
Setelah sesi latihan coach Edi memanggil Andi dan Roni untuk menemuinya di ruang pelatih. Ada hal penting yang ingin coach Edi sampaikan pada mereka berdua. Sesuatu yang berkaitan dengan prestasi mereka di lapangan. Andi dan Roni masih bingung mengapa pelatihnya memanggilnya secara tiba-tiba.
" Ada apa coach memanggil kami berdua? tanya Andi.
" Apa kita melakukan kesalahan ya coach hingga anda memanggil kami....ujar Roni.
" Bukan Ron.....kalian tidak melakukan kesalahan apapun. Saya memanggil kalian karena ingin memberitahukan sesuatu yang penting bagi kalian berdua....."
" Bisa dibilang ini adalah awal kesuksesan kalian yang mungkin bagi sebagian pemain adalah cita-cita yang ingin mereka raih....kata coach Edi penuh makna.
" Maaf saya tidak mengerti arah pembicaraan anda coach. Bisakah dijelaskan poinnya saja agar kami mengerti....ujar Andi.
" Baik.... sebenarnya saya berat mengatakan ini karena tentunya saya harus siap kehilangan kalian berdua. Tapi saya juga tidak mungkin menahan kalian...."
" Jadi prestasi kalian berdua membuat pelatih TIMNAS kita melirik kalian berdua dan ingin menjadikan kalian bagian dari pemain TIMNAS negara kita...."
__ADS_1
" Apa????kami tidak salah dengar kan coach...ucap Andi dan Roni.
" Jadi kami terpilih jadi pemain TIMNAS coach lantas apa yang harus kami lakukan ke depannya? tanya Roni
" Oke jadi begini... Dua minggu lagi kalian akan di kumpulkan di wisma atlet Jakarta untuk latihan sambil menunggu pasport dan Visa kalian. Karena kalian akan dikirim dan dilatih penuh di negeri Belanda selama 4 bulan untuk persipaan pertandingan SEA GAMES...ujar coach Edi.
" Belanda coach? Selama itu ya... tanya Andi yang masih tidak percaya.
Jujur dalam hati Andi merasa gembira mendengar kabar yang disampaikan coach Edi. Itu adalah cita-citanya sejak dulu, ia ingin menjadi pemain profesional yang dikenal hingga ke negara lain. Membawa nama negaranya dan membuat bangga ibu pertiwi.
Ia pun bingung harus mengatakan apa pada Devi. Ia takut Devi akan sedih mendengar hal ini. Karena ia tahu menjalani hubungan jarak jauh sangatlah menyakitkan. Karena akan ada kerinduan dan hati yang tersakiti karenanya. Hati yang sakit karena harus melihat orang yang disayangi pergi dari hadapannya. Walaupun hanya untuk kurun waktu beberapa bulan.
" Kamu kenapa Andi? apa ada yang ingin kamu sampaikan? kalau ada uneg-uneg silahkan kamu bisa utarakan pada saya....kata coach Edi memecah lamunan Andi.
" Ah tidak coach saya hanya masih sedikit terkejut dengan kabar itu. Terima kasih atas bimbingan coach selama ini. Ini semua berkat didikan anda, hingga saya bisa seperti saat ini..."
__ADS_1
" Sampai kapanpun saya tidak akan melupakan jasa-jasa coach Edi....ucap Andi yang membuat suasana semakin larut dalam keharuan.
" Saya juga berterima kasih coach banyak hal yang saya pelajarai dari anda. Dari saya yang bukan apa-apa hingga menjadi saya yang sekarang....imbuh Roni.
" Sudah-sudah kalian jangan bicara seperti itu. Itu sudah tugas saya, saya juga bahagia kalian menjadi orang yang berhasil...."
" Oh iya coach kalau boleh besok saya izin pergi dulu. Kebetulan besok kan kita hanya ada latihan pagi. Jadi siang saya izin pergi, mungkin sore sudah kembali....ujar Andi.
" Kamu mau kemana memangnya Andi...tanya coach Edi penuh selidik.
" Kemana lagi kalau bukan ketemu pacarnya coach hahahhahhhh. Ada yang lagi di mabuk cinta coach.... celetuk Roni hingga membuat coach Edi ikut tertawa.
Coach Edi pun mengangguk tanda mengizinkan Andi untuk pergi. Ia memahami pasti ada yang harus ia bicarakan dengan kekasihnya sebelum ia berangkat.
* Author ikut melow nih readers gimana nanti dengan Devi kalau dengar kabar ini 😢😢😢*
__ADS_1