
Hari ini adalah hari dimana acara wisuda akan diadakan. Semua siswa dan juga siswi SMA TRIBUANA diharuskan memakai kebaya dan setelan jas. Devi sudah bersiap sedari pagi karena tante Ani sengaja memanggil tukang rias untuk kekasih putranya.
Awalnya Devi keberatan tetapi karena rayuan Andi akhirnya Devi bersedia. Sejak kecelakaan itu tante Ani menjadi sayang dan penuh perhatian pada Devi. Ia seolah menganggap Devi sebagai putrinya sendiri. Andi sudah berada di rumah Devi setengah jam yang lalu.
Setelah menunggu akhirnya Devi keluar dari kamarnya menuju ruang tamu. Andi begitu terkesima dengan kecantikan Devi yang begitu anggun dengan sedikit riasan. Dibalut kebaya berwarna gold, rambut yang diikat separuh terurai dan dengan sentuhan riasan yang soft membuat Devi terlihat begitu cantik hingga membuat Andi tidak berkedip.
Menyadari jika sedari tadi Andi memandanginya membuat Devi menjadi salah tingkah. Ia khawatir jika Andi tidak menyukai penampilannya.
"Kenapa kak Andi memandangku seperti itu? Devi jelek ya berdandan seperti ini?" tanya Devi dengan sedikit cemas.
"Ah...enggak kok sayang. Kamu sangat cantik hari ini. Aku benar-benar kaget dibuatnya." ujar Andi sembari memegang tangan Devi.
Hari ini Devi memang terlihat sangat berbeda dari hari biasanya. Begitu juga Andi, hari ini dia memakai setelan jas formal karena dia ingin mendampingi kekasihnya. Jika Devi lebih sering melihatnya memakai kaos sepak bola tapi untuk hari ini dia bisa melihat Andi memakai jas.
Andi terlihat sangat tampan dengan setelan jas berwarna hitam. Rambutnya sengaja ia sisir rapi dari style biasanya. Karena hari ini ia akan menghadiri acara formal jadi ia harus terlihat rapi.
Mereka berdua terlihat sangat serasi jika berjalan berdua. Setelah bersiap akhirnya Andi, Devi dan kedua orang tua Devi berangkat bersama. Tante Ani sengaja langsung menunggu di tempat acara karena ia harus menyiapkan sesuatu yang akan Andi berikan pada Devi nantinya.
******
Sesampainya di lokasi acara, Andi mengabari tante Ani. Tante Ani langsung menghampiri Andi dan lainnya yang sedang berada diarea depan aula. Nampak Devi sudah bersama dengan sahabat-sahabatnya juga. Roni juga turut hadir mendampingi Ratna.
"Wah kamu cantik banget Dev." kata Nindy yang kaget melihat sahabatnya begitu cantik.
"Ini mah karena make up dan pakaiannya aja. Tuh semua diurus sama mama Ani." ujar Devi sambil melirik tante Ani. Tante Anipun tersenyum mendengarnya.
"Devi memang dasarnya udah cantik. Didandanin apa aja ya pasti cantik. Bener gak jeng?" ujar tante Ani membela diri. Membuat mereka semua tertawa.
Tiba-tiba muncul pikiran Devi untuk menggoda Roni. Setiap kali mereka bertemu pasti akan ada keusilan.
"Kak Roni kalau pakai jas gini beda banget kelihatan berwibawa ala eksekutif muda." ujar Devi yangbingin menggoda Roni.
"Kamu muji apa menjatuhkan sih Dev." jawab Roni sambil mencubit pipi Devi.
"Issss....sakit tahu kak. Devi kan cuma bercanda." ujar Devi sambil cemberut.
Devi dan Roni memang seperti kakak adik. Hubungan mereka dekat sejak Devi jadian dengan Andi. Begitu juga saat hubungannya dengan Ratna diketahui oleh Devi. Keusilan mereka berdua tidak pernah membuat Andi maupun Ratna cemburu satu sama lain.
Saat acara akan dimulai akhirnya mereka semua memasuki aula yang begitu besar. Andi tiba-tiba meminta izin untuk ke kamar mandi. Sedangkan Devi sudah duduk dibarisan para siswi SMA TRIBUANA.
__ADS_1
Proses acara memakan waktu yang cukup lama setelah acara ditutup dengan doa, tiba-tiba kepala sekolah mengumumkan jika ada satu acara tambahan. Para tamu undangam diminta untuk tetap berada ditempat duduknya. Tiba-tiba terdengar suara yang tidak begitu asing di telinga Devi. Suara itu tak lain adalah suara Andi yang sedang bernyanyi.
***Dengarkanlah, wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu, dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur
'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Dengarkanlah, wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur
'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur
'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
__ADS_1
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur
'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Akulah yang terbaik untukmu
O-o-o-o-o-o-oh*** ...
"Sebelumnya saya minta maaf jika diluar dugaan. Ada hal yang harus saya luruskan mengenai video yang sudah beredar." ujar Andi sambil menghela nafas.
"Video itu tidak benar adanya. Saya tidak pernah bertunangan dengan wanita yang bernama Sinta. Memang awalnya kami dijodohkan tetapi karena saya tidak mempunyai perasaan apapun kepadanya jadi saya menolak perjodohan itu..."
"Karena satu-satunya gadis yang saya cintai adalah Devi. Dan kami akan segera bertunangan. Saya harap tidak ada lagi kesalah pahaman dan tidak ada lagi pandangan buruk kepada Devi. Saya juga mohon doa dari hadirin semuanya. Terima kasih...."
Para tamu langsung bertepuk tangan riuh. Mereka mengagumi sosok Andi yang begitu tegas. Rela membuat kejutan di depan publik seperti ini hanya untuk seorang gadis yang bernama Devi. Di lapangan Andi memang terlihat garang. Namun ia sosok yang romantis jika bersangkutan dengan Devi. Andi berjalan menghampiri Devi yang duduk dibarisan belakang. Kemudian ia menggenggam tangan Devi dan mengeluarkan kotak kecil berisi cincin yang akan ia sematkan di jari manus Devi.
"Mau kah kamu bertunangan denganku Dev. Aku sudah terlalu banyak nyakitin hati kamu. Izinkan aku menebus kesalahanku yang dulu. Aku juga tahu kamu masih belum siap untuk menikah secepat ini...."
"Maka dari itu aku ingin kita bertungan terlebih dahulu sebagai penguat hubungan kita." ujar Andi.
"Iya aku mau kak." ucap Devi pelan tapi masih bisa terdengar oleh Andi.
Gemuruh tepuk tangan kembali terdengar di gedung aula. Tante Ani dan ibu Devi berpelukan seolah mereka adalah sahabat sejak lama. Sedangkan Ratna dan Nindy begitu bahagia melihat sahabatnya yang pada akhirnya bisa mendapatkan kebahagiaan seperti yang ia impikan dari dulu.
Roni memberi ucapan selamat pada kawannya itu. Ia berpesan agar Andi bisa menjaga Devi dengan baik. Karena dia tidak ingin Devi bersedih lagi.
.
.
.
.
Bikin baper ya guys mau banget punya pasangan kayak Andi. Bolehlah dibungkus satu bawa pulang.
__ADS_1