
Hari ini adalah hari spesial bagi Devi dan juga Andi. Hari dimana hubungan mereka akan semakin erat karena hari ini adalah hari pertunangan mereka berdua.
Devi sedang di rias oleh perias profesional. Ia meminta agar riasannya tidak terlalu mencolok. Dia memang tidak suka riasan yang terkesan bold karena itu membuat dia akan terlihat lebih tua dari usianya. Devi terlihat begitu cantik dengan dibalut dress selutut dengan aksen bunga warna soft membuat penampilannya sederhana namun terlihat sangat cantik.
Ia berdiri di depan cermin memandang hasil riasan di wajahnya. Sesekali ia mengatur nafas untuk meredakan rasa gugupnya. Ibu Devi datang ke kamarnya untuk mengajak anaknya ke luar karena beberapa tamu sudah datang termasuk juga Andi dan keluarganya. Melihat putrinya yang gemetaran ia segera menggenggam tangan putrinya.
"Sayang kamu tidak apa-apakan? apa kamu sakit?" tanya ibu Devi.
"Enggak ma...Devi hanya nervous aja kok." ujarnya.
"Santai aja sayang, inikan cuma acara pertunangan. Sekarang kamu tarik nafas lalu hembuskan pelan...."
"Bagaimana masih gugup?"
"Uda gak terlalu gugup sih ma. Bismillah ya ma." ujar Devi yang kemudian keluar dari kamarnya.
Andi yang dari tadi mengobrol teman-teman yang juga berprofesi sebagai pemain bola terlihat sangat bahagia. Sesekali ia tertawa saat mengbrol bersama mereka.
"Kita gak nyangka loh ndi, kamu bakal tunangan sama penggemarmu sendiri." celetuk salah satu sahabatnya.
__ADS_1
"Ya wajarlah secara dia tuh bintang sepak bola coy. Cewek manapun pasti klepek-klepek lihat dia." ujar Roni sambil menepuk bahu Andi.
"Dimana cewek loe ndi? kok belum kelihatan sih jadi penasaran gue sama cewek loe...."
"Emang mau apa loe tanya cewek gue. Awas aja kalau loe mau rebut dia." jawab Andi sambil mengepalkan tangan kepada rekannya sambil tersenyum.
"Iya....iya mana berani gue lawan loe bisa babak belur gue kalau deketin cewek loe...."
"Ya pastilah bakal dihajar loe sama dia. Di ajak ngobrol cowok lain aja dia cemburu apalagi kalau sampai ada yang ngerebut Devi dari dia." imbuh Roni sambil melirik Andi.
Saat Devi berjalan menuju para tamu. Seketika itu tamu-tamu yang datang takjub melihat kecantikannya. Tak heran banyak mata yang tertegun hingga tidak bisa berkedip. Andi yang melihat rekan-rekannya menatap sesuatu hingga tak berkutik merasa heran. Dia menoleh ke belakang dan melihat Devi sudah berada di ruangan itu.
Roni yang melihat Andi mematung sambil memandangi Devi langsung menepuk punggung Andi.
"Uda jangan dipelototin aja samperin sana keburu dimangsa orang." ujar Roni sambil terkekeh. Ratna yang mendengar perkataan pacarnya itu langsung mencubit pinggang Roni hingga Roni meringis kesakitan.
"Aduh...aduh ampun beb. Kamu kok nyubit aku kenceng banget sih." ucap Roni dengan nada sedikit manja.
"Habisnya kamu suka banget goda kak Andi. Dasar usil deh kamu kak." ujar Ratna.
Andi berjalan menghampiri Devi. Dia menggenggam tangan Devi. Acara sakral prosesi tukar cincin sudah dimulai. Andi dengan gugup memasangkan cincin di jari manis Devi begitu pula dengan Devi yang memasangkan cincin di jari manis Andi.
__ADS_1
Semua tamu bertepuk tangan melihat mereka berdua. Tiba-tiba Sinta datang bersama ibunya. Andi yang melihat kedatangan Sinta merasa tidak senang. Ia takut Sinta akan berbuat hal nekat yang bisa membuat acara saat itu kisruh.
Namun dugaan Andi salah, justru Sinta datang menghampiri Devi sambil meminta maaf atas segala perbuatan yang hampir saja merenggut nyawanya. Devi merasa kasihan pada Sinta.
"Dev aku kesini cuma mau minta maaf atas semua kesalahanku. Aku sadar perbuatanku sulit untuk kamu maafkan." ucap Sinta sambil menangis.
"Mbak Sinta tidak perlu meminta maaf. Aku udah maafin mbak Sinta sejak awal. Aku tahu mbak Sinta orang yang baik hanya saja ego yang membutakan hati mbak Sinta." ucap Devi sambil memeluk Sinta.
"Terima kasih ya Dev. Kamu memang gadis yang baik. Andi lebih pantas bersamamu daripada denganku."
"Semua manusia pasti punya salah mbak. Begitu juga dengan aku." ucap Devi.
Melihat Devi dan Sinta berpelukan membuat tante Ani bersyukur mempunyai calon menantu yang berhati emas seperti Devi. Sungguh berdosa jika dulu dia memisahkan putranya dengan gadis cantik dan baik seperti Devi.
.
.
.
. hai readers maaf telat update novelnya. Author sedih banget rate novel ini tiba-tiba turun entah mengapa. Mohon dukungannya ya agar rate bisa kembali. Bila ada kiritik dan saran bisa diahare di kolom komen. Karena author juga hanyalah manusia biasa yang punya kekurangan
__ADS_1