Pacar Suamiku!

Pacar Suamiku!
Serius!


__ADS_3

Langkah kaki Nilam terhenti saat Yuki menghadangnya dengan merentangkan kedua tangan. Nilam memandang manajernya itu dengan pandangan jahil. Ia tahu, pasti Yuki sudah sangat tidak sabar untuk mendengar ceritanya dan juga Tommy.


Nampaknya, Yuki harus bersabar lebih lama lagi, sebab saat ini, Nilam sudah ditunggu oleh sutradara juga pemain yang lain. Mereka akan mengambil adegan di mana Nilam harus berperan.


"Kau berhutang untuk menceritakan itu semua kepadaku ya, Lam. Ingat, aku tidak akan pulang cepat, aku akan menunggumu sampai kau selesai syuting."


"Beneran mau nunggu kan, Mbak? Mbak sendiri tahu, aku syuting hari ini lumayan lama loh, kemungkinan bakalan tengah malam baru selesai," ujar Nilam kemudian.


"Ya, nggak papa lah, kan nanti ada waktu break. Nah di sana kita harus bercerita. Aku benar-benar penasaran dengan hubungan kau dan juga Tommy. Sepertinya kalian ini sudah semakin dekat."


Nilam tak menggubris lagi, dia hanya tersenyum mendengar celotehan dari manajernya yang bawel itu. Ia segera melangkah menuju sutradara dan berbicara sebentar kepada lelaki berperawakan tambun itu, yang segera memaklumi bahwa dia datang terlambat hari ini.


Nilam segera melihat script yang akan dia mainkan di depan kamera, saat ini juga seorang perias sedang menghias wajahnya dengan make up natural dan membentuk rambutnya.


Nilam terlihat sangat cantik saat ini, dia juga sudah memiliki kembali banyak fans. Ada banyak orang yang kini mengunjungi media sosialnya dan telah diikuti hampir satu juta pengikut semenjak dia kembali lagi ke panggung hiburan.

__ADS_1


Banyak juga dari para penggemarnya itu yang menanyakan tentang kabar keretakan rumah tangganya dan Nilam tidak segan-segan untuk memberitahu semua kebenaran tentang perceraiannya dengan Indra.


Lebih baik jujur di mata publik tentang keretakan rumah tangganya itu dan dia tidak menampik bahwa perceraian mereka memang dilandasi karena adanya orang ketiga. Tapi hal itu justru membuat Nilam lega sebab dibanding yang mencibir, lebih banyak orang yang mendukungnya.


Ada beberapa adegan yang cukup penting yang harus Nilam memainkan. Di sela waktu istirahat, Nilam akhirnya kembali lagi bersama Yuki.


"Kita bicara sambil makan aja deh, Mbak."


"Aku juga sudah memesan makanan untuk kita. kita makan di sana saja ya, Lam," ujar Yuki kemudian. Nilam mengangguk dan kemudian mereka segera menuju ke sebuah gazebo yang kebetulan ada di lokasi syuting dan tidak dipakai saat itu.


Yuki juga tidak mencerca Nilam dengan berbagai pertanyaan saat ini. Dia memang sengaja untuk membiarkan Nilam yang akan memulainya duluan. Saat sedang membuka kotak makanan dengan Yuki yang sudah memasukkan satu suapan makanannya sendiri ke dalam mulutnya, barulah Nilam mulai menceritakan apa yang sebenarnya dia alami bersama Tommy, dimulai dengan satu kalimat yang membuat Yuki sangat terkejut.


Dengan santainya Nilam berkata sambil sekarang memasukkan nasi ke dalam mulutnya, sementara Yuki sudah hampir tersedak mendengar hal itu. Dia menatap Nilam dengan tatapan tak percaya. Apakah secepat itu artisnya itu akan segera menikah lagi, apalagi dengan Tommy yang baru saja dia kenal walaupun Yuki sangat mendukung hubungan mereka, tapi dia tidak percaya bahwa Nilam akan memutuskan akan menikah dengan lelaki itu. Terlalu cepat juga terburu-buru.


"Kau sedang gak bercanda kan?" tanya Yuki dengan pandangan yang masih melotot. Nilam tersenyum melihat ekspresinya kemudian dia mengangguk begitu saja, dengan ringan pula.

__ADS_1


"Serius, Mbak, tapi ini Mbak dulu yang tahu. Jangan sampai bocor ke mana-mana. Aku dan Tommy rencananya akan menikah siri karena Mbak tahu sendiri kan kalau aku juga baru bercerai."


"Nah itu maksudku, kau kan baru saja bercerai dengan Indra, apalagi sekarang para fansmu sudah tahu kalau kau juga baru bercerai dari suamimu, terlepas dari kesalahan suamimu ataupun adanya orang ketiga di antara kalian yang mengakibatkan perceraian itu, tapi kan kau saat ini sedang masa tenang, kalau kata orang itu belum seharusnya menikah dengan laki-laki lain setidaknya lewatkan dulu masa tenangmu."


"Makanya aku sama Tommy bakal nikah siri dulu, Mbak. Aku pengen kasih tahu Mbak satu hal, tapi please ini jangan sampai bocor ke mana-mana. Ada alasan kenapa aku mau menerima Tommy untuk menikahiku secara siri, sekarang terkesan terburu-buru memang tapi aku harus membantu Tommy keluar dari permasalahan ini, Mbak, aku tidak tega membiarkannya seperti itu."


"Memangnya ada masalah apa?"


Nilam tampak melirik ke kiri kanan Bahkan dia sempat menoleh ke belakang, dia takut nanti akan ada orang yang mendengar percakapan sensitif ini karena itu artinya dia akan membuka aib Tommy di depan orang banyak tapi saat ini dia merasa Yuki mesti tahu karena Yuki adalah manajernya.


"Mbak, Tommy itu pemakai dan sekarang dia sedang berjuang untuk segera keluar dari jeratan obat-obatan terlarang."


Yuki tampak terkejut bukan main, dia menatap Nilam dengan pandangan tak percaya, tapi Nilam hanya menganggukan kepala bahwa dia sama sekali tidak main-main dengan kata-katanya barusan.


"Astaga, ini betulan, Lam? Tapi ..."

__ADS_1


"Aku bicara apa adanya, Mbak, sesuai apa yang saat ini terjadi sama aku dan Tommy. Makanya aku harus segera menikah siri dengannya, dia harus segera diselamatkan. Dia tidak mau direhabilitasi, aku harus membantunya keluar dari semua jeratan obat-obatan terlarang itu. Dan itu berarti kami akan seribu bertemu. "


Yuki tidak bisa lagi berkata-kata, bahkan saat ini saking terkejutnya, rasa laparnya juga hilang seketika.


__ADS_2