
"Kangen, aku kangen!" Nilam sudah tidak bisa menahan gejolak hatinya sendiri saat dia melihat gerbang tinggi dengan pengawasan ketat staff keamanan tempat rehabilitasi itu.
Hari ini Tommy sudah bisa pulang setelah menjalani kehidupan yang sepi dan penuh perjuangan di tempat itu. Kemarin, pemeriksaan secara medis memberikan hasil yang sepadan dengan perjuangan Tommy itu. Dia telah dinyatakan bersih dari pengaruh narkoba.
"Sabar, Lam. Kau akan bertemu pak Tommy sebentar lagi." Yuki yang berada di depan bersama Desta, tersenyum mendengar seruan Nilam barusan.
Nilam mengangguk, matanya semakin membulat indah setelah ia melihat siapa yang tengah berdiri di depan koridor dengan didampingi dua petugas panti rehab. Lelaki itu melambaikan tangan, ia tampan dan terlihat mempesona meski sekarang badannya terlihat lebih kurus dari kali terakhir mereka bertemu. Satu bulan lebih di tempat itu, menjalani berbagai macam terapi, pengobatan fisik dan pemulihan mental, membuat berat badan Tommy turun drastis.
Nilam hampir saja meneteskan airmata melihatnya dan ketika pintu mobil telah terbuka, dia secepatnya berlari lalu masuk ke dalam pelukan erat sang suami.
"Aku sudah bersamamu, Sayang," bisik Tommy pun sama dengan penuh kerinduan.
Nilam mengangguk, terasa airmatanya membasahi kaus yang Tommy kenakan. Lelaki itu mengecup puncak kepala Nilam berulangkali. Lelaki itu mengatakan bahwa dia rindu Nilam setengah mati.
"Kita pulang, Mas?"
"Ya, ayo."
Tommy dan Nilam berpamitan kepada dua petugas juga seorang dokter yang baru saja mendekat.
"Terimakasih telah membantu suami saya, Dokter, Suster." Nilam tersenyum dan dibalas dengan hal yang sama oleh mereka.
__ADS_1
"Kami juga sangat senang dengan kesembuhan pak Tommy."
Nilam dan Tommy saling berpandangan kemudian mengangguk dan melangkah menuju ke mobil. Mereka melambaikan tangan kepada para petugas medis.
Menikmati perjalanan yang cukup jauh, Nilam sempat tertidur di pelukan suaminya. Ada banyak sekali hal dan rancangan hidup berumahtangga yang akan mereka realisasikan setelah ini.
Ada hal yang akan Tommy lakukan setelah dia melakukan konferensi pers kelak yaitu memberi pelajaran kepada Indra yang sudah berani mengganggu istrinya. Meski Nilam tidak pernah mengatakannya kepada Tommy, tetapi melalui Yuki, Tommy bisa tahu segalanya.
"Besok kita akan segera melakukan konferensi pers. Aku sudah memerintahkan Desta untuk mengundang semua media."
"Tapi, Mas kan baru saja pulang. Apa tidak menunggu beberapa hari lagi saja?"
"Lebih cepat akan lebih baik, Sayangku."
Perjalanan mereka berakhir di sebuah kediaman megah bak istana. Nilam baru kali ini memang menginjakkan kaki di rumah Tommy. Rumah besar itu berdiri di lahan yang sangat luas.
"Mulai hari ini, kau akan tinggal bersamaku di sini."
Nilam menoleh, lalu bagaimana dengan rumahnya? Rumah yang tergolong cukup baru Nilam tempati karena perceraiannya dengan Indra dulu.
"Rumahmu, kalau kau tak keberatan, bagaimana jika dijual saja, Sayang? Uangnya bisa kau kirimkan untuk keluargamu di desa. Karena sekarang, akulah yang bertanggungjawab untuk semua kebutuhanmu termasuk rumah yang nyaman untuk kau dan anak-anak kita tinggali."
__ADS_1
Nilam tampak berpikir, ia juga melirik Yuki yang segera memberikan kode dengan anggukan kecil.
"Baiklah, Mas. Aku tentu akan mengikuti semua arahanmu."
Tommy tersenyum, dipeluknya Nilam dengan erat sebelum mereka turun dari mobil.
***
Studio besar milik Tommy menjadi tempat bagi lelaki itu untuk menggelar konferensi pers. Para awak media sudah mengerubungi tempat itu dengan tertib dan teratur. Ada banyak sekali petugas keamanan yang akan mengamankan situasi agar tidak terjadi kekacauan.
Tommy dan Nilam sudah duduk dengan tenang didampingi Yuki juga Desta. Begitu banyak nampaknya pertanyaan yang akan diajukan oleh para wartawan.
"Saya yakin teman-teman semua sudah sangat tidak sabar untuk mendengar kebenaran di antara saya juga Nilam Asmarani yang sudah berstatus sebagai istri saya. Juga benar semua pemberitaan itu bahwa saya menghilang karena sedang membersihkan diri dari jeratan narkoba, ini juga berkat istri saya, akhirnya saya sekarang dinyatakan bersih dari obat-obatan terlarang itu."
Mulai riuh suara para awak media, mereka juga mulai merekam pengakuan itu tanpa terlewat satu kata pun.
"Dan semua pemberitaan mengenai pernikahan kami yang tersembunyi dan kehamilan Nilam, itu memang betul adanya. Tapi ada yang perlu saya luruskan, bahwa saya menikah dengan Nilam setelah dia betul-betul sudah bercerai secara sah dan hukum dengan mantan suaminya. Hal ini bisa dibuktikan dengan dokumen-dokumen penting terkait akte pernikahan kami juga akte perceraian Nilam dan suaminya dulu. Saya dan Nilam juga sangat menentang keras pemberitaan perselingkuhan yang sebenarnya tidak pernah terjadi di antara kami saat Nilam masih berstatus istri orang lain. Sebaliknya, Nilam bercerai dengan mantan suaminya karena pria itu sudah berselingkuh dan perselingkuhan itu juga kebetulan sempat terekam di kamera CCTV hotel milik saya. Berikut tayangannya."
Dan Nilam juga semua wartawan yang hadir dibuat terperangah ketika asisten Tommy menghidupkan proyektor yang menayangkan saat Indra juga Marissa memasuki kamar hotel lengkap dengan tanggalnya. Juga kemudian foto-foto dokumen pendukung tentang tanggal pernikahan mereka juga perceraian Nilam juga Indra. Meski cukup terkejut dengan hal itu, tapi Nilam sangat lega sekarang.
Tidak butuh waktu lama, pemberitaan kini berbalik menyerang Indra dan keluarganya. Para tetangga membanjiri mereka dengan hujatan. Indra juga Marissa semakin sering bertengkar.
__ADS_1
Indra juga terancam dipenjarakan oleh Tommy karena pencemaran nama baik juga teror yang dilakukannya kepada Nilam selama ini.