Pacar Suamiku!

Pacar Suamiku!
Saling Menemani


__ADS_3

Sebetulnya, Nilam merasa agak ragu akan pergi bersama Tommy. Maksudnya dalam satu mobil yang sama dengan lelaki itu, dia tidak ingin nanti orang-orang berpikir macam-macam tentang mereka, ya walaupun memang saat ini sudah ada percik-percik cinta di antara keduanya. Tapi bukankah itu terlalu cepat dan juga Nilam tidak ingin nanti Tommy juga merasa terganggu dengan pemberitaan yang mulai simpang siur tentang mereka berdua.


"Santai saja, sebentar lagi orang-orang juga akan tahu kalau di antara kita memang sudah ada sesuatu," kata Tommy sembari mengering ke arah Nilam. Nilam hampir saja lupa dan tidak percaya bahwa lelaki itu sudah semalaman dan seharian terkurung karena rasa sakau.


Sekarang, dia benar-benar tampak bugar seperti tak terjadi apapun di dalam dirinya. Ya, seperti orang sehat, tidak terlihat bahwa Tommy ini seorang pemakai.


"Kau bisa bicara seperti itu, Tom, tapi gimana denganku? Aku ini baru saja akan kembali menapaki karir. Apalagi sudah banyak orang yang tahu bahwa aku baru saja bercerai dengan Indra. Pasti nanti aku akan jadi perbincangan orang banyak."


"Semakin diperbincangkan, maka kau akan semakin terkenal. Bukankah begitu?" kata Tommy sembari tertawa. Sebetulnya, apa yang dikatakan oleh Tommy benar juga, tetapi Nilam tidak ingin orang-orang mengenal dirinya dengan citra yang buruk karena selama ini citra yang dibangunnya sebagai seorang selebritis sudah sangat baik.


"Ya, tapi bukan maksudku begitu juga, Tom, nggak semudah yang kau pikirkan. Aku ini lagi masa tenang, lagi masa tidak boleh dekat dengan lelaki. Apa kata orang kalau aku nanti ketahuan dekat denganmu."


"Percayalah, tidak akan terjadi apa-apa pun. Kau tahu sendiri kedudukanku di dunia entertainment ini cukup tinggi. Aku bisa menjamin karirmu, kau tenang saja jika memang pada akhirnya orang-orang tahu tentangku yang dekat dengan janda baru cerai sepertimu."

__ADS_1


Kali ini, Tommy tampak serius, dia melihat Nilam dengan lekat seolah ingin meyakinkan perempuan itu bahwa Nilam tidak akan pernah merasakan kehancuran di dalam karirnya.


"Kalau begitu, ayo rehabilitasi, agar kau cepat sembuh."


"Kaulah yang akan membantu aku, Nilam. Aku pasti akan sembuh dengan perawatan darimu, kau tinggal belajar caranya merawat orang dengan riwayat pemakai seperti aku. Aku tidak mau direhabilitasi di tempat lain, tempat terbuka yang nanti akan menghubungkan aku dengan orang-orang di luar, itu akan sangat berbahaya."


Nilam mau tak mau akhirnya mengangguk juga. Ia betulan ingin membantu Tommy, api masih sangat awam dan tidak begitu paham cara menangani orang yang sedang berjuang lepas dari jeratan obat-obatan terlarang seperti lelaki itu.


"Aku akan berusaha untuk membantumu. Kita harus memikirkan bagaimana caranya, langkah apa saja yang akan kita lakukan setelah ini."


Membicarakan pernikahan sebetulnya bagi Nilam adalah hal yang tidak ingin dia lakukan saat ini. Sebetulnya pernikahannya yang gagal dengan Indra sudah menjadikan sedikit banyak rasa trauma di dalam hatinya sendiri. Tapi Nilam tahu, kehidupan terus berjalan dan dia juga tidak mungkin akan menjalani kehidupan sendirian kelak.


Tapi mengenal Tommy juga baru. Cukup singkat dan belum terlalu mendalami lelaki itu, masih banyak hal-hal yang tersembunyi dari diri Tommy yang tidak diketahui oleh Nilam.

__ADS_1


Lamunan Nilam akhirnya pecah ketika dia melihat lokasi syuting yang sudah semakin dekat. Ia harap-harap cemas takutnya nanti banyak orang yang melihat dia turun bersama Tommy, tapi syukurlah saat itu orang sedang sibuk menyiapkan segala peralatan untuk kepentingan syuting dan Nilam segera turun, membiarkan Tommy masih berada di dalam mobilnya. Ia segera disambut oleh Yuki yang sudah menunggunya, Nilam membisikkan sesuatu kepada Yuki, tentang kedatangannya bersama Tommy yang tidak disadari oleh orang-orang.


"Ya sudah, sekarang kau siap-siap untuk di make up ya, dari tadi tukang riasnya sudah menunggumu," kata Yuki dengan cepat sembari melirik ke arah mobil Nilam yang tertutup kaca gelap.


Tommy sendiri masih berada di dalam mobil, karena dia masih ingin bersantai di dalam mobil Nilam. Sembari di make up, Nilam berapa kali melirik ke arah kaca mobil yang gelap itu, tidak ada yang akan menyadari bahwa ada Tommy di dalamnya.


Aku mengantuk, akan melanjutkan tidur dulu sementara. Kau syuting lah.


Pesan dari Tommy diterima oleh Nilam yang saat ini tengah dirias oleh tukang make up. Nilam kemudian membalasnya dan membiarkan Tommy untuk beristirahat di dalam mobil. Lelaki itu menunggunya sampai selesai syuting. Setelah selesai syuting mereka kembali pulang.


"Kita makan dulu ya, baru pulang. "


Nilam jadi bingung, apa dia harus pulang ke rumahnya atau kembali ikut dengan Tommy.

__ADS_1


"Baiklah kita kita cari makan dulu, tapi mungkin setelah itu kau bisa mengantarku pulang ke rumah saja. Mobilku biar kau bawa, tidak apa-apa," kata Nilam kepada Tommy tapi Tommy segera menatapnya dengan memelas dan menggeleng.


"Aku tak yakin malam ini aku tidak kumat lagi, Nilam. Aku akan membutuhkanmu," kata Tommy dengan penuh harap. Melihat tampang memelas itu, Nilam jadi menarik nafas panjang, mereka tidak ada ikatan, belum ada ikatan apapun, jadi dia akan merasa enggan untuk menemani Tommy di Villa lelaki itu. Namun, melihat tatapan memohon dari Tommy, ia tahu bahwa ia tidak bisa apa-apa selain menuruti keinginan laki itu.


__ADS_2