil itu sambil meletakan telepon genggamnya di atas meja. Dia sudah keluar dari papan hasil dan tampilan King's Arena menunjukan bahwa dia sedang berada di lobby.


“Sopan juga bocah ini.” Ucap Daffin dalam hati sembari melirikan matanya ke arah anak kecil yang duduk di sampingnya. Tapi tangan dan mulut Daffin fokus terhadap makanannya.


“Ngomong-ngomong siapa namamu?” Tanya Daffin.


“Kakak, kau sedang makan tidak boleh bicara.” Jawab anak kecil itu dengan dingin.


“Aku mengerti, aku mengerti, Jawab saja pertanyaanku.” Kata Daffin sedikit kesal.


“Aku Regi, nama kakak siapa?” Tanya anak kecil itu penasaran. Daffin akhirnya mengetahui bahwa nama anak kecil yang duduk di sampingnya itu bernama Regi.


“Aku sedang makan, tidak boleh menjawab.” Kata Daffin dengan nada mengejek sembari terus menyeruput mienya dengan keras hingga mengeluarkan suara. Regi langsung memandangi Daffin dengan mata yang sinis ketika Daffin mengejeknya dan Daffin hanya tersenyum kecil melihat ekspresi yang ditunjukan oleh Regi.


“Ahh.. kenyang.” Daffin menghabiskan makanannya. Bahkan mangkuk mie tersebut tidak meninggalkan bekas sedikit pun seperti mangkuk yang baru saja dicuci dengan air. Dia menyeka mulutnya menggunakan tangannya dan membuang pandangannya kepada Regi.


“Hei!” Panggil Daffin kepada Regi, Regi menengok ke arah Daffin dan menaikan kepalanya.


“Ambilkan aku soda, bilang pada Bibi aku beli soda juga.” Mendengar Daffin yang menyuruhnya mengambilkan minuman soda, Regi langsung mengerutkan dahinya dan menatap tajam mata Daffin. Tapi dia langsung berdiri dan berjalan menuju kulkas untuk mengambil minuman soda tersebut.

__ADS_1


“Nenek, kakak yang di sana bilang dia beli soda.” Teriak Regi dan Bibi itu menjawab dengan anggukan mengiyakan kata-kata Regi. Regi pun kembali dengan 2 kaleng soda di tangannya. Dia meletakan soda tersebut di depan Daffin dan kembali duduk di sebelah Daffin sembari membuka minuman soda miliknya.


“Ini.” Sekaleng minuman soda diletakan oleh Regi di depan mata Daffin, Daffin langsung melirik Regi yang kembali duduk di sampingnya yang sedang membuka minuman soda miliknya.


“Aku hanya membayar satu ya.” Kata Daffin sembari membuka minuman soda miliknya dan meminumnya.


“Aku tau.” Jawab Regi.


“Jadi apa yang ingin kau bicarakan sampai kau menungguku seperti itu?” Tanya Daffin sambil meletakan minuman soda miliknya.


“Apa kau juga bermain King's Arena?” Tanya Regi yang kembali antusias seperti saat pertama kali dia duduk di samping Daffin.


Anak kecil yang sangat menyebalkan ketika Daffin sedang makan tiba-tiba hilang dan sekarang muncul anak kecil yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.


“Kalau begitu kau pasti tau Fire kan? ADC peringkat pertama negara kita?” Tanya Regi sembari meraih telepon genggamnya. Dia lalu mengklik papan peringkat dan memperlihatkan pada Daffin dengan cara menunjuk-nunjuk menggunakan jarinya.


“Ini, ini.” Kata Regi. Daffin yang mendengar Regi mempertanyakan akunnya sedikit kebingungan sampai-sampai Daffin hampir tersedak oleh minuman soda yang sedang dia minum.


“Apa… ada yang salah dengan Fire?” Tanya Daffin dengan nada serius. Dia meletakan minuman sodanya dan mendekatkan badannya kepada Regi.


“Tidak ada yang salah dengannya, aku itu penggemarnya.” Kata Regi dengan sangat tenang. Dia tidak mengetahui bahwa saat ini dia sedang membicarakan Fire dengan pemilik akunnya, Daffin. Entah apa ekspresi yang akan Regi perlihatkan jika dia tahu bahwa dia saat ini sedang berbicara dengan pemilik akun Fire yang ada di hadapannya.

__ADS_1


“Hmm.. benarkah apa dia sehebat itu?” Tanya Daffin dengan menunjukan wajah poker face agar tidak terlihat mencurigakan. Daffin pun berpikir bahwa itu bukan sebuah kebetulan ketika Regi memintanya untuk memainkan akunnya tadi. Kemungkinan Regi memang mengambil role ADC dan menggunakan hero Demon Fox karena itu juga merupakan role utama dan hero favorit dari Fire sendiri.


“Apa kakak bercanda? Kakak tidak tau dia sehebat apa?!” Regi sangat terkejut mendengar hal itu bahkan ketika Regi melihat wajah Daffin, Daffin seperti tidak sedikitpun menunjukan rasa hormat terhadap Fire.


“Aku tau kakak hebat, aku sudah tau pada saat aku meminta mainkan akunku tadi, kakak berhasil membalikan keadaan walaupun situasi permainan tadi sangat sulit untuk dilanjutkan. Tapi kakak tidak sepatutnya berbicara dengan nada yang meremehkan seperti itu. Walaupun kakak hebat, tapi kakak tidak sebanding dengan Fire.” Sambung Regi.


“Ha ha.” Daffin tertawa dalam hati, dia bahkan ingin tertawa lepas mendengar hal yang dikatakan Regi ketika dia mengatakan bahwa Daffin meremehkan Fire. Tapi Daffin hanya tersenyum tipis mendengar hal itu dan Daffin menaikan satu kakinya ke atas kursi karena dia sedikit tertarik tentang pembicaraan yang dia sedang lakukan bersama dengan Regi saat ini.


“Begitukah?” Tanya Daffin kepada Regi.


“Tentu saja, tidak ada yang bisa mengalahkan Fire, tidak ada.” Jawab Regi dengan sangat percaya diri dia bahkan mengepalkan tinjunya untuk menunjukan tekad dari perkataan yang dia katakan.


“Tapi…” Seketika ekspresi dan nada bicara Regi berubah. Daffin yang penasaran sekaligus kebingungan lalu bertanya kepada Regi. “Tapi kenapa?” Tanya Daffin sembari memposisikan posisi duduknya.


“Menurut kakak, bagaimana orang yang ada dibalik akun Fire ini?” Tanya Regi. Tapi Daffin tidak terlalu mengerti apa yang dikatakan oleh Regi, Daffin merasa perkataan yang dikatakan oleh Regi kurang bisa di cerna oleh pikirannya.


“Bagaimana? Bagaimana apanya maksudmu?” Tanya Daffin meminta penjelasan kepada Regi. Karena saat Daffin memikirkan sendiri apa maksud yang ingin disampaikan oleh Regi, Daffin hanya menemui jalan buntu dipikirannya.


“Menurut kakak… apa seseorang yang memiliki akun Fire ini memiliki sifat baik atau sombong?” Tanya balik Regi kepada Daffin.


“Apa yang anak ini bicarakan?” Kata Daffin dalam hati. Daffin memikirkan maksud perkataan Regi yang menanyakan apakah pemilik akun Fire adalah orang baik atau bukan. Daffin bahkan berpikir sembari memegang dagunya dan mengosok-gosoknya seperti ala detektif yang sedang berpikir.

__ADS_1


“Memangnya kenapa kau menanyakan hal seperti itu?” Tanya Daffin penasaran.


“Begini.. aku sudah mengirimkan Fire permintaan pertemanan, tapi dia sama sekali tidak menerimaku sebagai temannya. Bahkan aku selalu mencoba mengirimkan pertemanan kepada Fire tapi sistem bilang bahwa permintaan pertemananku sudah terkirim. Tetapi Fire sama sekali tidak menerima permintaan pertemananku sampai detik ini.” Kata Regi sangat sedih. Dia terdengar seperti orang yang sangat putus asa karena hal tersebut.


__ADS_2