
Di heningnya malam yang terdengar hanyalah suara rintik hujan. Seolah langit melihat dan mendengar apa yang telah menimpa Devi. Luka dihatinya belum kering sekarang harus ditambah dengan luka baru yang lebih menyayat. Mungkin waktu bisa menyembuhkan goresan luka yang ia rasakan beberapa hari lalu.
Sejak kejadian itu ia tidak masuk sekolah karena ia tidak ingin teman-teman di sekolahnya berpikiran negatif terlebih setelah banyak mata yang melihat peristiwa itu.
Sungguh perih bagi yang merasakannya. Andai waktu bisa diputar mungkin ia akan memilih untuk menjalani hidup seperti sedia kala. Ceria bersama sahabatnya tanpa memikirkan cinta.
Dilain tempatpun Andi juga merasakan sakit. Sakit karena ia harus berpisah dengan gadis yang ia cintai dan juga sakit karena harus melihat orang yang ia tersakiti oleh dirinya sendiri. Andai ia tahu hal buruk apa yang telah menimpa kekasihnya itu, ia pasti tidak ajan tinggal diam.
******
" Halo sayang tumben kamu nelpon jam segini. Bukannya kalo di Indo jam segini uda tengah malam. Kenapa kamu uda kangen ya sama pacarmu ini...kata Roni yang asyik menggoda Ratna.
" Ciihhh kak Roni jangan ge'er dulu. Ada hal penting yang mau aku bicarakan kak. Ini soal Devi. Tolong kamu beritahu kak Andi juga nanti..."
" Tiga hari lalu aku dan devi jalan-jalan ke mall kak tapi tiba-tiba ada wanita yang mau dijodohin sama kak Andi itu datang hampirin aku dan Devi. Dia marah-marah dan menghina Devi. Uda gitu dia jambak dan mencakar badan Devi kak di depan orang banyak.....jelas Ratna sambil menahan kesal.
__ADS_1
" Apa....serius sayang? kurang ajar tuh cewek. Oke nanti aku kasih tau Andi. Sekarang sebaiknya kamu tidur uda malem. Miss U sayang...."
" Iya kak....miss u too..."
Roni yang geram mendapat kabar itu langsung memberitahu Andi tentang apa yang terjadi dengan Devi.
" Ndi gue rasa sebaiknya loe pikir-pikir untuk menuruti permintaan nyokab loe yang mau jodohin loe dengan cewek yang namanya Sinta itu....ujar Roni
" Memangnya kenapa Ron. Sorry gue lagi gak mood buat bahas hal itu. Gue cuma mau fokus ke pertandingan terakhir kita....ucapnya.
" Tadi pagi dia nyamperin Devi. Dia maki-maki Devi, tidak sampai disitu dia juga menjambak rambutnya dan mencakar seluruh tubuh Devi di depan umum....jelas Roni.
" Apa? loe tau dari mana Ron?....
" Ratna tadi telpon gue...gara-gara kejadian itu Devi trauma untuk keluar rumah. Beberapa hari ini dia tidak masuk sekolah....imbuh Roni
__ADS_1
" Shittttt......berani-beraninya dia melakukan hal itu pada Devi. Gue gak akan maafin tuh cewek....ucap Andi.
" Semua keputusan ada di tangan loe Ndi. Sebelum semuanya terlambat sebaiknya loe renungin baik-baik. Bulan depan kita akan kembali ke Indonesia jangan sampai kamu menyesal....kata Roni.
Mendengar ucapan Roni membuat Andi tertegun. Ia sungguh merasa sangat bersalah atas apa yang terjadi pada kekasihnya. Begitu banyak luka yang ia berikan.
Hal itu membuat ia semakin yakin untuk kembali pada Devi. Namun ia ragu apakah Devi masih mau menerimanya kembali setelah banyak hal terjadi.
.
.
.
. sejak dulu beginilah cinta deritanya tiada akhir ckckckck.......
__ADS_1