Online Couple

Online Couple
Chapter 33


__ADS_3

“Apa itu sudah lama sekali?” Tanya Daffin penasaran.


Regi hanya mengangguk mengiyakan sembari terus memandangi nama Fire di telepon genggamnya. Daffin memang punya banyak sekali permintaan pertemanan yang masih dia gantung dan tidak dia sentuh sama sekali. Terakhir dia menerima permintaan teman dari Lin Mei Xia karena dia tau itu adalah Lin Mei Xia. Daffin tidak pernah menerima sembarang pemain untuk ditambahkan jadi temannya.


King's Arena memang bisa menampung teman tanpa batasan, yang artinya pemain bisa berteman dengan sebanyak pemain yang mereka mau. Bahkan, jika mereka ingin berteman dengan semua pemain dari seluruh belahan dunia pemain tersebut bisa melakukannya. Daffin menyadari ketika Regi mengatakan bahwa permintaan pertemanan Regi sudah terkirim, artinya Regi adalah salah satu orang dari sekian banyak pemain yang Daffin gantung permintaan pertemanannya tanpa dia tolak ataupun terima.


Daffin yang menyadari bahwa permintaan pertemanan dari pemain yang dia diamkan saja bisa membuat pemain-pemain tersebut bersedih. Walaupun begitu, Daffin tidak menerima semua permintaan pertemanan itu bukan karena dia sombong ataupun arogan. Tapi, Daffin memang tidak pernah menerima permintaan pertemanan jika dia tidak pernah bertemu mereka dalam satu match.


Regi dan Daffin memang belom pernah bertemu satu sama lain dalam satu pertandingan. Tapi, Regi sangat mengenal Fire. Namun, Daffin sebaliknya, dia bahkan tidak tau siapa Regi sebelum dia bertemu di sini.


Melihat Regi yang hanya menatap kosong ke arah nama Fire di telepon genggamnya. Daffin mengelus punggung Regi untuk menenangkannya agar dia tidak bersedih lagi.


“Dia akan menerima permintaan pertemananmu hari ini.” Kata Daffin tersenyum sambil terus mengelus-elus punggung Regi. Regi yang mendengar itu langsung melihat ke arah Daffin dengan wajah ternganga keheranan. Matanya yang kosong sudah kembali sadar melihat kenyataan.


“Benarkah?, Kakak tau dari mana?” Tanya Regi yang sedikit tendengar senang ketika Daffin mengatakan hal itu. Daffin hanya tersenyum mendengar pertanyaan Regi. Regi terus memandang Daffin seakan dia menunggu Daffin membuka mulutnya untuk memberikan jawaban.


“Aku bisa meramal.”


“Coba lihat siapa nickname game-mu!” Daffin pun langsung mengambil telepon genggam Regi dari tangan Regi dan keluar dari leaderboard untuk melihat profile Regi. Saat Daffin memainkan akun Regi sebelumnya Daffin tidak terlalu memperhatikan nickname game Regi. Dia hanya fokus bermain untuk memenangkan timnya yang sudah hancur terporak-poranda.


“Devouring Sun?” Gumam Daffin dalam hati. Dia mencoba untuk mengingat nama Regi agar saat dia pulang nanti dia bisa menerima permintaan pertemanan dari Regi. “Devouring Sun, Devouring Sun.” Kata Daffin berkali-kali di kepalanya untuk mencoba meninggalkan ingatan di pikirannya.

__ADS_1


“Apa.. Fire benar-benar akan menerima permintaan pertemananku?” Tanya Regi yang kembali penasaran.


“Iya, kau tenang saja, dia pasti akan menerima permintaan pertemanan darimu.”


“Sudahlah, ini. Main lagi sana!” Daffin pun memberikan telepon genggamnya pada Regi dan Regi menerima itu dengan halus.


“Aku punya permintaan.” Kata Regi. Mendengar apa yang dikatakan Regi Daffin memiringkan kepalanya dan menatap ke arah Regi.


“Mau kah kakak ajari aku bermain?, Maksudku kakak pemain yang lebih hebat daripada aku, setidaknya aku bisa menunjukan riwayat permainan yang bagus jika Fire menerimaku sebagai temannya nanti.” Kata Regi dengan nada memohon. Tapi Daffin hanya mengelus-elus kepala Regi sambil tersenyum mendengar itu dan membuang pandangannya ke arah jalan raya.


“Berikan telepon genggamnya!” Kata Daffin sambil menengadahkan tangannya. Regi pun tanpa ragu memberikan telepon genggamnya pada Daffin dan Daffin langsung mencari pertandingan dengan sistem solo dengan akun Devouring Sun milik Regi.


Regi mendekatkan kursinya untuk mendapatkan posisi duduk yang nyaman untuk melihat Daffin yang akan memainkan akun miliknya. Ketika match didapatkan Daffin langsung dengan cepat memilih role ADC yang mengambil hero Demon Fox.


“Ini hero favorit-ku.” Kata Daffin.


“Ternyata kakak penggemar Fire juga.” Daffin yang mendengar ini tersenyum lebar seakan menahan rasa ingin tertawanya. Dia selalu ingin tersenyum karena Regi selalu menganggap Fire sebagai pemain yang hebat, itu membuat Daffin senang dan yang membuat Daffin ingin tertawa juga karena Regi tidak tau bahwa Daffin adalah pemilik dari akun Fire itu sendiri.


Ketika permainan baru memasuki menit awal, Daffin sudah memperlihatkan permainan hebatnya kepada Regi dengan bermain secara agresif di bot lane yang membuatnya mendapatkan kill terhadap ADC dan support musuh.


“Wah hebat!” Seru Regi ketika Daffin mendapatkan kill tersebut. Tapi Daffin hanya fokus terhadap permainannya dia bahkan tidak mendengarkan sekitarnya. Bahkan Daffin pun seakan terhisap ke dalam dunia permainan dan melupakan kehidupan nyata yang berada di sekelilingnya.

__ADS_1


“Itu, itu bunuh lagi kak.”


“Ke sini ke sini.”


“Hebat.”


Semua perkataan itu keluar dari mulut Regi ketika dia melihat permainan Daffin. Tapi tiba-tiba ketika Daffin sedang asik bermain telepon genggam yang berada di kantong celananya berbunyi. Namun deringan pertama Daffin tidak memperdulikan itu, deringan kedua Daffin sudah tidak terlalu fokus dan sedikit melirik ke arah kantong celananya di mana telepon genggam miliknya berada.


“Kakak telepon genggammu berbunyi.” Kata Regi sembari menarik lengan baju Daffin.


“Siapa yang menelpon?” Kata Daffin dalam hati. Saat deringan ketika muncul dia memberikan telepon genggam milik Regi yang sedang dalam permainan untuk di ambil alih. Daffin pun meraih telepon genggam miliknya yang berada di kantong celananya dan melihat bahwa panggilan tersebut dari Kaison.


Daffin mengangkat panggilan tersebut dan menempelkan telepon genggamnya ke telinganya dan menahannya dengan pundaknya. Dia lalu mengambil alih lagi permainan yang belum dia selesaikan di telepon genggamnya Regi sembari berbicara di telepon dengan Kaison.


“Apa apa apa apa apa?” Kata Daffin menjawab sedikit kesal karena dia terganggu ketika sedang bermain.


“Kau di mana?, Semuanya sudah di sini, hanya kau saja yang belum, apa kau masih makan?” Tanya Kaison.


“Huh? Ahh iya, aku sebentar lagi pulang, aku dalam perjalanan.” Kata Daffin sembari terus menatap dan memainkan King’s Arena di telepon genggam milik Regi.


“Cepatlah! Aku tidak sabar untuk menjadi peringkat kedua ha ha ha! Lari lari!” Kata Kaison dengan penuh semangat.

__ADS_1


“Iya iya, aku mengerti, aku mengerti, aku sudah dekat, sebentar lagi aku sampai di rumah. Aku akan segera login dan masuk ke dalam voice chat ketika aku sampai di rumah nanti untuk menyusul kalian semua!” Jawab Daffin.


“Baiklah.” Balas Kaison. Daffin pun menutup panggilan tersebut. Sementara Kaison yang sudah selesai menelepon Daffin memberitahukan kepada Lulu, Lin Mei Xia dan Lin Zhang Jian bahwa Daffin sudah dalam perjalanan pulang dan akan segera menyusul mereka.


__ADS_2