Online Couple

Online Couple
Chapter 7


__ADS_3

\=Keesokan harinya, Restoran tempat Kaison bekerja\=


“Cess cess” suara minyak yang datang dari sebuah penggorengan, Kaison sedang melakukan pekerjaannya sebagai koki, kedua tangan yang sedang bekerja dengan gagang penggorengan di tangan kirinya dan spatula di tangan kanannya, asap yang membentuk awan berwarna abu-abu bergerak menuju langit.tepat setelah dia mematikan kompornya pintu belakang tiba-tiba terdorong terbuka dengan “bang”.


Kaison tidak memalingkan wajahnya seolah-olah sudah menunggu momen ini, dan dia hanya bertanya “Sudah?.”


“Sudah.” Jawab Rei salah satu senior Kaison yang juga rekan kerjanya sesama koki di tempat kerjanya.


"Kalau begitu ini giliran ku untuk istirahat.” Kata Kaison sembari meletakan makanan yang sudah dia goreng tadi di atas piring.


“Ya pergilah, serahkan urusan dapur padaku sekarang.” Jawab Rei sambil menepuk pundak Kaison dengan kedua tangannya, dimana jam telah menunjukan pukul 12:28 siang.


Kaison pun melepas apron yang dia gunakan dan menggantungnya, dan pergi keluar melalui pintu belakang, dia pergi ke mini market yang ada di seberang untuk memesan satu buah cangkir kopi untuk dirinya, setelah memesan kopi dia pun duduk di tempat duduk di depan teras mini market, dia segera mengeluarkan sekotak rokok yang berada di saku celana kirinya dan mengambil sebatang rokok lalu menyalakannya dan menjepit rokok tersebut di sudut mulutnya.


Dia juga mengeluarkan telepon genggamnya dan kartu login untuk game King's Arena. King's Arena memiliki Cara login yang unik untuk masuk ke dalam permainan, pemain akan di minta mengscan sebuah kartu akun setelah mereka mengklik applikasi game, dimana kartu tersebut berisi informasi akun pemain.


“Kira-kira berapa match dia main semalam setelah aku dan Lulu pergi logout dan tidur.” Gumam Kaison yang membicarakan Daffin sembari mengetuk rokoknya untuk melunturkan abu-abu rokok yang sudah terbakar dengan tangan kirinya ke sebuah asbak. “Klik” Kaison mengklik applikasi King's Arena dan melakukan scan pada kartu akunnya, dia langsung mengklik profile Fire dan melihat histori permainan Fire.


"Sudah kuduga dia pasti masih bermain setelah aku dan Lulu keluar permainan, 1, 2, 3, 4.” Hitung Kaison yang sedang menghitung berapa match yang Fire mainkan setelah dia dan Lulu pergi untuk tidur.

__ADS_1


“Hmm... Dia bermain 4 Kali setelah aku dan Lulu logout, 1 Kali kalah dan 3 kali menang.” Lalu Kaison pun menyadari bahwa ada tanda party pada 3 kemenangan tersebut, Kaison yang penasaran mengklik histori match tersebut untuk melihat infomasi yang lebih detail. Saat Kaison mengklik kemenangan pertama Fire dia meliat bahwa tanda party terdapat pada nama Water dan Storm.


"Tunggu sebentar… apakah ini Water yang itu?.” Seakan tidak percaya apa yang dia lihat dengan matanya Kaison mengklik profile Water dan melihat badge pemain support nomor 1 yang terpampang di sebelah namanya. “Sial... Ini benar-benar dia, bagaimana dia bisa satu party dengannya.” Setelah melakukan pengintaian pada profile Water, Kaison menuju Storm dan menyadari bahwa itu adalah Storm yang berada pada peringkat 3 sebagai pemain Jungler dari negara China.


“Ha ha ha.” Kaison tertawa setelah melihat semua itu, dia pun berinisiatif menelpon Lulu untuk memberitahukan seakan ini adalah berita besar yang sangat penting.


“Hei Lulu, ada sesuatu yang harus kau lihat, apa kau sedang di kelas sekarang?.” Tanya Kaison tidak lama setelah dia menelpon Lulu dan Lulu mengangkat telepon dari Kaison.


"Tidak, aku sedang berada di kantin kampus, aku hanya ada kelas sampai siang, aku sudah pulang dari jam 12 tadi.” Jawab Lulu atas pertanyaan yang ditanyakan oleh Kaison sambil meminum milkshake yang dia pegang di tangannya.


“Bagus kalau begitu, cepat kau login ke King's Arena dan lihat profile Fire setelahnya.” Kata Kaison dengan tergesa-gesa untuk menyuruh Lulu login ke pemainan King’s Arena.


"Sudahlah lakukan saja, kau bisa melihatnya sendiri.” Jawab Kaison kepada Lulu yang penasaran.


Lulu pun melakukan scan pada kartunya dan login ke dalam permainan, setelahnya masuk ke dalam permainan dia langsung melakukan pencaharian pada profile Fire dan melihat histori permainan Fire.


"Hmm… bukankah ini sudah biasa?. Dia kan memang selalu bermain-main lebih lama dari kita.” Kata Lulu tanpa merasa tidak melihat keanehan sedikitpun.


“Apa kau tidak lihat itu?, Ada lambang party pada 3 match terakhir yang dia mainkan?, Cepat lihat itu dan kau lihat dia bermain dengan siapa.” Tegas Kaison kepada Lulu.

__ADS_1


"Oh Iya benar juga, he he, kenapa aku tidak melihatnya ya.” Lulu pun mengklik match salah satu match yang dibicarakan oleh Kaison kepadanya.


“Oh… bukankah ini Water?.” Sembari mengklik profile pemain Water, “Iya, itu maksudku.” Kata Kaison, “Dan ini adalah Water yang asli.” Sambung Kaison menjelaskan pada Lulu.


“Tapi bagaimana mereka bisa berakhir bersama-sama?, Aku belum pernah melihat Daffin bermain dengan Water, ini adalah pertama kalinya.” Ucap Lulu dengan penuh rasa penasaran yang membuatnya mencari jawaban seakan pikirannya sedang penuh akan kemungkinan. Lulu pun kembali melihat histori permainan Fire dan melihat match yang dimana Fire mengalami kekalahan, dan dia melihat situasi dimana Fire dan Water bertarung satu sama lain di Arena sebelum akhirnya berakhir bermain bersama-sama sebagai rekan satu tim.


“Sepertinya sebelum mereka bermain bersama, Daffin telah melawan Water dan mengalami kekalahan.” Kata Lulu kepada Kaison seakan mereka sedang bertukar infomasi.


“Benarkah?.” Tanya Kaison dengan sedikit kaget karena dia tidak melihat detail match saat Fire mengalami kekalahan, dia hanya fokus kepada Fire yang melakukan Teaming Up dengan Water dan Storm setelahnya dan langsung mengabari Lulu setelah hal melihat itu.


"Iya, menurut mu siapa yang meminta pertemanan terlebih dahulu? Fire atau Water?.” Tanya Lulu kepada Kaison seakan mereka sedang bermain tebak-tebakan.


“Itu tidak penting sekarang, aku akan menelpon Daffin dan menanyakan hal ini.” Kata Kaison sambil membuang rokok yang dibuang dengan cepat dipadamkan dalam asbak berbentuk eksentrik di atas meja.


“Bukankah dia seharusnya masih mengantarkan paket sekarang?. Mungkin dia tidak akan mengangkat teleponmu karena dia sedang berada di perjalanan untuk mengantarkan paketnya.” Kata Lulu


mengingatkan Kaison tentang jadwal Daffin.


“Kau tidak akan tau dia akan mengangkat teleponmu atau tidak sebelum kau menelponnya, benarkan?.” Kata Kaison yang optimis dengan penuh rasa penasaran, seakan yakin bahwa Daffin akan mengangkat panggilan yang akan dia lakukan. Kaison pun mengambil satu buah rokok lagi dari kotak rokoknya dan menyalakannya sembari melakukan panggilan kepada Daffin untuk menanyakan jawaban atas pertanyaan yang berputar di kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2