PACARKU IDOLAKU

PACARKU IDOLAKU
BAB 14 FIRASAT


__ADS_3

Jadi kamu gadis yang disukai putra saya. Dengar ya sampai kapanpun saya tidak akan merestui hubungan kalian. Karena calon menantu saya hanyalah Santi. Dan saya harap kamu pergi meninggalkan putra saya.


" Sudah dengar kan perkataan tante Ani. Jadi kamu jangan coba-coba merayu Andi lagi. Aku yakin pasti kamu yang merayu Andi hingga ia memilihmu....ujar Santi


" Maaf tante....saya tidak akan meninggalkan kak Andi jika bukan kak Andi sendiri yang meninggalkan saya. Dan asal kamu tahu mbak Santi saya cinta itu tidak bisa dipaksakan. Dia akan memilih sendiri siapa yang ia cintai....jawab Devi


Plakkkkkk


" Lancang sekali kamu berkata begitu...teriak Santi sambil menampar wajah Devi hingga membuat bekas merah di pipinya.


" Maaf tante saya permisi dulu maaf jika keberadaan saya membuat tante tidak suka....ujar Devi sambil menahan air mata.


Ratna dan Nindy yang melihat Devi berlari menahan air matanya ikut mengejar sahabatnya itu. Mereka tidak ingin sahabatnya melakukan hal-hal yang bisa melukainya.


" Dev aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan. Kalau kamu mau menangis...menangislah sekencang-kencangnya asal itu bisa membuat hatimu lega....kata Ratna. Nindypun mengangguk dan memeluk Devi


Devipun menangis dipelukan sahabatnya tanpa mengatakan sepatah kata. Ia hanya ingin menuangkan kesedihannya. Ia sungguh tidak menduga jika ibu dari orang yang ia sayangi memperlakukan dirinya seperti itu.


Setelah hati Devi agak tenang merekapun memutuskan untuk kembali ke rumah.

__ADS_1


******


" Sorry ndi...bukannya gue ikut campur urusan pribadi loe tapi gue lihat nyokap loe uda keterlaluan ke Devi. Pasti Devi terluka banget...."


" Iya loe benar..nyokap gue emang keterlaluan. Gue juga gak habis pikir bagaimana bisa dia bersikap seperti itu. Gue sangat ngerasa bersalah pada Devi....ujar Andi yang masih terpaku dengan kejadian tadi


" Gue cuma kasih saran, sebaiknya secepatnya loe selesaikan masalah ini sebelum terlambat...ujar Roni.


Di tempat lain Devi memandang langit-langit kamarnya dengan tatapan kosong. Sedari siang ia tidak keluar dari kamar. Ia masih terngiang-ngiang dengan kejadian tadi pagi. Ia merasa jalan yang akan ia tempuh penuh dengan rintangan. Akankah ia mampu melewatinya.


Drttttt Drtttt


Andi


Kamu lagi apa?


Jangan pikirin hal tadi ya...aku gak mau lihat kamu sedih


Devi*

__ADS_1


*Gak kok sayang...aku baik-baik aja


Mungkin ini ujian buat hubungan kita


Aku akan selalu genggam tanganmu jika kamu masih menggenggam tanganku


Tapi jika engkau melepaskan genggamannku saat itu aku tidak akan lagi ada alasan itu tetap bersamamu


Andi


Tidak akan pernah sayang....tidak akan pernah aku melepaskanmu


Miss U honey*


Hati Devi sejenak merasa tenang membaca pesan dari Andi. Ia yakin Andi akan selalu menjaga kepercayaannya. Sebesar dan seberat apapun rintangannya ia bertekad untuk menghadapinya. Devi percaya bahkan batu sekeras apapun akan hancur jika ditetesi air setiap hari. Begitu pula hati ibundanya Andi.


Mengenai Santi, ia juga percaya jika Andi hanya mencintai dirinya. Karena ia lihat waktu itu Andi sama sekali tidak menghiraukan wanita itu malah datang menghampiri dirinya.


Namun entah mengapa dia memiliki firasat yang tidak baik mengenai Santi. Ia merasa jika Santi pasti akan melakukan apapun demi bisa bersama dengan Andi. Dia melihat sorot mata Santi penuh dengan dendam padanya.

__ADS_1


__ADS_2