PACARKU IDOLAKU

PACARKU IDOLAKU
BAB 23 KEBENARAN TERUNGKAP


__ADS_3

Devi masih terlelap setelah dokter menyuntikkan injeksi kepadanya. Tak sedetikpun Andi meninggalkannya, ia baru ingat jika belum memberitahukan perihal Devi yang telah sadar kepada keluarga Devi dan juga ibunya.


Setelah mendapat kabar dari putranya tante Ani bersiap untuk menuju ke rumah sakit. Namun tidak disangka saat ia hendak membuka pintu rumah ternyata Sinta sudah berada di depannya.


" Loh tante mau kemana? Sinta baru saja sampai pengen ngajak tante jalan-jalan. Sepertinya beberapa hari ini tante sibuk jarang hubungi Sinta....ujar Sinta.


" Emmm....itu tante hari ini ada arisan makanya tante mau berangkat....jawabnya dengan nada gugup.


" Arisan? tumben arisannya siang tante. Bukannya biasanya tante arisan sore dan itu juga pasti hari Sabtu....tanya Sinta penuh kecurigaan. Pasalnya akhir-akhir ini tante Ani jarang menghubunginya bahkan dia tidak membalas pesan yang dikirim Sinta.


" Iya...jadwalnya dimajukan karena teman tante ada kepentingan. Ya sudah tante berangkat dulu ya Sin. Lain kali saja kita jalan-jalannya...."


" Baiklah tan tidak apa-apa, Sinta juga permisi dulu kalau begitu...."


Sepertinya ada yang tidak beres, ada sesuatu yang disembunyikan tante Ani dariku. Mau pergi kemana dia buru-buru seperti ini. Aku curiga jangan-jangan dia akan menemui Devi. Aku harus ikuti dan aku juga harus memastikan di mana dia dirawat agar aku dengan mudah melenyapkannya. Batin Sinta


Setelah mobil tante Ani melaju, Sinta segera mengikutinya dari belakang. Dia ingin tahu kemana perginya tante Ani. Dia tidak mau jika tante Ani pergi menjenguk Devi karena itu akan membuat tante Ani menjadi dekat pada gadis itu.


Dia harus tetap mendapatkan simpatik dari tante Ani karena tante Ani satu-satunya orang yang bisa mewujudkan keinginannya untuk mendapatkan Andi. Apapun caranya dia harus bisa mendapatkan apa yang dia mau. Bahkan ia tidak segan untuk melenyapkan siapa saja yang menghalanginya, termasuk Devi.


FLASH BACK ON


Sinta yang saat itu mengetahui jika tante Ani akan menemui Devi untuk membicarakan sesuatu tentang Andi. Ia mencoba mengikuti tante Ani dan diam-diam mencari tahu apa yang mereka bicarakan. Awalnya Sinta lega karena tante Ani benar-benar termakan oleh kebohongannya yang mengatakan jika Devi telah mempermalukannya di depan umum. Padahal justru dia lah yang menyakiti dan mempermalukan Devi saat mereka ada di mall. Namun saat Sinta melihat Devi berusaha menolong tante Ani saat di jambret dia begitu kesal. Dia tidak ingin tante Ani beranggapan jika Devi gadis yang baik dan cocok untuk putranya. Tanpa pikir panjang dia melajukan mobilnya menabrak tubuh Devi hingga terpelanting setelah itu dia melarikan diri agar tidak ada yang mengetahuinya.


FLASHBACK OFF


******

__ADS_1


Setelah mengikuti tante Ani sejak dari rumah tadi, akhirnya Sinta tiba di sebuah parkiran rumah sakit. Kecurigaannya ternyata benar jika tante Ani akan menemui Devi. Diapun akhirnya mengetahui ruang tempat Devi dirawat. Dia mengintip dibalik pintu untuk melihat apa yang akan mereka lakukan.


Tante Ani yang sudah berada diruang perawatan melihat Devi sedang disuapi oleh putranya. Seketika Devi tertunduk takut jika tante Ani akan marah melihat kejadian itu. Tapi justru tante Ani hanya tersenyum kepadanya.


" Kamu sudah sadar nak. Makanlah yang banyak agar kondisimu segera pulih. Tante bawakan buah nanti jangan lupa kamu makan ya....ujar tante Ani.


" Maaf tan sudah merepotkan tante. Terima kasih tante sudah membawa Devi ke rumah sakit dan terima kasih juga atas perhatian tante....ucap Devi lirih.


" Justru tante yang berterima kasih karena kamu sudah menolong tante. Tante juga minta maaf atas perlakuan tante selama ini padamu..."


" Tante...Devi sudah berjanji pada tante mengenai kak Andi, Devi tidak akan mengganggu hubungan kak Andi dengan mbak Sinta. Tante tidak usah khawatir....ujar Devi.


" Sudahlah Nak tidak ada yang perlu kamu jelaskan. Jangan banyak pikiran, yang penting kesehatanmu dulu ya...."


Setelah selesai menyuapi Devi, Andi mengajak ibunya untuk berbicara empat mata. Merka berdua keluar dari ruangan Devi dan duduk dibangku tunggu. Sinta yang mengetahui jika tante Ani dan Andi akan keluar segera berbalik dan mencari tempat bersembunyi.


" Ma apa mama tahu seburuk apa calon istri yang mama pilihkan untuk Andi? Apa mama tahu apa yang sudah dia perbuat? tanya Andi dengan nada menahan emosi.


" Sebaiknya mama lihat sendiri saja video ini. Video ini sedang ramai di sosial media....kata Andi sembari memberikan ponselnya pada tante Ani.


Tante Ani yang mengamati video itu tampak mengernyitkan dahi tanda ia sangat terkejut. Bagaimana tidak, secara menurut pengakuan Sinta kepadanya justru Sinta yang dipermalukan oleh Devi.


Tapi kenyataannya bukti rekaman itu seolah membungkam mulutnya hingga tidak bisa berkata lagi. Rekaman itu di dapat dari unggahan seseorang di sosial media. Terlebih yang diperebutkan adalah publik figur yang dikenal masyarakat.


" Jadi....Sinta yang jahat. Selama ini mama dibutakan oleh sifat Sinta yang terkesan baik di mata mama. Mama tidak pernah menyangka jika Sinta sejahat ini...."


" Sekarang mama sadar ndi jika Devi memang gadis yang benar-benar baik dan tulus. Mulai sekarang mama tidak akan memaksamu lagi....ucap tante Ani sambil menyeka air mata.

__ADS_1


" Maksud mama? apa mama merestui hubungan Andi dengan Devi? tanya Andi.


" Ya nak...mama merestui kamu bersama Devi. Mama yakin Devi orang yang tepat untukmu...."


Andipun memeluk ibunya betapa bahagianya mendengar perkataan ibunya tadi. Akhirnya hati ibundanya bisa luluh dengan ketulusan hati Devi. Di sudut lain tampak Sinta tidak senang melihat pemandangan itu. Dia tidak terima jika dia dikalahkan oleh gadis seperti Devi. Dia segera pergi meninggalkan rumah sakit dan memikirkan cara untuk melenyapkan Devi dari hidup Andi.


" Sialan!!! bagaimana bisa ini terjadi. Aku tidak terima semua ini. Tunggu saja pembalasanku Devi. Aku akan buat kamu pergi untuk selamanya hahahaha....pekik Sinta.


******


Tidak berapa lama kedua orang tua Devi datang. Mereka melihat Devi, Andi dan ibunya tertawa bahagia. Mereka sungguh senang melihat Devi bisa tertawa lagi. Sejak kepergian Andi, Devi menjadi gadis pemurung jarang tersenyum.


" Wah...wah anak papa sudah sehat rupanya....ujar ayah Devi sambil mengelus rambut putrinya.


" Alhamdulillah pah, Devi sudah baikan cuma tangan kiri devi masih susah untuk digerakkan....ujar Devi.


" Nak Andi dan bu Ani saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya terhadap anak saya. Mungkin sudah waktunya nak Andi dan bu Ani kembali...."


" Biar Devi kami berdua yang urus. Kami tidak ingin ada kesalah pahaman terlebih nak Andi sudah punya calon tunangan....ucap ayah Devi.


" Sebenarnya saya sudah memutuskan untuk tidak menerima perjodohan itu om. Mama juga sudah memberi kebebasan Andi untuk memilih..."


" Kebetulan om ada disini, sekalian saja Andi ingin meminta izin om dan tante untuk kembali pada Devi....ujar Andi.


Ucapan Andi sungguh membuat Devi terkejut. Dia tidak tahu sebelumnya mengenai hal itu. Tapi jauh dilubuk hati dia masih mencintai kekasihnya. Sungguh sulit melupakan hingga saat ini. Namun dia masih enggan berharap terlalu banyak.


" Maksud kak Andi apa? bagaimana dengan mbak Sinta? tanya Devi.

__ADS_1


" Masalah Sinta biar tante yang akan urus nak. Tante baru sadar Sinta bukanlah wanita yang baik untuk Andi. Tante baru sadar nak dan ini murni bukan karena balas budi....jawab tante Ani.


Orang tua Devi menyetujui permintaan Andi namun dengan satu syarat. Andi harus menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu dengan Sinta. Andipun menyanggupi syarat dari orang tua Devi.


__ADS_2