Padamu, Kulabuhkan Hatiku

Padamu, Kulabuhkan Hatiku
Part 10. Meminta bantuan


__ADS_3

    Nayla terbangun mendengar azan subuh yang berkumandang, matanya berat dan kepalanya sedikit pusing, ia teringat kejadian semalam. Nayla yang sudah menahan tangisnya dari melihat kejadian di kamar Rendy, Nay masuk kekamarnya dan ia menumpahkan tangisnya sampai ia ketiduran.


    Nayla bangun untuk melaksanakanSholat subuh, sesudah sholat Nay memilih untuk mengaji. Meskipun Nayla belum terlalu sempurna sebagai hambanya, tetapi Nayla di ajarkan oleh orang tuanyauntuk tidak meninggalkan Sholat lima waktu. Ayah dan Mboknya mengajarkan jika ia rindu pada ibunya maka kirimkan doa dalam sholatmu dan sebut nama ibu iaakan tersenyum melihatmu dari surga. Nayla mendo’akan ketiga orang yang ia sayangi tetapi dia juga meminta kepada Tuhan untuk dapat menguatkan ia menerima takdir dan dapat menyelesaikan masalahnya.


    Naylaselesai melantukan ayat suci melepas mukena dan meletakannya di lemari kamarnya. Nayla berdiri di depan jendela  ia menatap kosong ke luar. Nayla masih berpikir apa yang harus la lakukan untuk melepaskan beban Rendy dari pernikahan ini. Nay berpikir kepada siapa ia meminta tolong. Ketika ia berpikir Nay teringat dengan sesorang. Mungkin dia bisa membantu Nay, Nayla ingat dia pernah memberikan Nayla dan ayahnya kartu nama. Nayla membuka dompet untuk mencari kartu nama dan ketemu. Nayla mengubungi nomer nya masih aktif.


“ tok… tok “ terdengar suara pintu kamar Nayla di ketuk


    Nayal membuka pintu kamarnya, ternyata mama Mila yang mengetuk pintu.


“ ya ma ”


    Mila yang masuk dan melihat Koper Nyala terbuka dan isinya masih tetap disana.


“ kamu belum menyusun barang-barang mu Nay “


“ belum ma, Nayla masih berpikir apa Nay bisa izin untuk melanjutkan sekolah Nay ke Jakarta bersama Aan dan Vica “ Nayla memberi alasan dia menyampaikan sambil menunduk dan meremas kedua tangannya sebenarnya takut mengatakannya.


    Mila diam mendengarkannya “ nanti biar mama yang bilang papa ya “


“ ya ma, ma ada apa tadi kekamar nay…?”


Mila baru ingat tujuannya kekamar Nayla ia ingin mengajak Nayla hari ini menemaninya ke toko dari pada Nayla diam dirumah susah ia akan melupakan kesedihannya.


“ Nay, kamu mau keluar nggak…”


“ kenapa ma..”


“ Mama mau ajak kamu untuk melihat toko kita “


    Nayla sebenarnya hari ini pergi mengunjungi makam orang tuanya, tetapi belum minta izin mama mertuanya sudah mengajaknya ke toko dahulu. Melihat Nayla yang melamun Mila memanggil Nay

__ADS_1


“ Nay…Nay… kamu melamun…”


Nayla yang sedikit terkejut menjawab “ ya… ma..”


“Kamu memikirkan apa sampai melamun gitu…”


“ nggak ma, sebenarnya…” Nayla takut untuk menyampaikan entah kenapa seorang Nayla gadis pemberani sekarang mau ngomong aja takut. Ia melihatmuka Mila yang seakan menggugu perkataan Nayla membuat Nayla memberanikan diri untuk menyampaikannya.


“Nayla sebenarnya mau izin pergi kemakam ma..”


    Mila yang melihat ekspresi taku-takut Nayla, Mila tersenyum dan mengatakan kalau Nayla tidak perlu takut kalau ad yang ingin disampaikan. Mila membawa Nayala duduk di pinggir ranjang sambil mengelus lembut kepala Nay. “ ya udah kalau kamu mau kemakam, besok saja ketokonya, kamu berani sendiri atau mau Rendy temani…”


“ tidak ma, terima kasih Nay sendiri aja, dekat juga kok ma, Nay naik anggkot aja “


“ kamu yakin… yah udah bentar lagi sarapan kamu turun yah..” Mila membalikkan tubuhnya menuju pintu tetapi belum sampai depan pintu Nayla memanggil nya.


“ Ma… hari ini rasanya Nay ikut mama ketoko aja deh, besokaja ke makamnya “ Nayla merubah keputusannya karena ia merasa ada rasa tidak nyaman. “ mama , Nay mau siap-siap dulu, sarapannya duluan aja ma nanti Nay turun sarapan sekalian berangkat ke toko ”. Nayla sebenarnya ingin mengindari ketemu dengan Papa mertuanya dan Rendy.


***


    Di bandara  Azka dan Aditya tiba dari Singapura, mereka berjalan dan keluar bandara sudah ada mobil pribadinya yang menunggu.


“ mereka menyetujui pertemuan di Hotel Argo Wisata , boss ” Aditya menyampaikan pada Azka kalau Kliennya bersedia bertemu di tempat yang ditentukan azka.


    Azka mengangukan kepala. Azka memang sengaja ia tidak mau pulang kekediaman Nugraha ia ingin istirahat


sebentar dan menikmati udara sejuk ia memutuskan selama di Indonesia Ia akan tinggal di Villa saja juga ia ingin menunjungi Argo Wisata milik keluarganya .Dan juga yang Azka tau gadis itu tinggal di dekat area Argo Wisata, menurutnya itu juga akan memudahkan utuk menemuinya.


    Mobil melaju menuju Villa Argo Wisata ke Puncak. Di dalam perjalanan Aditya dan Azka mendikusikan keinginan Kliennya . Azka menyuruh Adtiya untuk mencari Informasi mengenai gadis yang menyelamatkan Qila.


***

__ADS_1


    Keesokan harinya Nayla yang sudah mendapat izin, pergi kemakam kedua orang tua dan mboknya. Nayla berangkat setelah mama Mila berangkat, kerena arahnya berlawanan makanya Nayla berangkat naik angkot. Mila menawarkan untuk mengantar Nay terlebih dahulu tetapi Nayla menolaknya.


    Nayla tiba di pemakaman ia  berdiri dia melihat ketiga nama yang ia sudah tidak menangis lagi ia sudah iklas menerima takdir. Ia tersenyum sambil bergumam “ ayah, ibu, mbok bantu Nayla kuat ya menghadapi semuanya “. Nayla mencium ketiga nisan ia menabur bunga dan pamit pulang.


    Ketika ia akan pulang telponnya bordering, Nayla melihat nama seseorang disana. Nayla mengankat


telpon dan mengatakan, “ ia dalam perjalanan kesan “. Nayla berharap semoga orang tersebut bisa membantu Nayla keluar dari permasalahan ini.


Flashback On


    Tomi melihat panggilan telponnya tertera nomer seluler yang tidak tercatat namanya. Tomi penasaran tidak ada Nomer yang menghubunginya tanpa nama menelpon tanpa pemberitahuan sebelumnya. Tomi mencatat nomer tesebut dengan kode nama sendiri ternyata ia lacak di aplikasi WhatsApp foto gadis yang tentunya ia kenal dan ia lindungi. Karena penasaran setelah selesaipekerjaannya tadi malam Tomi mengubungi Nayla.    Tidak butuh waktu lama untuk Nayla mengangkat telpon.


“ hallo…” sapa Tomi


“ Hallo, Pak Tomi …,Ini Nayla apa Bapak masih ingat…?” Nayla memanggil Tomi dengan Bapak biar lebih sopan walaupun di lihat dari mukanya mungkin usia Tomi sekitar 30 tahunan.


“ ya Nay .. ada yang bisa saya Bantu..” Tomi juga lagi memikirkan Nayla untuk mencari tau keadaannya


dan melaporkannya pada Anita dia tidak tau bagaimana cara menghubungi Nayla,tetapi Nayla menghubunginya terlebih dahulu.


“ Pak, sebelumnya Nay minta maaf, Nay mau minta tolong dengan Abang..”    Dengan cepat Tomi menyanggupi permintaan Nayla. Nayla minta ketemu dengan dirinya dan sebelumnya Aditya juga menanyakan informasi dan bagaimana ketemu Nayla. “ Kok bisa tepat banget waktunya bisa bareng banget…” Batin Tomi


“ Nay besok kita ketemu di Hotel Argo Wisata, waktunya besok saya hubungi kamu lagi..”


Setelah itu sambungan terputus.


Flashback Off


    Nayla naik angkot menuju Hotel Argo Wisata, disaat yang sama sesorang melihat Nayla dan mengikuti Nayla. Dialah Mita di sangat membenci Nayla karena ia menikah dengan Rendy. Mita sangat terobsesi dari sekolah dengan Rendy ia melakukan semua cara untuk mendapatkan Rendy tetapi tidak sedikitpun Rendy melihatnya. Dia sangat dendam dengan Nayla yang berhasil menikah dengan Rendy. “Aku ingin lihat apa yang wanita sok itu lalukukan “ “lihat saja akan aku bongkar semua kebusukanmu “ " Jika aku tidak bisa berada disisi Rendy maka yang lain tidak ada yang boleh"  Mita berbicara sendiri.


***

__ADS_1


Bersambung….


__ADS_2