PACARKU IDOLAKU

PACARKU IDOLAKU
BAB 25 UNDANGAN WISUDA


__ADS_3

Hari ini Devi sudah diperbolehkan untuk pulang. Gips yang terpasang di tangan kirinya juga sudah dilepas. Hanya saja ia masih harus dibalut perban dan penyangga. Masih butuh waktu untuk memulihkan kembali tangannya.


Andi sudah bersiap mengemasi barang-barang Devi, begitu juga dengan tante Ani yang sedari pagi sudah datang untuk menemani Devi pulang ke rumahnya. Kebetulan kedua orang tua Devi tidak bisa menjemputnya. Papa Devi harus keluar kota untuk mengurus pekerjaannya, sedangkan mamanya harus menyiapkan kamar Devi agar ia bisa nyaman.


" Kamu sudah siap pulang sayang?" tanya Andi.


" Iya kak, Devi sudah tidak sabar untuk segera pulang ke rumah. Kangen masakan mama...."


" Ayo sayang! Kita pulang sekarang." ajak Tante Ani.


Devipun menggangguk tanda menyetujui ajakan tante Ani. Tante Ani juga melarang Devi saat ia ingin membawa tasnya sendiri. Karena tante Ani tidak mau Devi kerepotan terlebih lagi tangan kirinya masih belum pulih seratus persen. Ia justru menyuruh Andi untuk memapah Devi.


Hati tante Ani yang semula beku dan tidak merestui hubungan putranya dengan Devi sekarang telah luluh. Ia justru berharap Andi dan Devi akan terus saling menyayangi. Ia juga ingin Devi segera menjadi menantunya.


" Dev...mulai sekarang kamu jangan panggil tante lagi ya. Sekarang kamu harus belajar memanggil tante dengan sebutan mama!" perintah tante Ani yang membuat Devi tidak bisa menolak.


" Iya tan. Ups mama maksud Devi...."


" Mama jadi tidak sabar ingin lihat kalian segera menikah." ujar tante Ani membuat Devi spontan tersedak.


" Andi selalu siap ma. Tinggal Devinya aja maunya kapan." jawab Andi sambil melirik pada Devi yang duduk di sebelahnya. Mendengar perkataan Andi membuat pipi Devi memerah karena malu.

__ADS_1


" Devi masih belum berpikir ke arah sana ma. Kalau boleh beri waktu Devi untuk memikirkan hal ini terlebih dahulu." jawabnya.


Tante Ani mengerti alasan Devi berkata seperti itu. Devi memang masih terlalu muda untuk berpikir mengenai pernikahan. Terlebih dia juga belum selesai sekolahnya. Ia berkata seperti itu hanya ingin menggoda Devi. Dia ingin membuat Devi tidak canggung lagi padanya.


******


Mobil Andi akhirnya tiba di depan rumah Devi. Dengan sigap ia membuka pintu mobil untuk Devi dan memapahnya masuk ke dalam rumah.


" Jeng ini barang-barang Devi saya taruh sini saja ya." ujar tante Ani pada ibu Devi dengan ramah.


" Terima kasih jeng Ani. Maaf jadi merepotkan harus mengantar Devi pulang." jawab ibu Devi.


" Dev...gue seneng loe akhirnya bisa pulang. Oh iya ini gue ada undangan acara wisuda kita lusa." kata Nindy sembari memberikan undangan itu pada Devi.


" Oh ya??? mana coba gue lihat!" kata Devi sambil membaca undangan.


Di dalam undangan itu tertulis jika lusa adalah hari wisuda sekolahnya. Semua siswi diwajibkan memakai kebaya, sedangkan siswanya diwajibkan memakai jas. Tampak raut muka Devi terlihat agak sedih membaca hal itu. Ia sadar hari dimana ia seharusnya bahagia bisa mengikuti acara itu namun kondisinya seperti ini.


Andi yang memahami isi hati Devi mencoba menghibur kekasihnya. Dengan memberikan sebuah saran padanya.


" Kamu masih bisa mengikuti acara wisuda itu Dev. Jika kamu ragu untuk datang, aku akan ikut bersamamu." kata Andi sambil menatap Devi.

__ADS_1


" Iya kak. Devi hanya takut dengan kondisi seperti ini bisa saja orang lain akan membicarakan Devi. Belum lagi masalah video antara Devi dan mbak Sinta..." ucap Devi dengan nada lirih.


" Kamu tenang saja Devi ada kita kok yang akan selalu bersamamu. Siapa saja yang membicarakanmu biar kami yang urus." jawab Ratna.


" Baiklah aku akan ikut acara itu kak...."


Dalam hati Andi masih berkecamuk tentang perkataan Devi yang membahas masalah video itu. Sepertinya ia harus mengambil tindakan untuk segera menyelesaikan ini. Jika tidak Devi akan menjadi korban bahan pembicaraan orang. Terlebih lagi bagi yang percaya jika ia adalah perebut calon tunangan Sinta. Padahal kenyataannya Andi sama sekali tidak ada perasaan apapun pada Sinta.


.


.


.


.


.


.


. Hai readers tersayang terima kasih sudah setia dengan novel ini. Next season author akan coba tayangin visualisai Andi, Devi dan juga pemeran lainnya. Pasti penasaran baca novel sambil berimajinasi visualisasi dari tiap pemain. Tetep dukung author ya dengan jempol manis kalian. Klik like di kolom bawah

__ADS_1


__ADS_2