
Setelah kalah dari guild Shadow Tiger, Tampilan Daffin dan yang lainnya tertahan di hasil permainan. Mereka tidak melakukan apapun dan tidak memencet apapun selama beberapa saat. Hanya memikirkan permainan barusan sambil melihat papan skor dengan 0 kill.
“Ayo cepat masuk ke dalam room lagi.”
Lin Mei Xia memecahkan keheningan mereka. Di dalam perkataannya seakan tersirat bahwa jangan terlalu lama memikirkan permainan yang kalah, ini tidak seperti kalian baru kalah pertama kali atau semacamnya.
“Aku tau mereka kuat tapi bukankah ini juga pertama kalinya kita bertemu dengan mereka? Kita tidak tau permainan seperti apa yang mereka lakukan. Itu wajar jika kita kalah. Kalian bisa bertarung melawan AI jika ingin menang terus!”
King’s arena bukanlah permainan individu, ini adalah permainan tim, bahkan walaupun mereka memiliki skill individu yang hebat belum tentu mereka akan langsung cocok sebagai sebuah tim dan semisal jika seseorang yang memiliki kemampuan individu yang kurang bukan berarti dia tidak cocok bermain sebagai tim. Inilah yang harus diketahui jika mereka bermain sebagai kelompok.
Setelah Lin Mei Xia mengatakan itu Lulu adalah orang pertama yang mengikutinya memasuki room, setelah itu baru Daffin dan Lin Zhang Jian. Mereka tidak menyesal ataupun marah karena kekalahan itu hanya saja mereka berpikir bagaimana caranya mengalahkan guild Shadow Tiger jikalau Daffin dan yang lainnya bertemu dengan guild Shadow Tiger lagi. Entah di dalam mode rank ataupun di kualifikasi turnamen mendatang.
Berbeda dengan Lin Mei Xia, Lin Zhang Jian, Daffin ataupun Lulu. Kaison Masih sedikit gemetar karena hero andalannya dikalahkan dengan mudah di pertemuan pertama mereka.
“… Kemampuannya… melebihi diriku.”
Dan Kaison tampak tidak nyaman setelah mengatakannya dia sedikit tidak terima jika ada seseorang yang lebih hebat melampaui dirinya.
“Ha ha ha ya memang hanya segitu saja kemampuanmu jadi akuilah.”
Lulu mengejek Kaison dengan bangga ini seperti pembalasan dendam Lulu terhadap Kaison karena Kaison selalu mengejek Lulu setiap ada kesempatan. Lin Mei Xia dan Lin Zhang Jian khawatir Kaison akan tersulut emosi yang dalam ketika Lulu mengatakan itu. Tetapi Daffin hanya diam saja karena Daffin tau jika diejek seperti itu Kaison akan semakin berapi-api.
“Haahh?! Siapa mengalahkan siapa? Itu hanya karena aku di gank oleh Mountain Boy saat early game tadi. Pemain Vampire Girl itu bahkan tidak mengalahkanku dalam 1 lawan 1.”
__ADS_1
“Yah itu karena kau hanya berdiam diri di dalam turret dan memeluk turret itu seperti gulingmu sendiri bahkan kau bisa membuat tenda di situ.”
Ejekan Lulu semakin melebar kepada Kaison. Kaison pun dengan cepat memasuki room kembali dengan semangat. Kaison yang tadinya cemberut dan kesal sampai-sampai kepalanya memanas. Mendengar ejekan Lulu kepada Kaison membuat Daffin tertawa lepas hingga mengeluarkan air mata.
“Ha ha ha bikin tenda. Itu lucu sekali. Perutku sakit.”
“Arrgh ayo cepat mulai matching, jika kita mulai dengan cepat kita pasti bertemu dengan mereka lagi. Saat bertemu dengan mereka lagi aku akan tunjukan kepada pemain Vampire Girl itu siapa rajanya!”
“Baik baik akan ku mulai.”
Jawab Lin Mei Xia dengan senyum. Tapi saat dia ingin memulai proses matching permintaan pertemanannya menyala merah. Itu seakan sudah menyala dari tadi karena jika permintaan pertemanan baru dikirimkan tanda merah itu akan berkedip beberapa kali. Lin Mei Xia tidak sadar karena menaruh perhatiannya pada perdebatan Lulu dan Kaison.
“Tunggu sebentar, seseorang mengirimiku permintaan pertemanan.”
Mendengar perkataan Lin Mei Xia. Daffin, Lulu, Kaison dan Lin Zhang Jian secara tidak sadar langsung melirikan mata mereka menuju icon friend. Dan Daffin, Lulu, Kaison dan Lin Zhang Jian pun mendapati bahwa mereka juga dikirimi permintaan pertemanan oleh seseorang.
“Ahh.. ini..”
Lin Mei Xia dia bisa menyelesaikan perkataannya. Daffin, Lulu, Kaison dan Lin Zhang Jian pun membuka icon friend mereka. Dan Daffin, Lulu, Kaison dan Lin Zhang Jian pun dikirimi permintaan oleh orang-orang yang sama yaitu orang-orang dari guild Shadow Tiger yang tadi mereka lawan.
Daffin, Lulu, Lin Zhang Jian dan Lin Mei Xia pun menerima pertemanan dari Ten Thousand Knives, Prideful Forest, Dancing Magician, Empty Mist dan Concealed Cloud tanpa pikir panjang. Berbeda dengan Daffin, Kaison, Lin Zhang Jian dan Lin Mei Xia. Lulu hanya menerima permintaan pertemanan dari Ten Thousand Knives, Prideful Forest, Empty Mist dan Concealed Cloud. Karena dia sudah terlebih dahulu berteman dengan Dancing Magician.
Di sisi lain Kaison hanya terdiam menatap nama Ten Thousand Knives dan belum menerima satupun permintaan pertemanan dari guild Shadow Tiger. Tapi setelah beberapa saat tanpa memikirkan apapun Kaison menerima permintaan pertemanan mereka semua.
__ADS_1
“Aku dimintai permintaan pertemanan oleh anggota guild Shadow Tiger.” Kata Daffin pada yang lainnya.
“Aku juga.”
“Iya sama.”
“Begitupun aku.”
Lin Mei Xia, Lin Zhang Jian dan Lulu menjawab perkataan Daffin. Hanya Kaison yang tidak menjawabnya setelah Lin Mei Xia, Lin Zhang Jian dan Lulu selesai bicara. Kaison langsung angkat bicara.
“Siapa yang peduli, ayo matching lagi agar kita bisa bertemu mereka!”
“Ee.. tapi.. mereka sudah melakukan ban and pick untuk sekarang. Jadi kau tidak bisa bertemu dengan mereka lagi setidaknya sampai game mereka selesai. Walaupun kau menunggunya bukan berarti ada jaminan bahwa kita ada melawan mereka lagi.”
Jawab Lin Mei Xia karena dia melihat di daftar pertemanan miliknya bahwa Ten Thousand Knives, Prideful Forest, Dancing Magician, Empty Mist dan Concealed Cloud sudah mendapatkan match dan berada dalam permainan.
“Ha ha ha pasti kamu tidak dikirimi permintaan pertemanan oleh mereka ya, makanya kau tidak tau.” Ejek Lulu kepada Kaison.
“Aku.. aku juga dikirimi permintaan pertemanan oleh mereka, aku hanya tidak melihat!” Teriak Kaison kesal sekaligus malu karena dia sudah berkata dengan tingginya bahwa Daffin dan yang lainnya bisa bertemu dengan mereka lagi.
“Sudah sudah lagipula cepat atau lambat jika sudah waktunya bertemu mereka kita pasti akan bertemu dengan mereka lagi. Jadi kau bisa simpan energimu untuk nanti ketika kita bertemu mereka Kaison.”
Kata Daffin melerai Lulu dan Kaison. Lin Mei Xia pun langsung mulai melakukan matching agar mereka bisa bermain lagi. Dia merasa senang bertemu Daffin, Lulu dan Kaison karena ketika Lin Mei Xia bermain suasananya tampak lebih hidup. Walaupun dia juga menyukai bermain game bersama kakaknya Lin Zhang Jian. Tetapi bermain dengan banyak orang terkesan lebih menyenangkan sekarang.
__ADS_1