Pacar Suamiku!

Pacar Suamiku!
Resepsi


__ADS_3

Seperti rencana semula, Tommy akhirnya menggelar pesta besar-besaran pernikahannya dengan nilam. Semua keluarga besar baik dari Tommy maupun Nilam turut hadir meramaikan acara bahagia itu.


Nilam sangat cantik dengan gaun putih berhias mutiara dan juga hiasan mahkota cantik yang ia pakai di kepalanya. Rambutnya dibiarkan tergerai bergelombang di bagian bawah. Ia sengaja tidak mau digelung sebagaimana pengantin lain pada umumnya.


"Kau tampak sangat cantik, istriku."


Nilam tersenyum dan tersipu karena dipuji oleh Tommy yang tentu tak kalah tampan hari ini. Mereka terlihat sangat serasi dan juga diselimuti kebahagiaan yang terlihat dari pancaran senyuman keduanya.


Desta juga Yuki terlihat menjadi partner yang sampai hari ini masih dipertemukan oleh atasan mereka masing-masing.


"Sepertinya, kau dan aku akan terus bertemu setiap hari," ujar Desta sambil menyesap minuman dengan gayanya yang cool.


"Ya, aku agak sedikit risih melihatmu hampir setiap hari. Apalagi kau itu jarang tersenyum. Kenapa sih?" tanya Yuki dengan tampang menyebalkan.


Desta melihatnya sama kesal kemudian tersenyum lebar dengan terpaksa lalu pergi ke depan untuk mengambil makanan. Yuki menghentakkan kakinya masih dengan begitu kesal pula kepada lelaki itu.


"Ya, tapi seenggaknya dia masih bisa senyum walaupun terpaksa," gumam Yuki sambil menyusul Desta.


Di antara kebahagiaan itu, kemalangan justru menimpa Indra. Karena tidak kuat dihujat oleh tetangga kiri dan kanan juga dari teman-temannya sendiri, akhirnya ia memutuskan untuk pindah dari Jakarta ke kota lain.


Marissa juga tidak bisa berbuat apa-apa selain ikut dengan suaminya itu. Kehidupan rumah tangga mereka hampa, tak seperti awal berselingkuh dahulu.


Malam harinya, Tommy dan Nilam kembali merajut kemesraan di atas ranjang dengan taburan kelopak mawar. Tommy juga melakukannya dengan hati-hati mengingat adanya bayi di dalam kandungan istrinya itu.


Nilam juga mulai fokus dengan kehamilannya. Film layar lebar yang dibintanginya sudah mulai tayang di bioskop dan pada hari pertama penayangan sudah meraup jutaan penonton.

__ADS_1


***


Sembilan bulan pun datang, ia merasakan kontraksi pertamanya pada dinihari. Tommy sigap membawa istrinya keluar dari rumah, menuju rumah sakit.


"Kau harus berjuang, Sayang. Anak kita akan segera lahir."


Nilam tidak bisa menanggapi dengan kata-kata, hanya saja wajahnya yang pucat dan erangan sakit tak tertahan bisa menjelaskan bagaimana kontraksi itu begitu dahsyat menyerang Nilam saat ini.


Tommy mengusap punggung istrinya dengan lembut, membisikkan kata- kata penyemangat yang akhirnya membuat Nilam mendapatkan bukaan lengkap tepat pada pukul empat subuh.


"Dokter, saya sudah tidak kuat, rasanya ingin segera mengejan!" pekik Nilam sambil terus menggenggam jemari Tommy yang setia berada di sisinya.


"Kita mulai dengan perlahan, Bu Nilam. Atur nafasnya, jika lelah, istirahat dulu sebentar baru kita lanjutkan lagi. Jangan mengangkat bokong juga ya, Bu."


Entahlah, Nilam mengangguk-angguk saja. Ia sempat berhenti dan putus asa di pertengahan tetapi Nilam tetap berjuang untuk tetap tenang agar bisa melahirkan anaknya.


"Laki-laki, Pak Tommy, Bu Nilam."


Tommy mengangguk sambil terus memeluk Nilam. Puteranya sudah lahir dengan selamat.


"Terimakasih, istriku, kau luar biasa dengan semua perjuanganmu."


Nilam mengangguk. Meski hanya didampingi Tommy, tapi dia sangat kuat. Ibu dan ayahnya sudah dalam perjalanan ke Jakarta. Mereka juga sangat bahagia ketika mendapat kabar Nilam akan melahirkan.


Hari ini kebahagiaan Nilam lengkap sudah. Setelah selalu kurang beruntung dalam urusan percintaan, akhirnya Tuhan memberikan kado terindah dengan hadirnya lelaki baik juga anak yang sudah lama dia rindukan.

__ADS_1


Malam-malam panjang dengan bayinya yang sering membuat Nilam dan Tommy begadang dilalui keduanya dengan hati yang bahagia.


Hingga usia puteranya sudah satu tahun, Nilam memutuskan untuk tidak lagi fokus kembali ke panggung hiburan. Dia ingin memfokuskan diri mengasuh anak dan juga mengurus suaminya.


"Javier, duh .... gantengnya anak Mama."


Dalam gendongan Tommy, Javier, putera mereka sekarang sudah rapi dengan setelan jas, membuatnya tampak tampan seperti seorang pangeran kecil.


"Ayo, Sayang, acara pernikahan Yuki dan Desta udah mau dimulai."


"Iya, Mas, ayo."


Ketiganya berjalan menuju mobil. Hari ini, kebahagiaan mereka juga bertambah sebab Desta dan Yuki akhirnya menikah setelah hampir setiap hari bertengkar untuk hal-hal konyol yang sering mereka perdebatkan.


Banyak juga wartawan yang diundang dan kedatangan Tommy bersama Nilam dan anak mereka tentu menyedot perhatian banyak orang. Acara itu berlangsung dengan suka cita. Di tengah acara pesta, Tommy tak henti merangkul istrinya. Ia menemukan kebahagiaan dari seorang perempuan kuat yang awalnya selalu gagal dalam kisah asmara.


Tetapi sekarang, mereka telah bersatu dalam ikatan yang sakral. Kehidupan berjalan sebagaimana mestinya, cinta juga sudah bertahta tepat kepada sang pemiliknya.


-End


***


Guys, ceritanya tamat ya.


Tapi jangan khawatir, aku bakal launching cerita baru setelah ini. Judul dan beberapa babnya juga sudah aku siapkan. Tunggu aja ya.

__ADS_1


Btw, makasih banyak sudah baca novel-novelku ya. Tanpa kalian aku cuma butiran lada bubuk. ☺️🥰🌹


__ADS_2