
Devi, Ratna dan juga Nindy sudah bersiap. Taksi yang dipesanpun akhirnya datang. Jarak dari rumah ke bandara kurang lebih 1,5jam. Mereka berangkat lebih awal agar bisa memiliki banyak waktu terlebih bagi Devi. Ia sudah tak sabar ingin segera sampai di bandara. Karena ini adalah hari terakhir ia bisa bertemu dwngan kekasihnya sebelum Andi berangkat.
" Pak bisa cepet lagi gak mobilnya. Kita buru-buru pak takut ketinggalan pesawat....ucap Devi dengan nada kesal.
" Sabar kali Dev....ini juga kan masih pagi banget. pesawat juga berangkat 5 jam lagi..ujar Nindy.
Sedangkan Ratna hatinya dirundung gundah untuk menjawab perasaan yang kapan hari diutarakan oleh Roni. Dia masih belum yakin akan perasaannya apakah itu perasaan cinta ataukah hanya perasaan nyaman sebagai teman.
Ciiiiiiiittttt
Mobilpun berhenti dan mereka bertiga segera keluar. Devi yang sudah tahu lokasi Andi berada berlarian diantara kerumunan orang. Kedua temannya yang melihat tingkah Devi hanya geleng-geleng kepala.
" Kak Andi!!!!!!! teriak Devi yang masih terus berlari walaupun nafasnya sudah tidak beraturan.
Andi yang melihat Devi berlari segera menghampiri Devi dan memeluknya erat. Mereka berdua menumpahkan segala beban dihati mereka. Mereka ingin meluapkannya hingga tidak memperdulikan orang-orang disekitarnya. Mereka berdua tetap berpelukan erat sebelum nanti harus menabung rindu selama beberapa waktu.
" Kak janji ya cepat kembali buat Devi. Dan juga janji gak akan pernah khianati Devi....ucap Devi.
" Ia sayang janji......jawab Andi sambil mengecup lembut kening Devi dan mendaratkan ciuman manis di bibir lembut Devi.
Kedua teman Devi yang sedari tadi melihatnya tertegun dengan pemandangan romantis yang disuguhkan keduanya. Mereka iri dengan keromatisan mereka berdua.
__ADS_1
Tiba-tiba Roni datang membuyarkan pemandangan itu.
" Hey kalian berdua ini bikin iri aja. Gak lihat ada kita-kita yang dari tadi disini. Aku aja gak ada yang melepas kepergianku....ujar Roni
Ratna yang merasa tersindir langsung menghampiri Roni.
" Kak mengenai pertanyaan kakak waktu itu. Mungkin sekarang saatnya aku akan menjawabnya. Sebenarnya aku tidak tahu perasaan apa yang ada di hatiku.....
" Maaf sebelumnya jika aku harus jujur. Sebetulnya aku sudah punya pacar tapi aku tidak pernah merasakan kenyamanan yang aku dapat saat aku bersama kakak. Beberapa hari aku memikirkannya aku baru sadar kalau aku sayang sama kamu kak......kata Ratna.
Ronipun mendengar perkataan Ratna merasa gembira dan langsung menggendong tubuh Ratna hingga Ratna terperanjat keget. Devi dan Andi yang melihatnya tertawa melihat ulah Roni. Begitu juga Nindy ikut tertawa.
" Cieh...cieh ada yang ikut-ikutan jadian nih....tinggal gue yang masih jomblo....ucap Nindy.
Andi yang mendengar ucapan Devi langsung mencium pipi Devi secepat kilat. Membuat Devi terdiam seketika.
" Ih kak Andi mulai lagi deh cium gak bilang-bilang bikin kaget aja....ucap Devi sambil memegang pipinya yang kemerah-merahan karena malu.
" Kalau ciumnya bilang-bilang kelamaan....jawab Andi. Sontak membuat mereka semua tertawa kembali.
Tidak berapa lama datang Tante Ani yang tak lain adalah ibu Andi dan juga Sinta. Kedatangan mereka berdua membuat canda tawa mereka semua terhenti. Sinta yang melihat kedekatan Devi dan Andi merasa tidak senang. Ia pun bergegas menghampiri Andi dan bergelayut mesra dilengan Andi. Namun Andi menepisnya dan buru-buru menyalami ibunya.
__ADS_1
" Mama kesini naik apa? tanya Andi.
" Mama dengan mang ujang. Kebetulan Sinta hari ini tidak praktek jadi bisa temenin mama. Oh iya siapa mereka ini Ndi? tanya tante Ani dengan wajah risih.
" Oh ya kenalkan ini Devi ma pacar Andi dan ini teman-temannya. Kalau ini namanya Roni dia juga ikut bareng Andi ma jadi pemain TIMNAS...jawab Andi.
" Saya Devi tante....ucap Devi menghampiri tante Ani sambil ingin mencium tangannya namun tante Ani langsung menepis tangan Devi.
" Sejak kapan kamu punya pacar Ndi. Dan bagaimana bisa kamu pacaran sama anak yang masih bau kencur..timpal tante Ani
" Mah...mamah ngomong apa sih. Jangan begitu dengan Devi. Andi sudah cukup lama berpacaran dengan Devi ma. Dan setelah Andi kembali. Andi mau bertunangan dengan Devi...ujarnya.
" Apa kamu bilang ndi tunangan. Kamu tahu kan kalau mama ingin kamu menikah hanya dengan Sinta. Tidak dengan orang lain...."
Mendengar semua itu hati Devi remuk redam hancur seketika. Hatinya bagai teriris sembilu. Ingin rasanya ia menangis sejadi-jadinya namun ia tahan semua itu. Ia tidak ingin memperlihatkan wajah sedihnya di depan Andi.
Ratna dan Nindy ikut menahan amarah melihat perlakuan tante Ani. Mereka berdua bisa merasakan apa yang Devi rasakan. Ditambah lagi melihat sosok Sinta yang sok cantik dan sok manja di depan Andi.
Waktu berjalan begitu cepat Roni dan Andi bersiap untuk check in. Andi berpamitan pada ibunya. Ia pun menghampiri Devi dan berbisik di telinganya jika yang ada di hatinya hanyalah nama Devi. Melihat Andi yang memilih mendekati ketimbang dirinya membuat Sinta sangat kesal.
Devi terus melihat Andi yang meninggalkannya perlahan-lahan hingga ia tidak melihat punggung Andi lagi. Tidak berasa air matanya menetes namun seketika ia menghapusnya. Karena ia yakin laki-laki itu akan setia dengan janjinya.
__ADS_1
Auwwww author ikut mewek jadinya. Penasaran dengan kelanjutannya. Apa yang akan terjadi selama mereka terpisah jarak....tetep stay tune di novel ini. Jangan lupa like and vote ya dears.