
Nayla keluar dari kamarnya, dengan susah payah ia mengopres matanya supaya tidak kelihatan sembab akibat ia terlalu lama menangis. Dia tidak ingin Leorna bertanya dan curiga.
“ nona anda sudah bangun “
“ tuan sudah pulang “
Leorna mengangguk, mereka lagi menyiapkan makan malam. Nay sebenarnya enggan ketemu Azka dia masih memikirkan apa akan ia lakukan, ia tidak ingan menjadi orang ketiga dalam hubungan Azka dan kekasihnya. Tetapi hatinya sakit, ia mencintai Azka,” apa boleh aku sedikit egois..? aku ingin menikmati waktu bersama Azka…?”
“ hei kok melamun “ Azka mengibaskan tangannya ke muka Nay
“ ah tidak, ayok kita makan” Nay mencoba untuk tetap bersikap biasa.
Mereka makan bertiga tanpa bicara, selesai makan Nay membantu Leo membersihkan meja. Azka menghampirinya.
“ Nay ini untuk kamu, jika kamu ingin membeli sesuatu gunakan saja, kamu boleh meminta Leo untuk mememani kamu “ Azka memberikan sebuah kartu hitam kepada Nay, ia langsung pergi karena ia tau Nay akan menolak
pemberiannya.
Nayla melihat Azka pergi menuju kamar utama kamar yang Azka tinggali, Nay dan Azka memang tidak tidur sekamar karena dia ingin Nay menerimanya karena mencintainya bukan karena terpaksa, untuk menghindari
sesuatu yang diinginkan terjadi Azka memilih untuk pisah kamar, Azka juga belum mengumumkan status Nay.
“ Tuan saya tidak bisa menerimanya..” Nay berteriak, Azka seolah tidak mendengarnya.
***
Keesokan harinya seperti biasa Azka menyuruh Nay menyiapkan keperluannya sebelum berangkat di ruang kerjanya, sebenarnya Azka hanya ingin memeluk dan mencium Nay, Memeluk dan Mencium nay adalah kebiasan baru yang disukai Azka sebelum berangkat, itu seolah menjadi mood boosternya Azka. Azka tidak bisa
melakukannya didepan Leorna karena Leorna tidak tau status Nay dan Azka masih ingin merahasiakan dia tidak tau apa Nay mencintainya.
“ nona, saya harus kembali kerumah utama dahulu, ada hal yang perlu saya urus “
__ADS_1
Nayla yang lagi menonton drama di hapenya menoleh, “ apa kamu tidak kembali kesini lagi…”
“ saya tidak tahu nona..”
“ tidak apa-apa, jika kamu tidak bisa kembali, saya bisa mengurus diri disini, selesaikan saja pekerjaanmu disana, terimakasih sudah membantu saya...” Nay memeluk Leorna.
“ anda benaran tidak apa-apa saya tinggal sendiri nona..?”
“ tidak apa-apa saya sudah punya hape menjadi teman saya, kalau ada perlu saya telpon kamu, Aditya atau Tomi “
Leorna pamit meninggalkan Nay, Nay sangat sedih dia memikirkan apa yang harus ia lakukan. Nay merasa bosan tidak melakukan apapun, Ia masuk keruang laundry ia ingin mengambil pakaiannya disana, tetapi ketika
tiba diruangan Laundry pintu masuk utama terbuka, Nay ingin melihat siapa yang datang tetapi ia berhenti karena mendengar suara seorang wanita.
Ia mengintip dia melihat seorang wanita cantik berkulit putih mulus dengan pakaian modis dan bisa dilihat dari semua yang dikenakan merek ternama. Nayla merasa pernah melihat wanita itu, Nayla membuka Hapenya dan mencari di google dengan mengetik sebuah nama, dan ternyata benar orang yang sama yang sedang berada di
Penthousenya Nay menutup mulutnya itu kekasih Azka.
Tidak berselang lama pintu kembali terbuka, Nay mendengar suara lelaki yang sangat ia kenali, yang mana mendengar suaranya saja membuat jantungnya berdegup kencang. Nay melihat semua kejadian di ruanga tamu itu, ia tak kuasa menahan tangis ia menagis tersedu tanpa suara di balik meja Laundry. Nay benar-benar merasa kalau ia orang ketiga.
Thalita sangat senang dan dia langsung menuju Apartemen Azka. Azka masuk tetapi kenapa Penthousenya terasa sepi ia melihat sekeliling, Leo pun tidak ada,” nanti aku bertanya sekarang urus dulu wanita ini” Azka bicara dalam hati.
Azka yang kerepotan membujuk Thalita yang ingin menginap di Penthouse Azka, Thalita tau Azka tidak akan pernah mengizinkannya, tetapi ia tetap mencoba. Ia meminta Azka untuk menemaninya istirahat sebentar di
Penthouse Azka, Ia sangat merindukan Azka, Tahlita memeluk azka dan kemudian ia merubah posisi tidur dan kepalanya bebantalkan paha Azka, Azka yang tidak Fokus mencari dimana Nay dan Leorna.
Suara Handphone Thalita berbunyi, ia menerima telpon jika besok pagi ada pemotretan penting dan jaraknya lumayan jauh dari Apartemen Azka, jadi Thalita memilih pulang dan menyewa hotel di dekat tempat pemotretannya, tentunya ia meminta Azka untuk menghantarnya dan membuat jadwal
makan malam dengan Azka malam ini.
Tiba waktu makan malam, Nayla menunggu ternyata tidak ada yang kembali Leorna maupun Azka, Nay akhirnya menikmati makan malamnya sendiri walaupun dia tidak berselera dia harus tetap makan karena dia tidak mau sakit lagi dan merepotkan semuanya.
__ADS_1
Notifikasi pesan masuk berbunyi di hape Nay
“ kamu makan malam bersama Leo dahulu ya tak usah menunggu saya ada makan malam diluar “
Ya begitulah pesan WhatsApp dari Azka. Nay menari Napas dalam dia tau akhirnya bagaimana posisinya, “ siapa saya dibanding dengan wanita itu yang sudah lama bersamanya..” Nay membereskan meja makan dan kembali kekamarnya. Nay memikirkan apa yang harus ia lakukan. Nayla duduk di ranjangnya kemudian ia berpikir, akhirnya ia mengambil sebuah keputusan, ia menyusun rencananya.
Nayla melihat jam di hapenya belum malam, ia ingin keluar ke ATM dan pergi ke pusat perbelanjaan yang masih satu kawasan dengan Apartemennya, ia mengambil beberapa uang cash dari tabungannya, sementara
belanjanya dia menggunakan kartu yang diberikan Azka, dia tahu jika dia menggunakan kartu tersebut maka notifikasi penggunaannya akan dikirim ke handphone Azka, Nayla ingin agar Azka mengira seolah dia lagi jalan bersama Leorna.
Setelah selesai Nay pulang ia menyimpan barang belanjaannya di kamar dan sebagian bahan makanan Ia susun di kulkas, “ begini rasanya belanja tanpa harus mikir harga “ Nay hanya tersenyum sendiri,” sekali ini saja
besok akan ku kembalikan”. Nay hanya ingin menyiapakn rencananya, ia ingin satu hari saja waktunya bersama Azka, Nay tidak mau menjadi orang ketiga, dia tidak mau menjadikan Azka lelaki brengsek yang berselingkuh. Tetapi Nay mencintai Azka di ingin meminta satu hari saja menghabiskan waktu berdua, sebelum Nay melepaskannya.
Tetapi Nay tidak yakin jika Azka bisa memenuhi keinginannya, tetapi dia sudah bertekad, maka dia akan berusaha, Nay berbaring di ranjang dia memikirkan bagaimana cara untuk meminta Azka memenuhi keinginannya. Nay yang sibuk dengan pikirannya tidak menyadari Azka yang sudah pulang.
“ belum tidur…? Lagi mikirin apa..”
Nay yang terkejut melihat Azka “ mas sudah pulang maaf saya tidak mendengar…”
“ kamu belanja bersama Leo “
Sesuai tebakan Nay Azka pasti tau.
Azka mendekat dan duduk diranjang sebelah Nay berbaring “ lebih baik sekarang tidur” Azka membenarkan posisi Nay dan tanpa sadar jarak keduanya sangat dekat Nay bisa merasakan napas Azka, entah siapa yang memulai ciuman panas itu sudah terjadi. Azka mengakhiri karena Nay sudah kehabisan napas dan ia takut tidak bisa menahan diri Azka mengelus pipi Nay “ selamat tidur “ ucap Azka dan beranjak pergi, tetapi ketika ia ingin beranjak Nay menahan tangannya.
“ besok, apa mas tidak sibuk, libur nggak besok “
“ ehmm. Kenapa..?”
“saya hanya mencoba ingin mengenal mas, maukah mas menyiapkan waktu untukku, besok bisakah kita menikmati waktu berdua….?”
__ADS_1
***
Bersambung…..