
Nayla di tarik dan dijambak oleh Mila yang sudah dirasuki amarah, sudut bibir Nayla mengeluarkan darah, Rendy yang mencoba melindungi juga tidak bisa lagi karena mamanya sudah meluapkan semua amarahnya. Nayla hanya diam tanpa membela diri dia syok kejadian ini sungguh diluar jangkauan pikirannnya, dia tidak pernah berpikir dengan cara seperti ini.
“ minggir kamu Rendy, kamu tidak maukan menikahi wanita murahan ini, sekarang kamu tinggalkan dan ceraikan wanita ini “
“ ma, sabar kita Tanya Nay dulu apa yang terjadi “
“ ya jeng Mila, kita mungkin harus dengar penjelasan Nay dahulu “ ucap Ridwan ayah Vica
“ tidak perlu saya sudah lihat dengan kepala saya sendiri ,lakukan sekarang ceraikan Nayla Ren “
“ Rendy tidak mau ma, kalau Rendy ceraikan Nay siapa yang akan menjaga nya ma…”
Azka yang dari tadi melihat dari luar dia menyadari jika Tomi dan Aditya membela dan mengetahui gadis itu, berarti dia adalah gadis yang menyelamatkan Qila. Apa yang harus aku lakukan untuk membantunya kemudian Ia menelpon seseorang
“ ma Nay tidak punya siapa-siapa lagi…”
Suara bariton tegas dengan aura dingin dan penuh intimidasi masuk kamar
“ saya yang akan menjaganya, saya akan menikahinya, jadi berhentilah membuat keributan di kamar saya” ucap Azka
Semua yang didalam kamar tipe Suite Room dengan fasilitas dalamnya semewah Presidential Suite itu tercengang mendengar ucapan Azka, termasuk Tomi dan Aditya. Rendy juga tercengang mendengarnya. Rendy tidak percaya, lelaki itu kalau dilihat dari muka mungkin umurnya diatas Rendy.
“ saya mau Tanya, apa kamu sudah menyentuhnya “ Tanya Azka pada Rendy
Rendy diam sejenak mendengar pertanyaan Azka, bagaimana dia bisa menyentuhnya di saya belum bisa menerima statusnya sebagai suami Nay, dengan berat Rendy menjawab “ Tidak, belum “
“ bagus, itu berarti tidak ada masa tunggu, jadi sekarang kamu ceraikan dia, maka saya kan menikahinya “
Rendy hanya diam dia belum percaya pada lelaki ini, dia baru pertama melihatnya, “ apa benar ia bisa menjaga Nay, nanti kalau dia apa-apakan Nay bagaimana “ Rendy teringat wajah ayah Nay yang tersenyum disaat ia selesai mengucapkan ijab qabul dan pesan terakhir ayahnya untuk menjaga Nayla. “apa yang harus aku lakukan” batin Rendy .
“ Rendy apa yang kamu tunggu lakukanlah\, tau kamu memang ingin mama m*t* ya “
Rendy menarik napas dalam dan mengucapkan talak kepada Nay dengan suara bergetar, walaupun ia belum siap untuk menjadi suami bukan berarti dia tidak bisa menjaga amanat, dia ingin melindungi Nay.
__ADS_1
“ Baiklah, saya tunggu tolong siapkan penghulu dan biarkan gadis itu mengganti pakaiannya, Tomi berikan
pakaiannya, untuk yang didalam ruangan ini tidak ada yang meninggalkan ruangan ini sebelum acara selesai “ Azka sambil berjalan mendekati aditya sambil membisikan seseuatu, dan beberapa bodyguard Azka menjaga pintu.
“ tidak perlu disini ada petugas penghulu “ sugeng menjawab. Ridwan yang merasa di sebutkan memandang Sugeng
“ kamu mau ini benar-benar dilakukan Geng…” Tanya Ridwan
“ ya aku sudah tidak bisa menjalankan amanat itu lagi dia sudah mencoreng nama baik keluarga ku “
Nayla yang hanya diam melihat dan mendengarkan perdebatan ini tanpa ada yang bertanya atau meminta penjelasannya, mebuat hati Nayla sangat terluka, hanya Rendy yang membelanya tetapi dirinya hanya beban bagi masa depan Rendy . “ Tuhan mengapa Engkau memberiku jalan seperti ini untuk pergi dari Rendy, yang aku sendiri tidak sanggup menjalaninya “ Nayla menagis dalam hati
Semua terdiam melihat bodyguard yang berjaga siapa sebenarnya Azka. Aditya yang mendapat perintah dari Azka melaksanakannya, mereka semua terkejut disaat Aditya meminta Handphone mereka semua, mereka yang
menolak akan berhadapan dengan pengawal. Azka mengumpulkan Hp mereka untuk berjaga jikalau mereka merekam dan menyebarkan prosesi ijab qabulnya nanti, dan saat mengembalikan nya nanti Azka menyuruh anak buahnya memformat seluruh Hp orang yang berada diruangan tersebut dan Hp Nayla di sita oleh Azka.
“ baiklah, kita bersiap pak penghulu silahkan bersiap, karena saya tidak menyiapkan mas kawin saya hanya punya uang kertas ini “ Azka mengeluarkan sepuluh lembar uang seratus dolar Singapura.
Ridwan dan Azka mengucapkan ijab qobul dengan hikmat. Walaupun sederhana dan dadakan Azka menginginkan kesakralan prosesi ini tidak berkurang.
“ baiklah dia sudah sah menjadi istri saya, jika ada yang mengganggu dan menyakitinya akan berurusan dengan
saya “ ucap Azka
Mita yang merasa ke beruntungan sedang berpihak padanya dia berteriak “ yes” di dalam hatinya.
“ istriku kemarilah “ Azka memangil Nay untuk mendekat kepadanya. Nayla yang tidak mengenal Azka sangat
takut bagamana lelaki itu menikahinya tanpa bicara dan minta persetujuannya, “siapa dia…?, apa dia mafia…?, kenapa dia memiliki banyak pengawal …?, kenapa semua orang seakan terhipnotis untuk mengikuti keinginannya...? bagaimana nasibku belum apa-apa sudah diatur nya semua dan seolah-oleh tidak ada yang boleh membantah...?” Nayla sibuk dengan pikirannya. Melihat Nay yang melamun Tomi memanggil Nay dan membawa ke Azka. Tomi membisikkan “ jangan takut “.
Nayla berjalan menuju Azka, Ia menggunakan gaun putih yang sangat pas ditubuhnya, dia tidak tau mengapa bisa gaun itu yang dipilihkan Tomi untuknya. Azka mengangkat tangannya untuk Nayla cium, Nayla melirik kearah Tomi dan Tomi mengangguk, Nayla mencium tangan Azka dengan Takzim, kemudian Azka mencium kening Nayla dengan lembut. Tentu Nay terkejut dengan tindakan Azka.
Rendy yang melihat itu merasakan sakit didadanya ia tidak tau apa sebabnya, perih sekali rasanya. Yang pasti ketika ia menikahi Nay di tidak melakukan itu. Ridwan dan Jaya menitikkan air mata dia tidak tau bagaimana nasib Nayla selanjutnya. Sementara Mila dan Sugeng hanya diam. Sementara Mita tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
“ saya punya acara selanjutnya tolong terima jamuan saya “ pengawal azka membuka pintu dan beberapa pelayan hotel membawa berbagai macam hidangan kedalam ruangan.
“sambil menikmati, saya akan memberi kalian pertunjukan “ Azka tersenyum devil
“ pastikan kalian menikmatinya “ Azka menyuruh anak buahnya untuk memutar di layar televisi kamarnya sebuah file yang sudah dia suruh siapkan.
Semua orang melihat kearah layar, mereka melihat video cctv dimana menampilkan video Nayla tiba di hotel, di sambut oleh Tomi, disiram jus buah oleh Mita, diantar Tomi kekamar dan Tomi tidak masuk hanya menghantar dan lalu pergi, serta Azka yang masuk kamar dan tidak berselang lima menit mereka sudah membuka pintu kamar. Semua video kejadian di hotel yang terekam kamera ditayangkan. Jelas sudah siapa yang bersalah dan nama Nayla langsung di bersihkan.
Melihat video itu Rendy bendiri dan menampar Mita yang kemudian disusul oleh Mila yang menjambak rambut dan menarik Mita. Kemudian Azka memerintahkan anak buahnya untuk mengurus Mita.
Mila menangis dan berlutut didepan Nayla.
“ Nay mama tidak tahu harus bicara apa, ampuni mama Nay “
Sugeng juga berlutut “ papa juga minta maaf karena sudah tidak percaya sama kamu “.
Azka yang melihat dia menarik Nay. Azka tahu Nay pasti akan memaafkan metuanya lebih tepatnya mantan
mertuanya. Dia melihat kelembutan hati wanita itu dari matanya.
“ saya yakin Nayla pasti akan memaafkan kalian, tetapi karena dia sudah menjadi istri saya sekarang apapun
yang akan dia lakukan harus seizin saya” Aura dingin dan mengintimidasi kuat membuat tidak ada yang berani bersuara di dalam ruangan itu.
“anak buah saya akan mengambil barang-barang istri saya dirumah anda, silahkan anda bereskan dan berikan
kepada pengawal saya, mulai detik ini kalian tidak bisa lagi untuk bertemu dengannya.
Azka berlalu ia menarik tangan Nayla dan menggenggamnya kemudian mereka pergi meninggalkan ruangan tersebut meninggalkan penyesalan mendalam bagi Rendy dan keluarganya. Rendy hanya bisa melihat kepergian Nayla tanpa bisa menahannya, tetapi mengapa ia merasakan perih didadanya.
Nayla yang tangannya di genggam erat oleh Azka hanya pasrah mengikuti Azka\, tetapi Ia merasa aneh hatinya mersasa sangat sedih atas kejadian hari ini\, menjadi sedikit hangat dan kenapa jantungnya berdegup kencang Nayla memegang d*d* dengan tangan kirinya “ Apa aku sakit jantung “ batin Nayla.
***
__ADS_1
Bersambung….~~~~