
Devi sudah di bawa ke rumah sakit X. Tampak kepalanya bersimbah darah. Kecelakaan itu membuat ia tidak sadarkan diri. Ia langsung dibawa ke ruang IGD dan segera mendapat pertolongan medis.
Tante Ani yang masih shock dengan kejadian itu tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya gelisah memikirkan apa yang akan terjadi pada Devi. Sungguh di luar dugaan, bahkan saat tante Ani merendahkannya, Devi masih mau menolongnya bahkan mempertaruhkan nyawanya demi tante Ani.
" Bagaimana keadaan gadis itu dok? tanyanya dengan nada cemas.
" Maaf bu....kami sudah berusaha semampu kami. Lukanya cukup serius karena benturan di kepalanya membuat dia koma tidak sadarkan diri. Selain itu lengan kirinya mengalami retak dan harus di gips sementara waktu....jawab dokter itu.
" Koma dok? tapi sampai berapa lama ia tidak sadarkan diri? Tolong sembuhkan dia dok lakukan yang terbaik...."
" Iya bu...pasti kami akan berusaha srkuat tenaga. Untuk berapa lamanya kami tidak bisa memastikan. Kadang kala ada yang butuh waktu beberapa minggu, beberapa bulan bahkan bisa selamanya. Tergantung dari kondisi pasien sendiri....imbuh dokter Mirza.
Degggg
Tante Ani yang mendengar penjelasan dokter sangat terkejut bagai disambar petir. Namun dia teringat jika ia belum mberitahu kondisi Devi pada keluarganya. Akhirnya ia memutuskan untuk bertanya pada Andi.
👦 : Halo ma....ada apa?
👩 : Ndi....sebelumnya mama mau beritahu
satu hal tapi mama harap kamu tidak
membenci mama.
👦 : Ada apa sih ma kelihatannya serius
sekali
👩 : Mama ada dirumah sakit ndi. Devi
kecelakaan. Dia koma dan lengan kirinya
retak. Mama bingung harus
menghubungi keluarganya tapi mama
__ADS_1
tidak tahu harus hubungi kemana. Apa
kamu bisa bantu mama ndi.
👦 : Devi kecelakaan? tapi bagaimana bisa
mama bersama Devi. Jangan bilang
kalau mama melakukan sesuatu pada
Devi.
👩 : Enggak ndi. Mama tidak lakukan apapun
pada Devi. Devi seperti itu karena dia
menolong mama.
👦 : Astaghfirullah.... ya sudah Andi hubungi
ma. Tolong jaga Devi selama Andi belum
kembali. Besok siang pesawat Andi take
off, mungkin lusa Andi langsung ke
rumah sakit.
Mendengar kabar itu Andi benar-benar khawatir akan kondisi Devi. Ia ingin sekali saat itu juga langsung kembali tapi tidak mungkin karena ia baru bisa kembali esok.
Ia pun segera menghubungi Om Fachri mengenai kondisi Devi. Seluruh keluarga terkejut terlebih mamanya. Orang tua Devipun bergegas ke rumah sakit untuk melihat komdisi putrinya.
*****
" Maaf sus....pasien atas nama Deviana Puspitasari ada di ruang apa? tanya ibu Devi.
__ADS_1
" Oh pasien atas nama Devi ada di ruang IGD bu. Tadi sore baru masuk...."
Akhirnya mereka sampai di depan ruang IGD. Ibunya Devi melihat sosok wanita duduk di depan ruangan itu.
" Maaf apakah anda ibunya nak Andi? tanyanya.
" Iya benar. Saya Ani ibunya Andi. Apa anda mamanya Devi? maaf saya harus memberi kabar lewat Andi....ujar tante Ani.
" Bagaimana kondisi anak saya jeng. Dan kenapa anak saya bisa bersama jeng Ani. Sepertinya tadi siang dia pamit mau ke toko buku....tanya ibu Devi.
Akhirnya tante Ani menceritakan kejadian saat itu secara detail pada kedua orang tua Devi. Tante Ani juga meminta maaf atas perlakuannya pada Devi. Ia sungguh menyesal atas kejadian itu.
" Ya Allah Devi..... teriak ibu Devi sambil menangis.
" Sudah ma....semua sudah terjadi. Ini mungkin bagian dari takdir yang kuasa. Kita hanya bisa pasrah. Papa yakin Devi bisa segera melewati masa kritisnya....ujar papa Devi menguatkan istrinya.
" Saya minta maaf jeng. Saya sungguh menyesal, jika saja saya tidak memaksanya untuk bertemu dengan saya mungkin ini tidak akan terjadi. Bahkan Devi mempertaruhkan nyawanya untuk menolong saya. Saya sungguh malu....ucap tante Ani.
Mereka pun hanya duduk terdiam. Ibu Devi tidak habis pikir bagaimana bisa putrinya menyembunyikan masalah ini dari dirinya dan memilih memendamnya sendiri. Pantas saja beberapa bulan ini putrinya terlihat sangat murung dan lebih memilih untuk berdiam di kamar.
Sedangkan tante Ani mencoba untuk memberitahu Sinta atas apa yang terjadi pada Devi. Sinta yang mendapat kabar itu justru tertawa bahagia. Bahkan ia mendoakan supaya Devi bisa segera pergi untuk selamanya dari dunia ini agar posisinya untuk mendapatkan hati Andi terbuka lebar.
" Maaf jeng....bukannya saya mengusir anda. Mungkin sebaiknya anda pulang karena saya tahu anda pasti sudah lelah sedari tadi mendampingi anak saya, kata ibu Devi.
" Tidak jeng, saya disini saja apalagi saya sudah janji pada Andi. Semua yang menimpa Devi adalah kesalahan saya jadi izinkan saya menebus kesalahan saya, jawab tante Ani
.
.
.
.
.
__ADS_1
. Apa yang akan terjadi pada Devi selanjutnya dan apakah ini awal luluhnya hati sang ibunda dari Andi? tetep setia tungguin cerita selanjutnya ya readers. Jangan lupa klik LIKE dibawah ini dan dukung author lewat vote kalian