Online Couple

Online Couple
Chapter 36


__ADS_3

Waktu terus berjalan, tapi sesi picking hero masih berhenti di Lin Mei Xia. Saat waktu terus menurun dan hanya menyisakan 2 detik tanpa Lin Mei Xia sadari, Daffin dengan cepat berteriak.


“Princess Kaguya, ambil Princess Kaguya!” Mendengar teriakan Daffin Lin Mei Xia terbangun seolah-olah dia sedang tertidur dan masih dalam keadaan bingung. Tapi tanpa perasaan panik karena waktu yang hanya menyisakan 2 detik Lin Mei Xia dengan cepat menuju list hero support dan menetapkan pilihannya pada hero Princess Kaguya yang Daffin teriakan berkali-kali saat dia dalam keadaan kebingungan. Tanpa sempat mengklik “Lock” karena waktu sudah habis tapi karena dia sudah menetapkan pilihannya pada Princess Kaguya terlebih dahulu sebelum waktu tersebut hilang, sistem langsung mengunci Princess Kaguya untuk Lin Mei Xia.


Saat Lin Mei Xia dan Kaison baru selesai melakukan picknya, sekarang giliran lawan merekalah yang mendapatkan giliran untuk melakukan pick. Dengan cepat, salah satu pemain lawan memilih dan mengunci Vampire Girl karena melihat Black Ghost milik Kaison.


Vampire Girl memang lawan yang sangat kuat di early game. Bahkan, Black Ghost milik Kaison tidak akan mendapatkan kesempatan untuk bertarung 1 lawan 1 pada menit-menit awal dikarenakan skill Blood Blight milik Vampire Girl yang di Mana saat Vampire Girl menggunakan skill itu, Vampire Girl akan dikelilingi oleh kolam kutukan darah yang di mana jika lawannya berada dalam jangkauan tersebut, lawannya akan mendapatkan magic damage dan memberikan efek burning yang akan membakar tubuh lawannya setiap 0,5 detik.


Tidak hanya itu ketika Vampire Girl menggunakan skill Blood Blight miliknya, movement speed yang dia miliki akan bertambah sebanyak 20% yang berlangsung selama 6 detik dan jika Vampire Girl menggunakan serangan dasar atau basic attack di saat bersamaan ketika dia menggunakan skill Blood Blight, efek durasi skill Blood Blight akan bertambah sebesar 0,5 detik hingga maksimal 10 detik yang artinya Blood Blight akan bertahan dalam selama 16 detik dan kolam kutukan darah akan mengelilingi Vampire Girl selama 16 detik dengan cooldown skill yang hanya berlangsung selama 14 detik. Artinya, jika pemain berhasil mendapatkan durasi maksimal maka pemain bisa melakukan spamming atau menggunakan skill tersebut secara terus-menerus tanpa henti.


Setelahnya mengamankan Vampire Girl, perlu beberapa saat untuk musuh sekarang untuk melakukan pick, mereka seperti sedang berpikir dan mencoba melihat permainan ke depan, Daffin dan yang lainnya hanya bisa menunggu pada saat itu tanpa banyak bicara satu sama lain.


10 detik kemudian, mereka mulai melakukan pick terhadap hero Go Master. Hero dengan tampilan pria tampan berambut panjang berwarna putih yang duduk di atas papan permainan Go dengan menggunakan baju kimono berwarna hitam dan putih.

__ADS_1


Pick pun kembali beralih pada tim Daffin, Daffin dengan cepat mengunci hero White Wolf dan Lin Zhang Jian juga melakukan pick terhadap hero andalannya yaitu Mountain Breeze. Tanpa perlu berlama-lama musuh mereka langsung melakukan pick terhadap hero Mountain Boy dan juga hero kakek tua, Ebisu.


“Bukankah komposisi hero mereka terlihat sangat rapi? Mereka bahkan terlihat sangat serius ketika melakukan picking.” Kata Lin Mei Xia sedikit cemas, Lin Mei Xia bahkan mengigit kukunya. Dia sedikit takut dengan siapa yang akan dihadapinya.


“Kau benar, sepertinya lawan kita pada match ini adalah pemain-pemain yang sangat hebat.” Jawab Daffin mencoba untuk tenang. Karena dia berpikir permainan bahkan belum mulai, hasil permainan pun belum keluar jadi tidak ada gunanya memikirkan hal negatif yang hanya akan mengganggu permainanmu. Bahkan Kaison yang sedari tadi bersemangat seperti mobil yang melaju tanpa rem menjadi diam tak bersuara.


“Lulu, pilih hero yang akan kau mainkan!” Seru Daffin.


“Hee.. apa kau memilih White Ghost karena aku menggunakan Black Ghost.” Ucap Kaison yang sedari tadi diam akhirnya bersuara kembali menggoda Lulu.


“Tidak! Apa kau tidak lihat? Musuh mempunyai Ebisu di sana kita harus menurunkan kemampuan penyembuhan miliknya, jika tidak kita akan kesusahan.” Bantah Lulu.


“Iya iya aku mengerti, aku hanya bergurau.”

__ADS_1


Seluruh pemain pun sudah melakukan pick dan hanya tinggal menunggu waktu agar mereka bisa mendarat di arena pertempuran. Ketika permainan menampilkan loading screen dan memunculkan nama-nama pemain, Daffin dan yang lainnya sedikit kaget melihat nama-nama pemain yang akan mereka lawan di sana.


Nama-nama pemain tersebut adalah Ten Thousand Knives, Prideful Forest, Dancing Magician, Empty Mist dan Concealed Cloud. Mereka semua adalah pemain dari guild Jepang dan Korea Selatan. Bahkan di sebelah nama mereka terdapat badge pemain peringkat pertama dari negara mereka.


Ten Thousand Knives yang menggunakan Vampire Girl sebagai Toplaner, juga sekaligus menjadi lawan Kaison adalah pemain Toplaner peringkat pertama Jepang. Prideful Forest dengan Mountain Boy-nya adalah pemain Jungler peringkat pertama Korea Selatan. Diikuti pemain yang berasal dari Korea Selatan lainnya Empty Mist sebagai ADC yang menggunakan Demon Fox dan Concealed Cloud sebagai Supportnya yang menggunakan Ebisu, mereka juga merupakan pemain peringkat pertama dari Korea Selatan untuk role ADC dan Support.


Terakhir, Dancing Magician, pemain Midlaner peringkat pertama Jepang yang juga Lulu idolakan akhir-akhir ini, siapa yang menyangka mereka akan bertemu secepat ini untuk bertarung satu sama lain. Menggunakan hero Go Master yang bahkan jarang Lulu lihat membuatnya tangannya lemas, bahkan untuk mengangkat telepon genggamnya saja dia seperti kesusahan.


“Hei hei, apa kau serius? Kita akan melawan mereka? Ada apa dengan sistem matchmaking ini aku sedang ingin promosi ke peringkat kedua dan sekarang dipertemukan dengan lawan seperti ini, apa permainan ini tidak ingin aku naik peringkat.” Ucap Kaison seakan dia sudah bisa melihat bahwa dia akan kalah dan tidak punya kesempatan menang yang akan menyebabkan poin peringkatnya berkurang.


“Bukankah ini bagus?, Setidaknya kita bisa melatih kerja sama kita di sini, kau juga tau kan, sistem 5-man party cepat atau lambat akan mempertemukanmu dengan pemain-pemain seperti ini, lagipula bukankah kita akan mengikuti turnamen internasional itu? Kita tidak bisa selamanya melawan pemain yang biasa-biasa saja.” Daffin mencoba untuk menenangkan Kaison, walaupun dalam hati Daffin dia juga merasa tidak yakin untuk saat ini, tapi dia berusaha menyembunyikannya dan mencoba untuk tidak memikirkan apapun kecuali bermain dengan baik.


Berbeda dengan Kaison yang terkejut dan Lulu yang menegang. Lin Zhang Jian dan Lin Mei Xia hanya terdiam.

__ADS_1


__ADS_2