
Di sebuah taman belakang sekolah terlihat Devi duduk sendiri. Pandangan matanya sayu dan sembab. Pikirannya begitu kacau hingga ia memutuskan untuk kembali ke ruang kelas.
Kenapa kamu tega lakukan ini padaku kak. Kamu yang beri aku keyakinan untuk tetap menunggumu tapi kenapa kamu juga yang mematahkannya. Sekecil itu kah posisiku dihatimu hingga dengan mudahnya kau membuangku tanpa alasan yang jelas. Bagaimana aku harus menjelaskannya pada orang tuaku jika mereka bertanya tentangmu. Sanggupkah aku menghapusmu dalam ingatanku. Batin Devi.
Dengan menghimpun kekuatan ia memberanikan diri menelpon Andi kekasihnya.
🙎: " Hallo....? "
👦: " I....iya Dev ada apa? maaf aku terlalu
sibuk hingga lupa menghubungimu."
🙍: " Tidak apa-apa kak. Aku sudah tahu
semua, kak Andi tidak perlu
menyembunyikan apapun dan tidak
perlu lagi menghindar dariku"
🙎: " Aku sadar aku ini siapa kak. Aku juga
tidak mau menjadi perusak hubungan
kakak dengan ibumu dan juga dengan
Sinta."
__ADS_1
👦: " Kamu ngomong apa Dev. Ini murni
kesalahnku, aku tidak bisa menepati
janjiku. Aku juga sudah menjadi
pecundang yang tidak bisa
memperjuangkan hubungan kita."
🙎: " Kak Andi tidak perlu memilih biar aku
yang akan memutuskan. Sejak awal aku
tahu kak Andi tidak akan bisa memilih.
Andi tidak perlu lagi menghubungi Devi.
Terima kasih atas saat-saat indah yang
kakak berikan untuk Devi. Devi akan
selalu menyimpan kenangan itu."
Tuttttt tutttttt
Devi menutup telponnya, tangisannya kembali pecah. Ia meratapi nasibnya kenapa harus seperti ini.
__ADS_1
Kenapa kamu ninggalin aku disaat aku lagi sayang-sayangnya sama kamu kak. Disaat aku bisa membuka hati untuk seseorang tapi kenapa harus seperti ini akhirnya. Rasanya sakit sekali. Andai sejak awal aku tidak terlalu mengagumimu. Andai aku tidak merubah perasaan itu menjadi cinta mungkin tidak akan terasa sakit saat aku terjatuh. Batin Devi
******
Ratna dan Nindy begitu panik karena sejak tadi Devi tidak kembali ke ruang kelas mencoba menghubungi ponsel Devi. Namun selalu nada sibuk. Mereka khawatir dengan kondisi sahabatnya.
Mereka mencari sekeliling sekolah namun tidak menemukannya. Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk ke taman belakang sekolah. Benar saja Devi berada di tempat ini.
" Dev loe gak kenapa-kenapa kan....."
" Enggak lah guys gue gak kenapa-kenapa kok. Oh iya sorry tadi gue gak balik ke kelas. Ini uda jam pulang kan, yuk kita pulang.....ajak Devi sambil beranjak dari tempat duduknya
Kedua sahabatnya saling berpandangan penuh keheranan dengan tingkah laku Devi yang seolah-olah tidak terjadi sesuatu.
" Oh iya...Dev loe gak marah kan denger percakapan gue sama kak Roni tadi....tanya Ratna.
" Gak kok Ratna sayang..... mulai sekarang gue mau jalani hidup gue seperti dulu. Sebelum gue kenal dengan kak Andi...."
" Gue harap kalian juga tidak bahas soal kak Andi lagi...."
" Maksud loe apa si Dev kita jadi bingung. Jangan bilang kalo loe uda bener-bener putus....timpal Nindy.
" Heemmmm......"
" Ya ampun Dev loe kok gampang banget sih ngomongnya. Kalo loe ngomong gitu cuma berusaha untuk tegar loe salah Dev. Kita ini tau banget sifat loe....ucap Ratna kesal
Sejujurnya Devi memang tidak semudah itu untuk melupakan semuanya. Namun dia tidak ingin melihat sahabatnya ikut bersedih. Dia ingin memendam dan mengobati lukanya sendiri tanpa melibatkan sahabatnya.
__ADS_1