
Sejak saat itu hari-hari Devi dipenuhi dengan kesendirian. Ia lebih banyak berdiam diri di kamar ketimbang jalan-jalan keluar. Dia memilih menyibukkan diri untuk menghadapi ujian.
" Kamu semangat sekali belajarnya sayang...ujar mama Devi.
" Iya mah....Devi pengen lulus dengan hasil terbaik....ucap Devi.
" Hmmmm bukan karena kamu pengen cepet-cepet lulus karena segera bertunangan dengan Andi kan....goda mamanya.
" Ah gak mah....untuk sementara Devi hanya ingin fokus ke ujian Devi.....jawab Devi untuk menghindar.
Sudah hampir satu minggu ini Devi menjalani ujian.Hari akhirnya perjuanganya telah berakhir, ujian sekolah yang ia hadapi telah usai. Hanya tinggal menunggu hasil. Dan entah sudah berapa lama ia tak lagi berhubungan dengan Andi. Lukanya perlahan terobati dengan kesibukannya.
" Hay guys kita jalan-jalan ke mall yuk itung-itung refreshing udah penat nih....ajak Nindy.
" Setujuuuuuuuuu.....seru Ratna.
__ADS_1
Merekapun pergi menuju sebuah mall. Nan jauh disana ada sepasang mata yang megawasi mereka. Mata yang penuh dengan kebencian.
*******
" Loe tau gak seminggu gue stress rasanya harus dirumah terus. Mandangin buku-buku mulu. Sekarang gue bebas dari buku-buku kupret itu...ujar Ratna
" Husss ngawur loe Rat....ucap Devi sembari berjalan menyusuri mall hingga akhirnya pandangannya tertuju pada sosok di hadapannya.
" Hemmmm lama kita gak ketemu. Aku dengar kamu uda gak berhubungan lagi dengan Andi. Bagus deh jadi gue gak perlu susah-susah buat misahin kalian....."
" Eh cewek ganjen jaga mulut loe ya. Apa mulut loe gak pernah di sekolahin asal nyerocos aja...pekik Nindy geram.
Pengunjung yang menyaksikan pertengkaran mereka bahkan tidak segan-segan mencibir Devi sebagai pelakor yang merebut calon tunangan wanita yangbtak lain adalah sinta.
" Sudah Nin....Oh ya maaf mbak. Sepertinya mbak gak perlu repot-repot bahas hal itu. Aku juga uda relakan kak Andi bersama mbak. Walaupun aku tahu yang ada di hati kak Andi hanyalah nama saya. Sedikitpun tidak ada rasa cinta baginya untuk mbak.....ucap Devi sembari pergi meninggalkannya pelan tapi menusuk.
__ADS_1
Sinta yang mendapat perkataan itu tidak terima lantas menjambak rambut Devi dari belakang. Devipun terjatuh terpelanting, dia mengerang kesakitan namun Sinta bukannya berhenti malah bertambah beringas. Dia mencakar tubuh Devi tampa ampun.
Nindy dan Ratna yang melihat hal itu langsung menarik Sinta menjauhi Devi.
" Hey perempuan jahat. Perilakumu sama sekali tidak sesuai dengan pendidikanmu...teriak Ratna penuh kekesalan.
" Maaf mbak kalau mbak dendam hanya karena kak Andi lebih mencintai saya itu bukanlah suatu kesalahan. Cinta itu tidak bisa memilih kepada siap ia akan singgah....ucap Devi.
" Awas kalian ya dasar tidak tahu diri. Tunggu pembalasanku...."
Tanpa mereka sadari kejadian itu direkam oleh seseorang yang sedari tadi melihatnya.
Devi pun berdiri sempoyongan di bantu oleh sahabatnya. Seluruh tubuh Devi dipenuhi dengan cakaran Sinta. Rasa sakit dari luka itu tak sebanding dengan luka hati yang ia rasakan.
" Dev apa gak sebaiknya kita ke rumah sakit untuk periksa luka-lukamu ini.....tanya Ratna.
__ADS_1
" Gak usah Rat..gue baik-baik aja kok. Gue pengen cepet pulang. Tapi gue pinjam jaket loe ya. Gue gak mungkin pulang dengan kondisi gini....ujar Devi.