Online Couple

Online Couple
Chapter 39


__ADS_3

Kaison yang menggunakan Black Ghost di sisi atas menyerang Vampire Girl dengan kemarahan. Dia mencoba memberikan damage sedikit demi sedikit dengan cara mengharass Vampire Girl yang digunakan oleh Ten Thousand Knives.


Namun, Vampire Girl tetap perkasa dan bahkan tidak sedikitpun menghiraukan serangan Punishment yang diberikan Kaison. Kaison dengan cerdik sebisa mungkin menggunakan skill Punishment miliknya untuk mengharass Vampire Girl sekaligus menyerang creep. Tapi, Ten Thousand Knives terlalu hebat, ketika Kaison dengan berusaha ingin mengenai Vampire Girl dengan skill Punishment, Ten Thousand Knives berjalan menjauh keluar area skill Punishment tersebut.


Skill Blood Blight milik Vampire Girl membuatnya dengan cepat membersihkan kawanan creep dan membuatnya langsung mencapai level 2. Sedangkan Kaison masih tertinggal 1 level dibawah, Kaison masih berada di level 1. Bahkan dia masih harus membunuh 4 creep lagi untuk mendapatkan level 2.


Ten Thousand Knives menggunakan kesempatan ini dan tidak menyia-nyiakannya. Ketika Kaison mencoba mundur ke dalam area turret miliknya untuk berlindung. Ten Thousand Knives menggunakan skill Blood Boost miliknya yang baru saja dia ambil ketika mencapai level 2.


Blood Boost adalah skill dimana Vampire Girl akan memanggil seekor kelalawar yang akan menyerang musuh yang berada di depannya. Vampire Girl menggunakan skill Blood Boostnya kearah Black Ghost yang mencoba untuk mundur.


Black Ghost yang terkena skill Blood Boost pun mendapatkan gigitan dari kelalawar tersebut dan itu juga membuat darah milik Vampire Girl bertambah karena skill Blood Boost juga menghisap darah milik lawannya.


Di menit-menit awal Vampire Girl memiliki keunggulan melawan Black Ghost. Selain karena serangan dasar Vampire Girl adalah tipe range. skill Blood Blight dan Blood Boostnya yang memiliki damage tinggi pada early game, pertahanan Black Ghost juga cukup lemah di early game, ditambah keunggulan 3 assist yang didapatkan Vampire Girl membuat gold mereka memiliki perbedaan sekitar 600 gold.


Ketika Black Ghost yang bahkan baru mendapatkan item Tachi.


+15 Attack Damage


Vampire Girl sudah membeli item Fan of Sanka. Ini adalah item magic tingkat menengah atau item bentuk pertama sebelum menjadi Yamabuki Flower Cinders.

__ADS_1


Fan of Sanka :


+40 Ability Power


+300 Health Point


Ember : Magic damage yang kamu berikan akan menyebabkan target musuh menerima magic damage sebesar 2% dari max HP dalam waktu 3 detik. Akan naik sebesar 30 magic damage setiap waktu.


Saat Kaison sudah berada dalam area turret miliknya, Kaison malah seperti burung yang terjebak dalam sangkar. Ketika dia mengira bahwa dia akan aman saat berada dalam turret miliknya tapi kenyataannya tidak seperti itu.


Blood Boost milik Vampire Girl terus mencicil darahnya, bahkan dengan item Fan of Sanka yang sudah dimiliki Vampire Girl, Skill Blood Boost menjadi lebih sakit lagi, saat Kaison terkena skill Blood Boost milik Vampire Girl efek item Fan of Sanka pun aktif, itu membakar seluruh tubuh Black Ghost, seluruh tubuhnya terbakar oleh api. 3 detik dalam permainan adalah waktu yang sangat lama, itu sangat menyiksa untuk Black Ghost yang tidak sempat menghindari skill Blood Boost milik Vampire Girl.


Gold yang Kaison dapatkan dari mayat-mayat creep tersebut berhasil memberikannya kekayaan untuk membeli dan mengupgrade item Tachi-nya menjadi sebuah item tingkat menengah atau item bentuk pertama dari Mikazuki yaitu Demon Severing Naginita.


Demon Severing Naginita :


+30 Attack Damage


Claws : +15% Armor Penetration

__ADS_1


Tapi masalah lain menghampiri Kaison. Ten Thousand Knives melakukan freeze atau pembekuan pada creep yang baru saja datang ke lanenya. Dia ingin menghentikan sumber kekayaan milik Kaison satu-satunya dengan menahan creep agar creep tersebut bertukar serangan satu sama lain tanpa masuknya serangan dari pihak luar atau pemain.


Dengan kata lain, Ten Thousand Knives hanya akan melakukan serangan kepada creep tersebut ketika creep itu akan mati hanya dalam satu serangan. Dia hanya akan mengambil last hit dari creep tersebut.


“Sial wave creep-ku ditahan olehnya.” Ucap Kaison dengan rasa bimbang.


Dengan jumlah darah yang Kaison miliki saat ini dia hanya akan mati jika dia keluar dari area turret miliknya. Tapi, jika dia tidak keluar dari zona turret miliknya dia akan kehilangan sumber gold satu-satunya yang dia punya. Selain itu, jika dia melakukan recall untuk menyembuhkan dan mengisi darahnya. Ada kemungkinan Vampire Girl akan dengan cepat membunuh kawanan creep tersebut sesaat setelah dia kembali ke base dan yang terjadi pada saat itu Vampire Girl akan melakukan push kepada turret miliknya.


Tentu saja ini merupakan pedang bermata dua untuk Kaison. Dia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Jika dia maju dengan darah yang sangat sedikit dia akan mati dan ketika dia mati, Vampire Girl akan mendapatkan gold dari kematiannya. Selain itu Vampire Girl bisa melakukan push setelah membunuh Kaison.


Pulang atau maju. Apapun yang dia lakukan akan berujung pada kehancuran turret miliknya. Pulang mungkin menjadi pilihan terbaik jika dilihat dari situasinya. Walaupun kedua pilihan tersebut sama-sama membawanya kepada kehancuran, setidaknya dia tidak mati dan Vampire Girl tidak akan mendapatkan gold dari mayatnya. Namun saat Kaison memikirkan situasi jauh kedepan, jika turret di atas hancur Vampire Girl akan dengan bebas berjalan ke bawah menuju arah Mid dan itu akan menyulitkan Lulu yang berada di sana. Satu-satunya harapan Kaison adalah ada seseorang yang membantunya membersihkan kawanan creep di atas.


Kaison seakan lupa bahwa dia tidak bermain sendirian saat ini, ketika pikirannya mulai berantakan dengan hanya memandangi creep yang tidak bisa dia dekati tiba-tiba suara harapan muncul di telinganya.


“Kaison aku akan jaga atas kau bisa pulang dan mengisi darahmu.” Kata Lin Zhang Jian yang bergerak dari jalur tengah menuju jalur atas melewati hutan.


Kaison akhirnya bisa bernafas lega sekarang, dia pun melakukan recall dengan tenang. Namun kesenangan itu justru membawa bencana lain untuknya. Saat dia hampir kembali ke base dimana recalling timer hanya menunjukan 0,6 detik lagi untuk dirinya berteleportasi, Mountain Boy muncul dari balik tembok dan melakukan Hammer Charge lalu diikuti skill Quake.


Hantaman dari kaki Mountain Boy saat menggunakan skill Quake berhasil membunuh Kaison yang berada dalam jangkauan turret miliknya.

__ADS_1


“Sialan!!” Kaison berteriak sembari membanting tangannya yang mengempal ke arah meja.


__ADS_2