
Sepanjang perjalanan Andi masih mengotak atik pikirannya hanya untuk mencari kata-kata yang tepat baginya menjelaskan kepada Devi mengenai kabar yang disampaikan pelatihnya.
Tak berapa lama ia sudah sampai di depan pintu gerbang sekolah Devi. Dengan memakai kaos putih dan celana jeans pendek membuat ia terlihat semakin tampan walaupun dibalut pakaian casual. Banyak gadis-gadis yang berbisik dan sesekali meliriknya. Mereka sungguh penasaran siapa yang laki-laki itu tunggu.
Setelah mata Andi sibuk mencari-cari keberadaan Devi, ia pun akhirnya menemukannya. Devi yang melihat Andi segera mempercepat langkahnya. Namun mata-mata yang sedari tadi melirik ke arah Andi dibuat kaget karena orang yang ia tunggu adalah gadis itu.
" Kak Andi kok gak bilang Devi dulu kalo mau jemput....ucap Devi dengan manja.
" Memangnya aku harus laporan dulu sama pacarku kalo mau jemput.....jawabnya sambil membelai rambut Devi.
" Hmmmmm....uda mulai pinter jawab ya kak Andi ini......."
" Sudah ayo cepet masuk....kalo lama-lama diluar akan banyak hati yang terpatahkan karena dari tadi cewek-cewek disini banyak yang melirik pacar kamu ini.....jawab Andi sambil tersenyum simpul.
" Idihhhh....kak Andi tapi kak Andi gak macem-macem kan....selidik Devi.
" Gak lah sayang....aku bukan tipe cowok yang gampang pindah ke lain hati....timpal Andi.
Selama mobil melaju Devi merasa ada yang aneh dari raut wajah kekasihnya. Sesekali wajah itu terlihat gelisah walaupun terkadang ditutupi dengan senyuman.
" Oh ya Dev....aku mau ajak kamu ke suatu tempat. Kamu kabari aja tante Wina biar beliau gak khawatir kalau kamu pulang terlambat...ujar Andi.
" Astaga Devi lupa kak.....oke Devi kabari mama dulu..."
" Mentang-mentang dijemput pacar, kamu jadi lupa kabarin mamamu.....goda Andi.
" Ihh kak Andi nakal deh godain Devi.....ucap Devi sambil mencubit pinggang Andi.
******
Sesampainya mereka di sebuah taman, mereka berjalan sambil bergandeng tangan menyusuri jalan. Hingga saat mereka menemukan sebuah bangku yang kosong merekapun memutuskan untuk duduk di bangku itu.
__ADS_1
" Dev...sebelumnya aku mau bicara suatu hal. Tapi entah kenapa aku ragu untuk bilang karena aku tahu pasti ini berat bagimu....kata Andi sambil menggenggam erat tangan kekasihnya.
" Sejak dulu aku selalu berharap bisa menjadi pemain bola yang sukses tidak hanya di skala lokal,nasional tapi juga di negara lain. Dan sekarang mimpiku itu akan terwujud Dev..."
" Aku terpilih bergabung menjadi pemain TIMNAS dan akan menjalani latihan di Belanda selama 4 bulan. Setelah itu aku bisa mengikuti pertandingan Sea Games dan Asian Games....imbuh Andi.
" Ke Belanda kak, maksud kak Andi itu berarti kak Andi akan pergi ninggalin Devi....tanya Devi dengan penuh keterkejutan.
" Itu yang buat aku ragu untuk memberitahumu Dev. Disatu sisi itu adalah impianku tapi disatu sisi aku berat untuk berpisah denganmu...."
" Pilihan ini benar-benar sulit bagiku Dev. Keduanya adalah hal yang selalu aq jaga....imbuhnya.
Buliran kristal kecil membasahi pipi Devi, dalam hatinya ini sangat menyakitkan. Karena ia tahu jika menjalani hubungan jarak jauh adalah ujian tersendiri karena ia harus melawan rasa rindu, ego, dan menjaga kepercayaan adalah hal paling utama.
" Kak....kamu tidak perlu memilih biarkan aku yang akan memutuskannya untukmu. Pergilah kak kejar cita-citamu! aku akan selalu menunggumu disini.....ucap Devi penuh kegetiran.
" Kamu yakin Dev.....ujar Andi sambil memeluk tubuh mungil Devi.
" Kak....berjanjilah jika kamu tidak akan pernah melupakan aku dimanapun kamu berada. Kamu akan tetap menghubungiku dan jika suatu saat engkau kembali kamu akan kembali padaku lagi.....
" Iya sayang aku janji aku akan kembali hanya untukmu. Terima kasih sayang kamu mau mengerti....ujar Andi.
Perlahan Andi mendekati wajah kekasihnya entah perasaan apa yang membuat ia memberanikan diri mencium dan ******* bibir Devi. Devi yang mendapat perlakuan itu tidak bisa menolak ia pun membalas ciuman Andi hingga mereka berdua terlibat ciuman yang begitu hangat hingga bisa merasakan tiap inchi di dalamnya.
Andi begitu larut dan terbawa suasana ciuman di bibir berpindah ke arah leher kekasihnya. Ia menyusuri lekukan leher dan tanpa ia sadari tangannya sudah masuk dibalik baju yang Devi kenakan. Perlahan ia meremas dua gunung himalaya milik Devi. Devipun ikut larut dan menggenggam tangan Andi karena merasakan sekujur tubuhnya menegang akibat ulah Andi.
Jujur Andi ingin sekali merasakan kehangatan tubuh kekasihnya. Biar bagaimanapun juga ia adalah pria yang usianya sudah terbilang dewasa. Dengan usianya yang sudah 22 tahun. Namun seketika ia tersadar jika ia tidak bisa melakukannya terlalu jauh. Ia harus menunggu kekasihnya untuk lulus SMA terlebih dahulu baru ia bisa memikirkan hubungannya ke arah yang lebih serius.
" Ma...maaf kan aku Dev. Aku terbawa suasana. Sungguh aku tidak bermaksud berbuat kurang ajar padamu....ucap Andi penuh penyesalan.
" Gak apa-apa kak...Devi mengerti kok kak Andi gak sengaja melakukan itu....ucap Devi.
__ADS_1
" Aku janji aku akan segera kembali dan setelah kamu lulus nanti aku akn menikahimu Dev. Aku uda gak sabar ingin menjadikanmu satu-satunya milikku....kata Andi.
Kamu adalah satu-satunya alasan bagiku untuk kembali. Percayalah hanya kamu satu-satunya orang yang selalu aku cintai walaupun sejauh apapun jarak memisahkan kita namun itu tidak akan pernah membuat cintaku padam....batin Andi.
" Kapan kak Andi akan berangkat? Bolehkah Devi mengantar kepergian kakak ke bandara?..."
" Lusa aku berangkat ke Jakarta untuk menjalani sesi latihan awal Dev sekalian menunggu pasport beserta visaku turun....."
" Kalau kamu ingin mengantarku ke bandara aku sangat bahagia tapi kamu kesana dengan siapa? aku tidak mau kamu kesana sendirian....kata Andi sambil menatap kekasihnya.
" Iya kak, Devi pergi kesana gak akan sendiri. Nanti Devi minta temenin Ratna dan Nindy ya....jawab Devi.
" Oh iya aku baru ingat, Roni juga terpilih dia berangkat denganku. Barangkali nanti Ratna juga mau mengantar kepergiannya juga jadi biar kalian sekalian bareng....kata Andi.
Setelah meluapkan kegetiran hati mereka berdua. Akhirnya Andi mengantar Devi untuk pulang ke rumahnya. Ia sekalian ingin meminta izin pada orang tua Devi untuk beberapa bulan meninggalkannya.
*****
" Maaf om...tante maksud kedatangan saya kesini ingin meminta izin suatu hal. Itupun jika om dan tante berkenan......ujar Andi sambil melawan rasa gugupnya.
" ada apa nak Andi....om dan tante jadi bingung....."
" Begini om lusa saya harus pergi ke jakarta selama 2 minggu. Setelah itu saya harus menjalani latihan di Belanda untuk persiapan TIMNAS. Dan kalau boleh jika saya sudah kembali ke Indonesia, saya berencana untuk bertunangan dengan Devi om......ujar Andi.
" MasyaAllah......dengan senang hati om dan tante merestuinya nak Andi. Apalagi itu adalah niat baik yang tidak mungkin kami tolak. Kami percaya kalau nak Andi serius dengan anak kami....jawab Om Firman ayah Devi.
" Terima kasih banyak om atas kepercayaannya. Kalau begitu saya lega tidak ada beban lagi bagi saya untuk berangkat...."
" Kamu bagaimana Dev? kamu senang kan......goda ayahnya.
" Ihhh ayah...Devi kan malu....."
__ADS_1
Melihat putrinya yang tersipu malu kedua orang tua Devi pun tertawa.