PACARKU IDOLAKU

PACARKU IDOLAKU
BAB 4 DILANDA CEMBURU


__ADS_3

Keesokan harinya tiba-tiba Bima datang menghampiriku dan menarik tanganku agar aku mengikuti kemana ia ingin mengajakku. Dia mengajakku ke ruang lab yang sedang sepi. Wajahnya tampak tidak begitu bersahabat. Matanya seolah ingin mengatakan suatu hal yang menekankan bahwa ia sedang memendam sesuatu.


"Kamu kenapa sih Bim main tarik-tarik aja, sakit tau..kalo mau ngomong sesuatu kan bisa baik-baik gak gini caranya...ucapku dengan nada sedikit kesal atas perlakuannya.


"Kamu tau gak sejak lama aku tuh suka sama kamu tapi sedikitpun kamu gak mau mengerti itu..sedikitpun kamu gak mau buka hati untuk aku.....jawabnya dengan nada emosi. Belum selesai ia bicara dia menarikku hingga jatuh ke pelukannya. Dengan sekuat tenaga aku melepaskan pelukan itu.


"Loe gila Bim....uda gak waras. Aku gak pernah sedikitpun punya perasaan sama kamu. Aku anggap kamu cuma sebatas teman gak lebih......


"Apa karena cowok itu.....cowok yang kemarin jemput kamu dengan mobilnya? Apa cowok itu yang buat kamu gak bisa nerima cintaku. jawab Dev? tanyanya dengan nada sedikit meninggi penuh penekanan.


."Kalopun iya kenapa...itu bukan urusan kamu. Cinta itu gak bisa dipaksakan Bim. Semakin kamu paksakan kamu akan semakin sakit. Lagipula banyak cewek yang suka sama kamu..sorry Bim gue harus pergi......


Dengan langkah gontai aku menuju ruang kelasku. Tampak disana Nindy dan juga Ratna menungguku penuh tanya.


"Loe dari mana sih Dev...kata Ratna bebarengan dengan Nindy...


"Tadi Bima narik aku, dia ajak aku ke ruang lab dan........."aku terhenti untuk menjawabnya.


"Dan kenapa Dev?tanya Nindy yang melotot ke arahku.


"Dia nembak aku dan maksa aku supaya aku mau nerima dia......


"Gila tuh Bima bener-bener bikin gue gregetan aja...kalo ketemu biar ku cincang dia...kata Ratna


Jam sekolahpun telah usai. Devi yang sejak tadi masih tidak habis pikir dengan tindakan Bima melangkah menuju pintu gerbang dengan murung. Tanpa ia sadari ada sosok pria tampan yang menanti ia didepan gerbang. Setiap siswi-siswi yang melewatinya menatapnya penuh kekaguman. Andi sosok pria yang tampan, dewasa dan gayanya yang keren membuat siapa saja yang melihatnya jatuh luluh dihadapannya.


"Hai sayang......ucap kak Andi membuatku terkejut karena aku baru menyadari kehadirannya.


"Kak Andi..sejak kapan kakak disini? tanyaku padanya.


"Cukup lama hingga gadis cantik dihadapanku ini baru sadar kalo ada pria yang menunggunya dari tadi..


Akupun baru sadar jika banyak mata memandang ke arah kak Andi. Dan sekelilingku banyak cewek yang berbisik bahkan memintanya berfoto. Jujur aku risih dan ingin mengajaknya segera pulang agar ia tidak dikerumuni oleh cewek-cewek yang sedari tadi memandanginya.


"Kamu kenapa sayang, kok dari tadi diem aja?apa aku ada salah?tanya kak Andi.


"Kak Andi suka ya kalo dikerumunin cewek-cewek kayak tadi?tanyaku dengan wajah cemberut.


"Kamu cemburu ya Dev....kamu tau gak kalo kamu cemburu kamu tuh tambah gemesin...


Tiba-tiba kak Andi menghentikan laju mobilnya dan pelah-pelan ia mendekatkan wajahnya ke arahku


cupppp


Hatiku berdetak tak karuan. Aku hanya bisa terdiam mematung saat bibir Kak Andi mencium bibirku. Jujur ini first kiss buatku.


"Maaf Dev aku kebawa suasana....Dev kamu gak perlu cemburu ataupun ragu kepadaku. Sejak pertama kita bertemu, saat itu juga aku mulai menyayangimu....aku akan mati bila tidak melihat senyummu.....


"Iya kak Devi percaya....Devi juga sayang kakak....Devi harap kakak gak akan lupain Devi dimanapun kakak berada....hikss...hiksss tanpa ku sadari air mataku menetes


"Kamu kenapa Dev....kamu jangan nangis dong. Kalo kamu nangis bisa-bisa aku dituduh ngapa-ngapain anak orang Dev...kata kak Andi sambil menghapus air mataku dengan tangannya.

__ADS_1


"Oh ya Dev...mungkin 1 minggu ke depan aku gak bisa ketemu kamu karena aku harus tanding ke luar kota...kamu gak apa-apakan?tanya kak Andi.


"Iya kak gak apa-apa itu kan uda kerjaan kakak...mau gimana lagi, tapi....janji ya sering-sering hubungi aku....jawabku sambil mengarahkan jari kelingkingku ke arahnya


"Iya sayang pasti.....mana mungkin aku gak hubungin kamu. Sehari aja aku gak denger suara kamu, aku bisa gila......


*******


Ini hari kelima aku gak ketemu kak Andi. Entah kenapa rasanya ada separuh hatiku yang hilang. Aku benar-benar merindukan sosoknya. Baru kali ini merasakan sakitnya menahan rindu. Jika boleh jujur ingin sekali aku menyusulnya dan memeluk erat dia.


Drrrtttt drtttt drttttt


Halo sayang....kamu lagi ngapain


Lagi ngelamunin aku ya?


Jangan lupa makan jaga kesehatan ya sayang


Miss U honey


Pesan dari kak Andi membuatku tenang. Baca pesan itu buat aku senyum-senyum sendiri.


Iya kak....Devi uda makan kok


Miss U too


Cepet pulang ya Kak Devi kangen


Nindy : "Dev.....pergi yuk masak hari libur


dirumah melulu."


Ratna : "Iya nih Dev....kangen ya kangen tapi


masak kita-kita dilupain mentang-


mentang lagi LDR-an sama kak Andi"


Devi : "Iya...iya...kapan?sekarang?dimana?


jam berapa?"


Nindy : "Buju buneng busyettt dah loe kalo


tanya satu-satu napa Dev bikin


bingung aja jawabnya."


Ratna : "Jam 4 di Caffee Cinta."


Devi : "Caffee cinta?ya uda deh terserah loe

__ADS_1


aja. Asal ditraktir aja."


Ratna+Nindy : "Devi...................."


Sesampainya kita di Caffee dengan semangatnya kita memesan menu yang tertera. Dilain tempat tanpa aku tahu jika kak Andi sudah kembali tanpa menghubungiku terlebih dahulu. Dia ingin memberi kejutan untukku. Aku menyantap menu yang ku pesan dengan lahap secara dari sejak siang aku belum makan.


Akupun harus bohong kepada kak Andi jika aku sudah makan agar ia tidak khawatir padaku. Aku tidak ingin membuat pikirannya terganggu karena itu berpengaruh pada pertandingannya. Setelah puas menyantap makananku kami beranjak untuk pulang.


"Dev loe mau bareng kita naik angkot atau pulang sendiri....tanya Nindy padaku. Tetapi aq masih ada urusan lain. Ada buku yang harus aku beli untuk bahan tugas.


"Kalian duluan aja guys....gue mau ke Gramedia dulu ada buku yang mau gue beli.....jawabku....


"Oke Dev hati-hati ya......kata Nindy bebarengan dengan Ratna.


Drrtttt drtttt


kak Andi


*Kamu lagi dimana sayang?


Me :


Lagi di gramedia sayang cari buku


Gimana pertandingannya?


kak Andi :


Oke.....


Menang dong sayang..pacarmu ini kan jago gocek bola


Me :


Asal jangan jago ngerayu cewek aja mentang-mentang banyak fans*


Tidak butuh waktu lama untukku untuk sampai ke tempat yang ku tuju. Aku mencari buku yang aku butuhkan. Tanpa ku sadari aku menabrak seseorang.


Brukkkkkk


"Ma....maaf.... saya tidak sengaja.ucapku sambil mendongakkan kepala. Betapa terkejutnya aku melihat itu adalah kak Bima. Masih jelas ingatanku saat dia dengan paksa menarik tanganku.


"Devi....kamu disini....ujar kak Bima yang dengan sigapnya langsung menarikku hingga tubuhku mendarat ditubuhnya. Tiba-tiba.......


Brakkkkk


Kepalan tangan mengarah ke wajah kak Bima hingga dia jatuh tersungkur. Betapa terkejutnya aku saat melihat tangan yang tadi mendarat diwajah kak Bima adalah tangan kak Andi. Aku melihat sorot mata tajam kak Andi mengarah ke arah kak Bima.


"Jangan sekali-kali kamu menyentuh atau mengganggu Devi. Camkan itu...jika tidak aku akan mematahkan tulang-tulangmu. Kata kak Andi yang membuatku ngeri.


"Emang loe siapa hah?......tanya kak Bima

__ADS_1


"Aku pacarnya Devi...sekali lagi aku lihat kamu melakukan hal ini ke Devi aku buat ****** kau...ancam kak Andi.


__ADS_2