Pacar Suamiku!

Pacar Suamiku!
Rehabilitasi


__ADS_3

Nilam menghembus nafas lega ketika akhirnya Tommy dengan satu tarikan nafas mengangguk. Hal yang sempat diyakini Nilam akan ditolak mentah-mentah oleh pria itu.


"Aku setuju untukmu," ujar Tommy akhirnya.


Nilam mengangguk, ia memeluk tubuh Tommy yang kali ini sedang mengecup kening Nilam. Entah mengapa, meski perkenalan mereka baru, tetapi Nilam merasa sangat disayangi oleh pria itu.


Sekarang, Nilam mulai menunjukkan beberapa tempat yang ia peroleh dari internet. Tempat yang cukup direkomendasikan dan nampaknya jauh dari hingar bingar kota Jakarta tapi masih bisa dijangkau dengan mobil.


Tommy sendiri tidak paham, mengapa dia bisa begitu saja menyetujui keinginan Nilam. Padahal, selama ini dia sangat anti jika Desta menyarankannya untuk rehabilitasi saja.


"Tapi aku butuh waktu beberapa hari untuk selalu bersamamu," ujar Tommy membuat penawaran.


"Ya, aku mengerti, Mas. Aku akan menuruti semua kemauanmu sebelum kau direhabilitasi."


"Bagaimana jika aku selalu menginginkannya?" tanya Tommy dengan tatapan nakal kepada Nilam yang segera paham.


Nilam menangkup wajah Tommy dengan kesepuluh jari tangannya.


"Apapun yang kau inginkan, kau akan mendapatkannya," jawab Nilam.

__ADS_1


Tommy tersenyum, dia senang mendengar jawaban istrinya itu. Dia kembali meraih Nilam dalam pelukan. Rumah memang sepi sebab kedua orangtua Nilam hari ini menginap di rumah keluarga mereka di desa sebelah untuk suatu keperluan. Sedang Desta juga Yuki sudah kembali ke Jakarta.


"Mungkin kita harus melakukannya lebih sering agar aku tidak sakau juga karena rindu kelak," ujar Tommy setelah mereka melakukan penyatuan untuk yang kesekian kalinya hari ini.


Bersama Nilam yang mampu mengimbanginya, Tommy merasa sangat puas bahkan selalu candu untuk kembali mengulangi. Nilam juga mengakui, pria itu sangat perkasa meski baru saja pulih dari kesakitan karena sakau kemarin.


Esok mereka akan pulang, tapi tujuan Nilam dan Tommy adalah sebuah tempat rehabilitasi yang sudah mereka pilih. Tommy ataupun Nilam memang tidak mengatakan kepada siapapun dulu termasuk Yuki dan Desta.


Setelah berkonsultasi dengan para petugas rehabilitasi, kemungkinan Tommy akan direhabilitasi selama kurang lebih satu bulan. Meski sedih karena harus berpisah sementara, tapi demi kebaikan, akhirnya Nilam dan Tommy berusaha menerima semua itu.


"Aku pasti akan rindu berat," keluh Tommy kepada Nilam yang tengah memegang erat jemarinya.


Dan perpisahan itu pada akhirnya memang terjadi. Nilam juga mulai kembali menjalani kehidupannya lagi sebagai seorang aktris yang semakin bersinar. Dia kerap diundang ke acara-acara talk show. Dia juga tetap sering berkunjung ke tempat Tommy direhabilitasi.


Namun, ketika dia datang untuk kesekian kalinya, Tommy sedang diurus oleh petugas karena mengamuk dan hendak melarikan diri. Hal itu membuat Nilam sangat bersedih. Namun, dia yakin, Tommy pasti akan segera sembuh.


"Biarkan saja dia beristirahat, Suster, saya hanya ingin melihat keadaannya."


Untuk pertemuan kali ini, Nilam tidak mau melihat Tommy dari jarak dekat, dia tidak mau sampai luluh dan goyah hingga membuatnya membawa Tommy pulang.

__ADS_1


Setengah bulan Tommy sudah berada di panti rehabilitasi, kabar baik sering dia dengar dari petugas yang rutin memberikan informasi tentang keadaan suaminya. Nilam optimis, Tommy pasti akan sembuh total tak lama lagi.


Namun, beberapa hari kemudian, beredar pemberitaan saat fotonya saat mengunjungi Tommy di panti rehabilitasi. Ada berita yang menuliskan bahwa keduanya juga dikabarkan menjalin hubungan. Dan yang parahnya salah satu akun media memberitakan berita bohong bahwa perceraian di antara Indra juga Nilam sebab Nilam berselingkuh dengan Tommy padahal tentu saja itu tidak benar.


Ia dan Tommy bertemu dan berkenalan saat Nilam memang sudah akan bercerai dengan Indra.


"Wartawan banyak banget, Lam! Lewat sebelah sana aja."


Susah payah Nilam menghindari awak media yang mengejarnya. Desta juga membantu Yuki menjauhkan wartawan dari perempuan itu.


"Ini gimana bisa bocor, Mbak? Ga ada yang tahu tentang Tommy di rehabilitasi selain kalian. Apalagi banyak berita gila tentang kami berdua yang sama sekali gak benar." Nilam memijit keningnya dengan wajah gundah ketika mereka sudah di mobil.


"Ada yang udah nyebarin fitnah dan kayaknya sengaja menguntitmu selama ini, Lam. "


"Mas Tommy jangan sampe tahu dulu, Mbak. Aku gak mau dia sampe kepikiran."


Mereka mengangguk. Yuki dan Desta juga bergerak cepat untuk mencari tahu tentang hal ini. Banyak sekali berita yang menyudutkan mereka. Akun sosial media Nilam dan Tommy juga dibanjiri banyak hujatan. Hal itu sedikit banyak membuat Nilam jadi stress.


Dan di pagi hari saat dia terbangun, kepalanya tiba-tiba saja pusing, lalu perutnya mual sekali hingga dia muntah. Wajah Nilam pucat dan saat ditemukan oleh Yuki ketika berkunjung ke rumahnya setelah mendapat telepon dari pembantu Nilam yang tidak bisa masuk karena pintu kamar terkunci, mereka menemukan Nilam sudah pingsan tak jauh dari kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2