
Hari yang ditunggu telah tiba. Devi segera bergegas menuju sekolah untuk melihat pengumuman kelulusannya. Saat melihat kedua sahabatnya sudah berada di depan papan pengumuman. Ia pun dengan antusias mencari namanya di papan itu, betapa bersyukurnya ia lulus dengan nilai tertinggi.
" Selamat ya Devi sayang, kamu lulus dengan nilai terbaik.....ucap Nindy yang juga ditimpali anggukan dari Ratna.
" Sama-sama guys....makasih juga ya kalian selalu ada bersamaku disaat suka dan duka...ujar Devi sambil menyeka air mata.
Mereka berpelukan penuh haru. Namun tiba-tiba datang Bima menghampiri mereka bertiga. Ia juga memberi selamat pada Devi. Devi hanya membalas dengan senyuman.
Devi dan Ratna sudah berlalu terlebih dahulu. Namun Nindy masih tetap bersama Bima. Ada sesuatu yang ingin Nindy sampaikan pada Bima.
" Kamu masih menyukai Devi ya Bim ? tanya Nindy dengan gugup.
" Aku sudah mengikhlaskan Devi, Nin...aku sadar kalo cinta itu gak bisa dipaksakan...."
" Sekeras apapun aku berusaha mengejarnya namun ia semakin menjauh dariku...."
" Sorry ya Bim....aku tanya kayak gitu....ucap Nindy
" Gak apa-apa kok Nin. Sekarang aku sadar aku harus membuka hati untuk orang lain. Ada seseorang yang begitu sayang kepadaku tapi malah aku acuhkan..."
__ADS_1
" Maksud kamu....? tanya Nindy dengan heran.
" Aku mulai sayang sama kamu Nin..setiap aku bersamamu aku merasa nyaman. Kata-katamu selalu bisa membuat hatiku tenang...."
" Maaf jika aku baru menyadarinya. Perhatian yang kamu beri ke aku itu adalah perasaan cinta bukan karena kita adalah teman sejak lama kan ? ujar Bima.
" Ba....bagaimana kamu bisa berkata seperti itu....? tanya Nindy
" Maaf Nin beberapa waktu lalu kamu menjatuhkan buku diarymu. Awalnya aku ragu untuk membukanya tapi saat aku buka ada fotoku di dalamnya, aku juga sudah membaca semua yang tertulis di situ......"
" Jadi kamu uda baca semuanya?..."
" I ...iya Bim, aku mau....jawab Nindy.
Merekapun berpelukan tanpa mereka sadari jika Devi dan Ratna menghampiri mereka dan bersorak kegirangan. Mereka berdua ikut bahagia atas kejadian itu.
" Hemmmmm....kita tunggu loh traktirannya...wajib dan harus ya gak Dev. Ucap Ratna.
" Setuju.... hari bahagia kan harus dirayain..balas Devi.
__ADS_1
Nindy yang mendengar ucapan sahabatnya wajahnya memerah tersipu malu. Ditambah lagi sejak tadi tangannya digenggam erat oleh Bima. Tak sedetikpun Bima melepas tangan Nindy.
" Kayaknya kita kasih waktu aja buat mereka berdua Rat. Daripada kita jadi obat nyamuk mereka....ucap Devi sambil menggoda Nindy.
" Loe bener Dev..mending kita ke kantin aja yuk itung-itung ngerasain makanan kantin sebelum kita ninggalin sekolah ini..jawab Ratna.
*****
" Gue gak nyangka deh Bima sama Nindy bisa jadian secara tuh Bima selalu ngejar-ngejar loe Dev....kata Ratna sambil melirik Devi.
" Hussshhh jangan bahas itu lagi kali Rat. Yang penting kan sekarang mereka uda jadian. Namanya jodoh kita kan gak tau jalannya..ucap Devi.
" Dev...bulan depan kak Andi pulang. Apa loe gak ada rencana untuk ketemu sama dia? tanya Ratna.
" Buat apa Rat, gue dan kak Andi uda gak akan bisa bersatu. Dinding penghalang diantara kami sangat kokoh...ucap Devi dengan perasaan sedih.
" Tapi gimana kalo seandainya kak Andi masih sayang banget sama loe dan pengen balik lagi sama loe...."
" Entahlah Rat hingga saat ini gue masih takut untuk berharap dan berandai-andai....
__ADS_1
Merekapun terdiam dan melanjutkan menyantap makanan mereka masing-masing