
“Kalau begitu Grass Piercer karena kau yang menyarankan kami untuk menarik Lust for Power, kau yang bujuk dia kemari.” Kata Blank Mind yang masih terdengar putus asa.
“Baik.” Kata Grass Piercer mengiyakan perintah Blank Mind.
Grass Piercer pun langsung menghubungi Lust for Power untuk mengundangnya masuk ke dalam Garuda Emperor, tidak butuh waktu lama untuk Grass Piercer meyakinkan Lust for Power. Dia langsung bersedia bergabung karena dia tau Garuda Emperor adalah guild yang kuat dan juga dia berkesempatan melawan Fire untuk menunjukan siapa si nomor 1 yang sebenarnya.
***
Daffin dan yang lainnya bermain secara terus-menerus sebagai satu guild, beberapa jam sudah terlewati, waktu menunjukan pukul 11 dan mereka pun memutuskan untuk menyudahi permainan mereka.
Selama mereka bermain Daffin dan Lin Mei Xia selalu mendominasi di lane bawah, tidak ada yang bisa mengalahkan mereka berdua ataupun membuat mereka tertekan walaupun mereka bertemu dengan guild peringkat-1 Vietnam, Blue Circle dan beberapa guild kuat lainnya saat mereka bermain. Lin Zhang Jian melakukan tugasnya sebagai Jungler dengan baik. Dia selalu mendapatkan early kill yang cukup dan ganking yang bagus untuk membuat lawan tertekan.
Black Ghost milik Kaison pun tak terbendung, bahkan dia cukup beruntung karena selama beberapa jam bermain tidak ada yang melakukan ban kepada hero Black Ghost miliknya. Sementara Lulu, permainan di Mid terbilang kurang baik dan tidak memuaskan, skor yang dia peroleh selalu lebih kecil dari 10, bahkan skor tertinggi hari ini yang dia dapatkan hanya 9.6 dengan participation rate yang selalu kurang dari 50%.
Walaupun begitu yang lainnya tetap menyemangati Lulu dan tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena mereka yakin Lulu akan bermain lebih baik di kemudian hari, lagipula mereka masih memiliki waktu seminggu sebelum pendaftaran dibuka. Jadi, mereka masih bisa berlatih bersama selama seminggu ke depan untuk mendapatkan permainan yang lebih baik sebagai rekan satu tim.
“Kita sudahi dulu sampai sini, kita sudah bermain untuk waktu yang sangat lama.” Kata Daffin sembari melakukan logout dari permainannya.
“Ya baiklah, lagipula besok hari minggu, kita masih bisa bermain besok.” Balas Lin Mei Xia setuju dengan perkataan Daffin.
__ADS_1
“Ma..maafkan aku, aku bermain tidak bagus akhir-akhir ini, sungguh sulit bermain 5-man party, apalagi ketika bertemu dengan guild-guild yang kuat.” Ucap Lulu putus asa, bagaimana tidak, guild Conqueror berhasil meraih kemenangan karena ke-empat yang lainnya bermain bagus, Lulu merasa menjadi beban untuk mereka semua karena tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
“Tidak, tidak, apa yang kamu katakan?, Kamu bermain dengan baik kok, jangan putus asa begitu, setidaknya kita menang.” Kata Lin Mei Xia menyemangati Lulu.
“Yah mau bagaimana lagi mungkin kemampuanmu hanya segitu ha ha ha.” Kaison menertawakan Lulu.
“Kaison..” Kata Lin Mei Xia dan Daffin berbarengan, karena mereka tahu mungkin suasana akan menjadi runyam walaupun yang Kaison bilang murni hanya bercanda untuk menggoda Lulu.
“Ya, kau benar, mungkin hanya segitu kemampuanku.”
“Kalau begitu aku duluan, aku mengantuk.” Kata Lulu dengan nada sedih, dia pun langsung keluar dari grup voice chat meninggalkan mereka berempat.
“Kaison, jangan terlalu menggoda Lulu seperti itu, apalagi membicarakan tentang hasil permainan dia yang kurang baik. Ada baiknya kau semangati dia, kau kan dekat dengannya ha ha ha.” Daffin memberikan solusi kepada Kaison sekaligus menertawakan Kaison. Karena dia adalah orang yang selalu menggoda Lulu orang-orang akan berpikir bahwa Kaison sedang mencari perhatian dari Lulu.
“Dekat apanya tidak seperti itu.” Bantah Kaison.
“Yasudah aku juga ingin tidur, sampai besok.”
“o ho ho lihat, lihat, Lulu keluar kau pun ikut keluar.” Kata Lin Mei Xia menggoda Kaison.
__ADS_1
“Mana ada, aku memang mengantuk, dah.” Kaison pun langsung keluar dari grup voice chat. Daffin, Lin Mei Xia dan Lin Zhang Jian pun juga demikian, mereka juga ikut keluar dari voice chat setelah berpamitan satu sama lain.
Kaison terdiam menatap langit-langit sambil terbaring di atas tempat tidurnya, memikirkan gelagat aneh Lulu di perkataannya yang terakhir. Jujur saja, Kaison mengharapkan Lulu memberikan ekspresi marah, tapi tidak hari ini, dia tanpa membantah langsung mengiyakan perkataan Kaison, dan itu membuat Kaison kepikiran. Apakah dia sungguh keterlaluan kali ini?, Apakah dia mengatakan hal yang salah di waktu yang tidak tepat?. Pikiran itu terus berputar-putar di kepala Kaison selama beberapa saat.
Kaison lalu mengambil telepon genggam dan memasuki ruang chat Lulu lalu menatapnya beberapa lama, dia berinisiatif untuk menanyakan hal tersebut, tapi tidak dilakukan. Kaison memilih untuk tidak menganggunya. Dia pun kembali meletakan telepon genggamnya di atas meja, lalu memutuskan untuk tidur.
Kaison tertidur sangat cepat, bermain game juga sesuatu yang menguras tenaga. Dia tidur sangat nyenyak. Ketika dia terbangun dari tidurnya hari sudah mulai terang, matahari sudah kembali terbit dari sisi timur. Sulit dibayangkan bahwa seseorang yang baru saja memikirkan sesuatu sepanjang malam seperti itu dapat tidur dengan begitu sederhana. Kaison langsung membangunkan badannya dan duduk di tempat tidurnya, Kaison tidak langsung berdiri. Dia meraih rokoknya dalam posisi duduk dan menyalakan rokoknya diam-diam.
Setelahnya menghabiskan 2 batang rokok, dia langsung berdiri dan meninggalkan tempat tidurnya. Dia berjalan menuju kamar mandi, mencuci wajahnya sambil memikirkan hal yang tadi malam dia pikirkan. Dia pun segera meraih telepon genggamnya dan melakukan obrolan dengan Lulu.
“Kau baik-baik saja?.” Kata Kaison sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Tapi, 5 menit berlalu tidak ada jawaban dan pesan Kaison belum dibaca oleh Lulu. Kaison berpikir Lulu masih terbaring di tempat tidurnya, seperti yang dia tau Lulu adalah monster tidur, bahkan walaupun rumahnya dalam keadaan darurat seperti kebakaran atau gempa, itu tidak akan cukup membangunkan Lulu seorang.
Kaison yang menggengam telepon genggamnya untuk menunggu balasan Lulu menyerah dan melemparkan telepon genggamnya ke atas kasur. Tapi, beberapa saat kemudian telepon genggam Kaison bersuara menandakan ada sebuah pesan masuk. Kaison langsung dengan cepat meraih telepon genggamnya tersebut.
“Kenapa?” Jawab Lulu singkat. Bahkan Kaison merasa jawaban itu sangat dingin sedingin es.
“Aku tanya malah balik tanya, dasar..” Kata Kaison dalam hati sambil menggaruk-garuk kepalanya, tapi Kaison lega Lulu menjawab pesannya. Karena itu artinya dia baik-baik saja, Kaison juga tau Lulu bukan orang yang gampang putus asa hanya karena dia bermain kurang baik akhir-akhir ini. Walaupun sehabis permainan dia selalu berbicara seperti orang sedih yang putus asa.
“Tidak ada apa-apa.” Balas Kaison.
__ADS_1