Pacar Suamiku!

Pacar Suamiku!
Panen Hujatan


__ADS_3

Gosip dan berita yang berhembus, nyatanya bagai angin kencang yang tengah menerpa Nilam juga Tommy. Untuk sementara waktu, mereka belum bisa hadir membuat klarifikasi sehingga arus berita jadi semakin liar dan tidak terkendali. Meski Yuki juga Desta sudah berusaha semaksimal mungkin melindungi, bahkan memasang badan setiap kali awak media menyerbu Nilam yang baru saja selesai syuting.


Hari ini, Nilam sudah kembali ke lokasi syuting setelah tiga hari berada di rumah sakit dan sialnya, entah dapat darimana lagi, para wartawan itu sempat mengabadikan moment ketika Nilam sedang keluar dari rumah sakit dan berita tentang kehamilannya kini juga sedang menyebar kemana-mana.


"Lihat tuh, artis yang baru terkenal lagi, ternyata pantesan bisa cepat naik daun, lah bekingannya sendiri sudah dikasih jatah sampai dia jadi hamil!"


Dua orang artis lain yang kebetulan sedang di make up mengatakan hal itu dan terdengar Yuki maupun Nilam. Tanpa aba-aba, Yuki segera mendekat, siap menghardik.


"Heh, kalau gak tahu apa-apa, mendingan diam! Jangan asal bicara ya!"


"Loh, kan emang gitu kenyataannya, Mbak Yuki. Kok ngamuk?" tanya salah satu di antara mereka dengan tampang menyebalkan.


"Itu berita bohong! Nilam itu bersih ya, kalian jangan cepat termakan berita-berita fitnah semacam itu!"


"Iya nih, mentang-mentang artisnya lagi naik daun dan kasih cuan banyak, makanya dibelain terus sampe mati!" timpal seseorang yang lain.


Yuki kesal bukan main, dia segera merampas alat make up di tangan seorang perias lalu membubuhkan bedak dan lipstik secara asal ke wajah salah satu artis baru itu.

__ADS_1


"Apa-apaan nih?!" Gadis itu memekik sambil menatap wajahnya yang sudah cemong di depan cermin.


Baru saja gadis itu hendak menyerang Yuki, Nilam segera mendekat.


"Mbak, sudah." Nilam segera menahan Yuki yang masih kurang puas memberi perempuan itu pelajaran. "Dan kamu, juga kamu, dunia artis itu penuh tipu-tipu. Kadang berita yang ada sengaja dilebih-lebihkan untuk menggiring opini publik ke arah yang enggak baik. Benar saya dan pak Tommy memang sudah ada hubungan, dan benar, sekarang saya sedang mengandung anaknya. Hanya bagian itu saja yang benar, selebihnya, untuk gosip perselingkuhan dan alasan perceraian saya di masa lalu, sama sekali gak ada hubungannya dengan pak Tommy. Kalian jug artis baru, nanti mesti siap mental seperti saya ini ketika banyak isu gak sedap yang akan datang." Nilam berkata dengan tenang dan senyum lalu menggamit lengan Yuki, membawa managernya itu segera pergi ke dalam mobil.


"Mbak Nilam! Minta waktunya, Mbak." Para wartawan segera menyerbu saat melihat Nilam sudah keluar dari studio.


"Biar saja, Mbak."


Nilam berhenti sebentar, lalu membiarkan para wartawan mengerubunginya, kali ini dia tak berusaha untuk menghindar sama sekali.


"Betul, saya sedang mengandung," jawab Nilam dengan tenang.


"Berarti betul, bahwa Mbak memang menjalin hubungan spesial dengan orang kenamaan di negeri ini yaitu pak Tommy Orlando?"


"Ya, saya dan Tommy memang sedang menjalin hubungan spesial itu."

__ADS_1


"Tapi bukankah, Mbak baru saja bercerai dengan suami dan berarti benar jika perceraian itu dipicu oleh perselingkuhan antara Mbak Nilam dan pak Tommy?"


"Betul, saya memang baru bercerai dengan suami saya. Tapi sangat tidak benar bahwa kehadiran Tommy akhirnya memicu perselingkuhan di antara kami. Saya rasa cukup begini dulu informasi yang bisa saya bagikan kepada kalian. Nanti ketika sudah waktunya, saya dan Tommy yang akan mengatakannya di hadapan publik."


Nilam menangkupkan kedua tangan di depan dadanya, lalu bersama Yuki segera masuk ke dalam mobil dengan banyaknya wartawan yang masih berusaha mengerubunginya.


"Minggir! Nanti artis saya akan mengadakan konferensi pers dan saya mohon pengertiannya kepada teman-teman semua untuk tidak menambah-nambahi berita dulu."


Setelah berkata begitu, Yuki bergegas menutup pintu mobil. Kali ini mereka memang membawa supir sehingga keduanya sekarang sedang duduk di belakang.


"Lam, kau yakin ngomong begitu tadi sama wartawan?" tanya Yuki tak mengerti.


"Ya, Mbak. Aku pikir, menghindar terus juga gak akan menyelesaikan masalah. Lagipula, aku bicara apa adanya, itu lebih baik daripada publik menerka-nerka. Aku juga rencananya mau ketemu mas Tommy hari ini."


"Aku temani, Lam."


Nilam mengangguk, lalu iseng membuka sosial media. Setiap postingan fotonya sekarang banjir hujatan. Nilam menarik nafas panjang, lalu kembali menutup akun sosial medianya. Dia memang tidak bisa menekan arus pemberitaan yang semakin menggila. Namun, setidaknya, dia bisa tetap tutup telinga dan mata untuk semua itu.

__ADS_1


"Nanti semua akan balik lagi seperti dulu, Lam." Yuki berusaha menenangkan Nilam.


Nilam mengangguk, selepas makan siang, mereka akan pergi ke tempat dimana suaminya masih direhabilitasi. Nilam juga jadi sering sekali mengelus perutnya. Dia tersenyum, tak menyangka jika penyatuannya dengan Tommy sebelum pria itu berpisah sementara dengannya, ternyata membuahkan benih, sesuatu yang memang sudah lama Nilam tunggu dan akhirnya Tuhan percayakan lewat lelaki gagah yang sekarang sedang berjuang melawan dirinya sendiri.


__ADS_2