PACARKU IDOLAKU

PACARKU IDOLAKU
BAB 28 HANYA KAMU DI HATIKU


__ADS_3

Andi yang sedang bersama penggemarnya mencoba mengedarkan pandangannya mencari sosok kekasihnya namun ia tidak melihat keberadaan Devi. Ia segera berlari mencari Devi ke setiap sudut namun hasilnya nihil. Andi juga berusaha menghubungi Devi melalui ponselnya namun tidak kunjung ada jawaban. Nampak raut kecemasan di wajahnya. Dia mencoba mengingat hal apa yang membuat Devi pergi meninggalkannya.


Di tempat lain Devi sedang duduk termenung di sebuah taman. Sesekali ia menyeka air mata yang membasahi pipinya. Namun tiba-tiba Roni datang menghampirinya. Roni yang sedang berolahraga di tempat itu tanpa sengaja melihat Devi duduk sendiri.


"Devi!!! kamu ngapain disini sendirian?" ucap Roni yang mengagetkan Devi.


"Kak Roni bikin kaget aja deh. Devi lagi cari angin segar aja emang gak boleh? sejak kapan kak Roni jadi tukang keppo?" tanya Devi sambil cemberut.


"Kamu pasti bohongkan hayo ngaku. Lagian kamu tuh gak bakat bohong Dev. Uda cerita aja ada apa sebenarnya?"


"Sebenarnya tadi Devi dan kak Andi pergi ke butik terus kita ke restoran. Saat kita di restoran tiba-tiba datang cewek-cewek kecentilan datang mendekati kak Andi. Main pegang dan peluk-peluk aja sampai kak Andi cuekin aku. Aku kan kesal jadinya kak masak hanya gara-gara cewek-cewek itu aku jadi dikacangin." ucap Devi dengan nada sedikit geram.


"Terus kamu kabur ninggalin Andi dan pergi kesini?" tanya Roni.


"Iyalah ngapain juga Devi disitu jadi kambing congek...."


Roni yang mendengar cerita Devi langsung tertawa tanpa menyadari jika raut wajah Devi menjadi merah padam makin geram.


"Kak Roni kok malah ketawa sih bukannya belain aku...."


"Bukannya gitu adekku sayang. Kamu tuh lucu kalau cemburu. Aku baru tahu loh kalau adekku ini bisa cemburu juga ternyata." kata Roni masih cekikikan.

__ADS_1


"Siapa yang cemburu? ngapain juga cemburu sama cewek ganjen kayak mereka...."


"Udah ngaku aja. Kalau kamu gak cemburu ngapain coba kamu marah dan pergi ninggalin Andi disana." jawab Roni sambil mengacak rambut Devi.


"Kak Roni kalau cuma mau ngeledekin Devi mending kak Roni pergi aja deh sana! biar Devi sendirian aja." perintah Devi.


"Ya udah kalau gitu aku pergi aja...."


"Loh kak Roni mau kemana? Devi cuma bercanda kali kak." ujar Devi merasa bersalah.


"Aku tuh mau pergi bukan karena diusir kamu tapi aku baru ingat kalau harus jemput Ratna." jawabnya.


"Oh begitu...ya udah deh kak Roni pergi aja daripada Ratna entar ngomel...."


"Aku balik dulu ya Dev...."


Devi masih mencerna perkataan Roni. Memang dulu dia begitu mengagumi Andi.


Kak Andi memang hebat dan tampan pantas kalau dia banyak penggemarnya. Mungkin aku yang terlalu berlebihan menanggapi kejadian tadi. Batin Devi


Ketika Roni pergi meninggalkan Devi, ia segera mengirim pesan pada Andi untuk segera menemui Devi di taman. Dia yakin pasti Andi sedang kebingungan mencari keberadaan Devi. Roni sengaja menjadikan Ratna sebagai alasan untuk pergi agar ia bisa memberi waktu bagi Devi dan Andi nantinya untuk berkomunikasi.

__ADS_1


Andi yang mendapat pesan dari Roni segera menuju ke lokasi yang dikirimkan padanya. Ia juga tidak lupa mampir di sebuah toko bunga untuk membeli bunga mawar putih. Sedangkan Devi masih menikmati pemandangan tempat ia berada.


"Sayang...."


Devi mencoba menoleh ke arah suara itu berasal. Ia terkejut melihat Andi sudah berdiri di samping tempat duduknya.


"Ngapain kak Andi kesini? bukannya tadi lagi asyik dengan cewek-cewek centil itu enak ya dipegang-pegang sama tuh cewek." ujar Devi sambil membelakangi Andi karena ia masih sedikit kesal. Andi dengan sigap menarik lengan Devi dan memutar badan Devi hingga berhadapan dengannya.


"Kamu cemburu ya sayang? kamu tuh lucu kalau lagi cemburu. Tapi aku seneng kamu cemburu itu artinya kamu bener-bener sayang sama aku." ucap Andi sambil terkekeh.


"Ihhhh sok tahu. Siapa bilang aku cemburu? aku sebel gara-gara cewek itu kak Andi jadi cuekin aku...."


"Ya ampun sayang siapa yang cuekin kamu. Aku juga uda berusaha menghindar dari mereka cuma aku juga gak bisa berbuat apa-apa biar gimana juga kan aku harus hargai mereka sayang...."


"Percayalah yang ada di hati aku cuma kamu dan sampai kapanpun gak ada yang bisa gantikan posisi kamu di hati aku. Jangan kabur kayak gini lagi ya sayang! aku bisa gila dan cemas cari kamu." ujar Andi sambil memeluk Devi membuat Devi tersipu malu. Dia hanya bisa diam saat Andi memeluknya, ia merasakan ada ketulusan dan kejujuran di setiap perkataan Andi.


"Aih...aku ini kan uda besar gak akan sampai kesasar kali kak." jawab Devi


"Kita udah baikan kan sayang? jangan ngambek lagi dong. Oh iya aku punya sesuatu buat kamu." ucap Andi sembari memberi bunga mawar putih pada Devi.


"Ini bukan sogokan kan supaya aku maafin kamu." ujarnya sambil mengambil bunga mawar putih dari Andi.

__ADS_1


Merekapun tersenyum kembali dan duduk bersama menikmati senja di taman itu.


__ADS_2