Online Couple

Online Couple
Chapter 14


__ADS_3

Setelah pengumuman sistem berhenti menyiarkan tentang kenaikan peringkat Storm, mereka berlima memutuskan untuk beristirahat sejenak dengan mengobrol satu sama lain.


“Aku ingin istirahat deh, jari-jari ku pegal.” Kata Kaison sambil menggerak-gerakan jarinya, jarinya pun menghasilkan suara tulang yang dipatahkan “kretek kretek”.


“Yah kau benar, tidak terasa sudah 3 jam kita bermain.” Kata Daffin memalingkan wajahnya untuk melihat jam dinding, jam menunjukan pukul 10.02 malam.


“Tapi permainan Lulu benar-benar membaik ya.” Kata Kaison memuji dengan nada tulus.


“Benarkah?.” Tanya Lulu dengan sedikit malu-malu.


“Terima kasih Kai-…” sebelum Lulu menyelesaikan perkataannya Kaison dengan cepat menjawab pertanyaan Lulu.


“Bercanda… tentu saja tidak ha ha ha.” Kata Kaison dengan tertawa mengejek yang diarahkan kepada Lulu.


“Haih benar-benar seperti anak SD.” Kata Daffin kepada Kaison setelah mendengar perkataan Kaison yang mengejek Lulu.


“Ha ha ha.” Kaison hanya tertawa.


“Kalian sungguh dekat ya.” Kata Lin Mei Xia sedikit tertawa mendengar obrolan konyol mereka.


“Dekat apanya?, Aku benar-benar akan memukulnya jika bertemu.” Kata Lulu dengan nada sedikit kesal, pipinya mengelembung seakan menunjukan dia sedang marah.


Tidak lama setelah Lulu mengatakan hal tersebut, Lin Zhang Jian berpamitan kepada mereka.


“Kalau begitu aku pergi duluan.” Kata Lin Zhang Jian yang mengatakan dia akan keluar dari voice chat dan menyudahi permainannya.


“Eh?.. kenapa?..” Tanya Lulu.


“Ada hal yang kulakukan, kita bisa bermain lagi besok.” Kata Lin Zhang Jian menjawab pertanyaan Lulu.


“Baiklah kalau begitu sampai jumpa besok.” Kata Daffin


“Umm..” Lin Zhang Jian hanya mengangguk kepada perkataan Daffin dan mengatakan selamat bersenang-senang kepada mereka semua, Lin Zhang Jian pun logout dari permainan dan keluar dari voice chat tepat setelah dia mendapatkan kenaikan peringkat di match terakhir.

__ADS_1


[Triing]


Setelah Lin Zhang Jian pergi, Lulu pun berniat menyudahi permainannya hari ini, dia mengatakan bahwa dia merasa letih dan segera ingin melompat ke tempat tidurnya.


“Kalau begitu aku juga.”


“Aku juga cukup sampai disini, aku ingin tidur.” Kata Lulu mengantuk.


“Dadah Daffin, dadah Lin Mei Xia.” Kata Lulu mengatakan selamat tinggal kepada mereka berdua, tapi dia tidak mengucapkan nama Kaison di sana.


“Oke.” Jawab Daffin singkat.


“Dadah Lulu hem hem.” Jawab Lin Mei Xia sambil tersenyum.


“Kau tidak pamit padaku?.” Kata Kaison bertanya keheranan, tapi Lulu tidak mengatakan selamat tinggal kepada Kaison, dia hanya mengejek Kaison sebelum kepergiannya.


“Bleee…” Kata Lulu kepada Kaison seakan dia sedang menjulurkan lidahnya kepada Kaison dan mengejeknya.


[Triing]


“Haish… dasar anak kecil.” Kata Kaison dengan nada sedikit kesal.


“Hee hee… dia tidak sadar diri, apa perlu disediakan cermin untuknya.” Pikir Daffin dan Lin Mei Xia tapi mereka tidak mengatakan itu dengan mulut mereka melainkan dengan hati mereka.


“Yoo.. bagaimana sekarang?, Kalian masih mau main?, Ayo main lagi!.” Tanya Kaison kepada Daffin dan Lin Mei Xia. Dan ketika mereka berdua ingin menjawab pertanyaan Kaison, tiba-tiba sifat Kaison yang kekanak-kanakan muncul lagi.


“Bercanda… aku mau tidur.”


“Bye ha ha ha.” Kaison pun langsung keluar dari voice chat setelah mengatakan itu.


“Haishh.. dasar orang itu, sifatnya seperti anak SD.” Kata Daffin.


“Ha ha ha.” Lin Mei Xia hanya tertawa.

__ADS_1


“Tapi aku suka di sini, di sini ramai.” Sambung Lin Mei Xia.


“Ya begitulah.”


“Jadi.. bagaimana sekarang?, Apa kau ingin pergi juga dan menyudahi untuk hari ini?.” Tanya Daffin kepada Lin Mei Xia.


“Hmm… entalah, bagaimana dengan mu?.” Lin Mei Xia yang penuh keraguan tidak bisa menjawab pertanyaan Daffin dan masih berpikir apakah dia akan lanjut main atau pergi untuk tidur.”


“Aku sih… masih ingin main, aku belum mengantuk, lagipula besok hari liburku, jadi aku bisa terjaga semalaman tanpa masalah.” Kata Daffin menjawab pertanyaan Lin Mei Xia.


“Kalau begitu ayo, ayo kita main lagi!.” Ajak Lin Mei Xia kepada Daffin dengan antusias.


“Aku juga ingin melakukan bond denganmu, jadi kita lakukan 10 kali main lagi ok?.” Kata Lin Mei Xia kepada Daffin.


“Yah.. aku sih tidak masalah, apa kau bisa bertahan untuk bermain 10 kali lagi?.” Tanya Daffin kepada Lin Mei Xia.


“Hee… kau meremehkanku ya, aku akan menemanimu bermain, aku juga besok tidak bekerja.” Kata Lin Mei Xia.


“Baiklah kalau begitu, aku akan mengundangmu ke dalam room.” Kata Daffin.


Daffin pun mengundang Water masuk ke dalam room dan bermain dengan sistem duo, walaupun kemungkinan menang mereka lebih kecil dibandingkan bermain secara 5-man party, tapi tidak masalah karena bagaimanapun mereka berada di posisi puncak, mereka hanya berharap menemukan pemain yang bisa diajak bekerja sama saat menjadi rekan satu tim, walaupun mereka tidak bisa diajak bekerja sama, selama Daffin dan Lin Mei Xia menang di bawah mereka bisa menggendong tim menuju kemenangan.


Game pertama mereka sebagai duo tidak menemui masalah, mereka menang dengan mudah, begitu juga dengan seterusnya, game kedua menang, game ketiga menang, bahkan 3 pemain yang menjadi rekan satu tim Daffin dan Lin Mei Xia menuruti komando yang mereka katakan, tanpa dibantah sedikitpun oleh pemain lagi, mungkin itulah kekuatan dari badge peringkat, semua orang yang melihat itu akan mempercayaimu dan juga akan menghormatimu sebagai pemain yang hebat juga berpengalaman.


Begitu juga game keempat, kelima Dan keenam,mereka juga memenangkan match tersebut tanpa adanya masalah, walaupun mereka bertemu pemain peringkat lainnya sebagai lawan, mereka tetap mengalahkannya, tidak hanya bertemu musuh yang berperingkat, mereka juga bertemu pemain yang berperingkat sebagai rekan satu tim, dimana itu menambah rasa percaya diri Daffin dan Lin Mei Xia untuk memenangkan pertandingan.


Satu pertandingan memakan waktunya sekitar 15 sampai 20 menit, hanya dengan bermain 6 match mereka sudah melewatkan 1 jam 45 menit waktu mereka, yang di mana waktu menunjukan pukul 11.45, hanya 15 menit sebelum tengah malam, itu tidak terasa, bagaimanapun mereka hanya bermain menatap layar telepon genggamnya tapi waktu sudah berlalu cepat seperti angin lewat.


“Apa kau yakin masih bisa melanjutkan bermain?.” Tanya Daffin kepada Lin Mei Xia.


“Tentu saja, aku tidak mengantuk sedikitpun, hanya tinggal 4 game lagi, go go.” Ucap Lin Mei Xia sembari mengepalkan tangannya ke atas.


“Yah… baiklah kalau begitu, aku kita lanjutkan.”

__ADS_1


“Bilang saja jika kau ingin berhenti.” Kata Daffin dengan sedikit khawatir.


“Tenang saja, tenang saja, aku baik-baik saja ha ha ha.” Kata Lin Mei Xia sambil tertawa, dia tidak menunjukan rasa kantuknya sedikitpun, mereka pun melanjutkan permainannya untuk memenuhi persyaratan melakukan bonding antar pemain.


__ADS_2