
“Dasar Kaison tidak jelas.” Ucap Lulu. Dia pun tidak membalas pesan Kaison tersebut. Lulu hanya terbaring di tempat tidurnya sembari memeluk guling dan menatap layar telepon genggamnya. Perasaan tidak berguna masih menggenang di dalam diri Lulu, dia selalu berpikir bahwa dirinya bisa digantikan kapan saja kalau mereka mau, meskipun dia dengan senang hati akan menerima hal tersebut.
Lulu lalu membuka sebuah platform streaming dan mencari seorang streamer King's Arena, saat itu juga dia mendapatkan rekomendasi kanal bernama Dancing Magician. Dancing Magician sendiri adalah pemain Midlaner Peringkat-1 Jepang sekaligus streamer resmi dari platform streaming tersebut. Dancing Magician juga berada di guild peringkat-1 aliansi Jepang dan Korea bernama Shadow Tiger.
Lulu yang tertarik membuka kanal tersebut dan menonton permainan dari Shadow Magician, dia pun menyadari bahwa pemilik kanal tersebut adalah seorang pemain wanita, sama seperti dirinya. “Dancing Magician.. dia pemain yang hebat.” Baru beberapa saat setelahnya Lulu membuka live streaming milik Dancing Magician tapi Lulu sudah terpikat dengan permainannya.
“Aku ingin menjadi sepertinya...” Gumam Lulu. Dia pun selalu memperhatikan gerak-gerik dan cara bermain Dancing Magician. Tiba-tiba sebuah live chat muncul dari salah satu penontonnya Dancing Magician, dia mengatakan “Bagaimana kau bisa bermain dengan begitu hebat terlebih lagi kau seorang wanita?” Tanya salah satu penonton tersebut.
“Bagaimana.. kau bisa bermain dengan begitu hebat terlebih lagi kau seorang wanita?.” Dancing Magician yang melihat live chat tersebut membaca dan menjawab itu.
“Entahlah… Mungkin karena aku tidak pernah membandingkan diriku lagi dengan yang lainnya, seperti yang kalian tau pemain dari King's Arena kebanyakan didominasi oleh para pria, aku dulu berpikir, aku harus lebih baik dari mereka. Tapi, sekeras apapun aku berusaha aku tidak bisa berlari lebih cepat dari mereka, saat itu pun aku sadar tidak ada cara untuk menutupi perbedaan alami itu.” Jawab Dancing Magician pada pertanyaan tersebut.
“Dan yang harus kalian lewati adalah diri kalian sendiri yang sekarang, bukan seseorang yang berada disamping kalian. King's Arena adalah pemainan tim, ingatlah bahwa kalian memiliki kelebihan kalian sendiri.” Sambung Dancing Magician.
Akhirnya Lulu pun menyadari dan mengerti maksud yang dikatakan oleh Dancing Magician tersebut. Ternyata dia selama ini hanya menghabiskan waktu dan tenaganya hanya demi ketidakrelaannya. Dan melupakan kelebihan dirinya sendiri. Dia selalu membandingkan kekurangan dirinya terhadap kelebihan orang lain, dan dia juga menyadari bahwa yang dia harus kalahkan adalah lawannya, bukan rekan setimnya sendiri.
“Untuk itu, jika para penontonku ini ada pemain wanita. Berjuanglah, aku bersama kalian.” Kata Dancing Magician setelah beberapa lama. Lulu pun lalu mengirimkan live chat untuk berterima kasih karena telah menyadarkan dirinya yang sudah terpuruk dan berpikir bahwa dia sama sekali tidak berguna. “Terima kasih.” Tulis Lulu di live chat tersebut.
__ADS_1
Lulu pun melirik waktu yang ada di telepon genggamnya, waktu menunjukan pukul 10 pagi, dia dengan cepat bangun dari posisi tidurnya ke posisi duduk. Dia keluar dari platform live streaming tersebut dan beralih ke applikasi chat dan mengirimkan pesan ke grup.
“Ada yang ingin bermain sekarang?" Tulis Lulu di grup chat tersebut, tidak lama Kaison, Daffin, Lin Mei Xia dan Lin Zhang Jian menjawab pertanyaan Lulu.
“Jika kau ingin melakukannya sekarang aku bisa.” Tulis Daffin.
“Lulu kamu semangat sekali hari ini ha ha ha.” Tulis Lin Mei Xia dengan emoticon tertawa.
“Ayo login login.” Tulis Kaison sambil tersenyum. Kaison senang menyadari bahwa Lulu yang semalam terdengar seperti orang putus asa karena melihat langit runtuh kembali bersemangat dan melakukan inisiasi untuk mengajak semuanya bermain.
“Apa hal yang baik terjadi padanya?" Gumam Kaison. Tapi Kaison tidak terlalu memikirkan hal tersebut, dia hanya senang karena Lulu kembali bersemangat dan mungkin dia bisa kembali menggodanya ha ha ha.
Di sisi lain, Garuda Emperor yang baru saja merekrut Lust for Power sebagai ADC untuk kompetisi mendatang bermain sepanjang malam, walaupun saat pertama kali mereka menemui kesulitan dalam hal kerja sama, tapi itu hanya butuh beberapa match untuk memperbaiki hal tersebut.
Blank Mind, Lust for Power, Grass Piercer, Doom Rescuer, Slueth Bird bermain semalaman tidak hanya untuk latihan dan memperdalam kerja sama tim, tapi juga untuk menemukan permainan terbaik mereka. Karenanya, mereka berhasil mendapatkan 28 kemenangan berturut-turut dari bermain semalaman. Mereka tidak terbendung, semua pemain peringkat atas dari Indonesia berkumpul di sana. Bahkan peringkat-peringkat yang berada di sebelah nama mereka seakan mengintimidasi lawan bahkan sebelum pertandingan dimulai.
Dan karena kemenangan berturut-turut yang mereka dapatkan, poin peringkat mereka melesat pesat, memperjauh jarak dari poin peringkat pemain di bawah mereka. Tapi itu tidak berlaku untuk Lust for Power, poin peringkat yang dia miliki sebagai peringkat kedua masih jauh di bawah poin peringkat milik Fire yang berada di peringkat pertama.
__ADS_1
“Apa kita masih akan lanjut? Kita sudah bermain semalaman, dan hari sudah mau siang.” Tanya Slueth Bird sembari menguap.
“Kupikir cukup sampai sini, jika diteruskan tidak baik untuk tubuh kita, kita bisa lanjutkan nanti.” Balas Blank Mind yang juga sudah mengantuk.
“Kalau begitu aku keluar duluan, aku ingin tidur mataku sudah perih.” Ucap Doom Rescuer dan dia pun keluar dari voice tersebut, diikuti dengan keluarnya Grass Piercer dan Slueth Bird, dan voice chat pun hanya menyisakan Blank Mind dan Lust for Power.
“Aku ingin menanyakan sesuatu padamu?, Apa kau pernah bermain melawan Fire?" Tanya Blank Mind kepada Lust for Power.
“Ya pernah.” Jawab Lust for Power.
“Bagaimana hasilnya?" Tanya Blank Mind sedikit penasaran.
“Aku hanya pernah bertemu beberapa kali, dan semuanya kalah.”
Kenangan buruk Lust for Power kembali teringat, dia yang selalu kalah dari Fire selalu ingin mengalahkan Fire setiap saat jikalau ada kesempatan. Lust for Power selalu menganggap Fire adalah saingannya, tapi dia berpikir Fire mungkin tidak menganggapnya seperti itu, bahkan mungkin dia tidak dilirik sama sekali oleh Fire, walaupun mereka berteman dalam game, tapi Lust for Power dan Fire tidak pernah bermain bersama karena berpikir role yang mereka miliki akan bertabrakan satu sama lain karena mereka memiliki role yang sama yaitu ADC.
“Baiklah aku mengerti, tidak usah khawatir, kau bisa percaya kami, kami akan membantumu mengalahkannya sekarang.” Kata Blank Mind .
__ADS_1
“Yasudah tidur sana, kau juga sudah begadang semalaman, permainanmu hebat kok.”
“Ya baiklah kalau begitu, aku duluan.” Lust for Power pun meninggalkan Blank Mind seorang di voice chat. Beberapa saat kemudian Blank Mind pun turut keluar untuk mengistirahatkan badannya.