Padamu, Kulabuhkan Hatiku

Padamu, Kulabuhkan Hatiku
Part 18. Padamu, Kulabuhkan Hatiku


__ADS_3

    Nayla menyiapkan keperluan nya hari ini Azka bersedia menyiapkan waktu untuk nya.


“ kamu menyiapkan semuanya sendiri…? “ Azka yang keluar dari kamarnya dia memakai setelan santai, baju kaos dan celana jeans menambah ketampanan Azka.


“ dimana Leorna “


“ dia ada pekerjaan dari nyonya dan ia kembali kerumah utama, sudah siap semua, ayok kita berangkat”


    Mereka berangkat Nay mengajak menikmati waktu berdua di pantai hari ini dan Azka menyanggupinya karena hari ini hari liburnya dan Thalita sedang ada pemotretan jadi Azka bisa menikmati waktu bersama istri cantiknya yang mulai ia cintai itu.


    Azka dan Nayla mereka menikmati waktu berdua, tentunya bukan ditempat ramai karena status Azka, melainkan di kapal pesiar milik Azka, menikmati laut. Azka sangat senang karena Nay seperti sudah menerimanya Nay benar-benar menikmati waktu bersama Azka, ia tidak melihat Nay yang pemalu tetapi dan pendiam. Hari ini Azka melihat sisi lain istrinya itu. Azka tersenyum melihat istrinya yang sangat bahagia hari ini.


“ Nay aku sangat bahagia menikmati waktu bersamamu hari ini, bolehkah aku memanggilmu sayang…?”


“ terima kasih mas sudah memberikan waktu untukku hari ini “ Nay menyandarkan kepalanya di bahu Azka


    Azka menggenggam jari Nay “ berjanjilah kau akan mencintaiku, hanya aku “


“ Hmmm” Nay hanya bisa menjawab dia sudah mencintai Azka, tetapi dia tidak mau egois “ hari ini hanya hari ini Nay nikmatilah waktumu bersamanya “ Nay ingin menangis tetapi ia sekuat tenaga menahannya


“ sayang beri waktu untuk ku sebentar, maka aku akan mengumumkan pernikahan kita “


    Nay menatap Azka dia melihat keseriusan dan kesungguhan di ucapan Azka


“ aku mencintaimu …” ucap Azka .


    Nay menatap mata Azka mereka saling menatap menyatakan cinta dari hati keduanya\, Azka mengikis jarak antara mereka berdua\, ia meraih tengkuk Nay dan Nay pun memejamkan matanya Azka men***m dan melu**t bibir manis Nay dengan penuh kelembutan dan cinta yang mebuat Nay terhanyut didalamnya sehingga entah keberanian dari mana ia membalas ciuman Azka. Mereka melepas ciuman ketika Nay kehabisan napas\, kemudian ia memeluk Nay\, Ia sudah berjanji tidak akan menyentuh Nay sampai pernikahan mereka diresmikan. Mereka berdua menghabiskan waktu sampai matahari terbenam dengan Nay di pelukan Azka.


    Mereka kembali ke Apartemen dengan bergandengan tangan, mereka masuk melalui lift khusus penghuni VIP yang lansung tersambung didalam Apartemen .


“ sayang apa kamu sudah memikirkan untuk pergi denganku ke Singapura…?”


“ masih dipertimbangkan “


“ selamat istirahat, Love you “ Azka mencium kening Nay. Walapun Nay tidak pernah membalas kata cintanya, tetapi Azka yakin kalau Nay juga mencintainya.


    Mereka kembali kekamar masing-masing. Azka sangat bahagia hari ini Nay menunjukan kalau ia menerima Azka, dan Azka juga sangat bahagia karena Nay sudah mau membalas ciumannya.


    Nayla menutup pintu kamarnya, ia bersandar di pintu, ia sudah tidak tahan untuk menumpahkan tangisnya “ aku juga mencintaimu, mafkan aku, aku harus pergi “ Nay menangis .


    Hari ini Nay meminta waktu Azka karena ia ingin menikmati waktu terakhir bersama dengan cinta pertamanya, ya Azka adalah cinta pertama Nay, “ Azka, Padamu kulabuhkan hatiku, tetapi maafkan aku, aku tak mau menjadi


orang ketiga dalam hubunganmu, biarlah cintaku aku bawa sampai nanti, maafkan aku kumohon biarlah aku pergi dan menyandang stasus sebagai istrimu, kuharap kau bahagia bersama wanita yang kau cintai “.


    Nayla mulai mengemas barang-barangnya kedalam backpack yang ia beli kemarin, itu lebih memudahkannya pergi daripada membawa koper.


***


    Semua karyawan melihat Azka wajahnya selalu tersenyum, yang biasanya ia mewajah datar hari ini wajah menunjukkan kalau bos tampan mereka sedang bahagia. Mereka senang melihat perubahan bosnya itu.


“ tuan, senang melihat anda bahagia” ucap Aditya


“ ya aku sangat bahagia, istriku sekarang sudah menerimaku “


“ selamat tuan, semoga anda bahagia selalu bersama nona “

__ADS_1


“ aamiin “ Azka menjawab dalam hati.


    Azka yang tiba didalam ruangannya, selain membantu pekerjaan Ayahnya Azka juga terus memantau proyeknya di Singapura.


Azka dan Aditya menganalisis laporan dari proyeknya, sebenarnya sudah jadwal sidak Azka dia hanya menyusun jadwal satu minggu pulang ke Jakarta, tetapi sekarang sudah dua minggu dia belum juga bisa memutuskan


kapan kembali ke Singapura.


Tok..Tok… suara ketukan di pintu ruangan Azka


“ masuk “


Tomi masuk ia menghantarkan berkas dari Surya Nugraha yang di perlukan Azka.


“ terima kasih Tom “


“ ya tuan “ Tomi yang melihat perubahan di wajah Azka menjadi senang tetapi ada pertanyaan yang mengganjal hatinya.


“ Tuan apa boleh saya bertanya ….?”


“ ya, ada apa Tom, apa yang ingin kau tanyakan…? “


“ maaf sebelumnya jika saya lancang, tetapi saya ingin tetap menanyakannya..”


Melihat Tomi yang serius membuat Azka penasaran


 “ Moodku lagi baik hari ini ku izinkan kau bertanya meskipun itu lancang…” Azka menjawab sambil tersenyum. Tomi melihat memang mood tuan muda itu lagi baik.


“ tuan apa nona baik-baik saja…?”


“ maaf tuan saya sedikit punya firasat buruk “


“ jelaskan dengan benar…” Azka mulai terpancing


“ apa tuan melihat perubahan pada nona…” Tomi menanyakan itu


karena ketika ia bertemu Leorna di rumah utama ia menanyakan keadaan Nay pagi


tadi.


 Flashback On


“ Leo kamu baru pulang…?”


*“ tidak sudah dua hari sya pulang kesini,*Nyoya menyuruhku untuk membantu pekerjaannya “


“ apa nyonya sudah tau tentang ada seorang gadis bersama tuan muda “


“ tidak tuan muda melarang meberitahukan keberadaan nona kepada siapapun “


“ bagaimana keadaannya apa dia baik “ Tomi agak sedikit khawatir dengan gadis itu ia masih muda dan


labil ia takut ia tertekan setelah lepas dari Rendy ia malah dinikahi oleh orang yang tidak dikenalnya. Tomi sudah berjanji ia kan menjaga gadis baik itu.


“ dia baik-baik saja, dia anak yang baik dan berhati tulus “

__ADS_1


“ apa dia tidak menanyakan yang sesuatu pada mu…”


“ kenapa kamu menanyakan itu…?”


“ aku mengenalnya…”


Leorna tau kalau Tomi sudah mengenalnya berarti dia gadis yang baik karena Tomi adalah orang


kepercayaan Tuan Besar mereka.


“ ya dia menanyakan tentang keluarga Nugraha, dia sangat senang mendengar keluarga tuan nya sangat


baik, tetapi…”


“ apa…?”


“ saya tidak tau atau mungkin saya salah ketika menceritakan tentang Nona kecil dia terlihat terkejut , ketika saya bertanya katanya di hanya tak bisa membayangkan yang di alami nona kecil, dia juga menanyakan tentang kekasih tuan muda.“


Tomi menarik napas mendengar penjelasan Leorna.


“ terimakasih Leo kamu sudah menjaganya, dia sudah kuanggap seperti adikku “


    Tomi tau apa yang dipikirkan Nay sekarang, Tomi sangat tau Nay, bagaimana sifat Nay dan pagi ini Tomi menghantarkan berkas kepada klien tuannya dan kebetulan lokasinya masih satu kawasan dengan Apartemen Azka, ketika ia melihat seseorang menggunakan jaket dan membawa backpack menaiki taksi ia memakai kacamata dan masker, entah kenapa ketika melihat orang itu ia memiliki firasat buruk. Ia akan mencari


jawabanya.


Flashback Off


“ apa maksudmu, jangan merusak moodku “ Azka sudah mulai menerka arah pembicaraan Tomi


“ maaf tuan saya hanya khawatir..”


“ jangan bertele-tele saya tidak suka “ Azka sudah emosi dia sudah mulai punya firasat ia mengingat perubahan pada Nay.


“ maaf tuan, nona mengetahui kalau Anda paman dari gadis kecil yang ia selamatkan dan dia juga mengetahui anda mempunyai kekasih tuan “


“ jangan –jangan Nay ada di Apartemen ketika Thalita datang “ Azka berkata dalam hati


“ kapan Leorna pulang kerumah utama”


“dua hari yang lalu tuan “


    Damm bagai pukul dengan palu Azka menyadari bahwa Nay bersikap baik padanya karena ia sudah tau, Azka langsung memikirkan hal yang ia takutkan. “ ia sudah sendirian dari siang dan ia belanja malam itu juga


sendirian , ia merencanakan apa…?” gumam Azka


    Azka menelpon anak buahnya untuk memastikan Jika Nay masih ada di Apartemen, dan Azka segera pulang menuju Apartemennya di ikuti Aditya dan Tomi, mereka berjalan di depan karyawannya seolah tidak ada yang terjadi tetapi wajah Azka sudah terlihat sangat cemas.


“ sayang…Nayla….…”


    Azka memanggil Nay dan mereka memeriksa seluruh ruangan Apartemen dan Azka masuk kamar yang ditempati Nay. Ia tahu Nay belum menyusun barang-barangnya di lemari pakaian ia melihat koper Nay di dalam lemari. Azka ingin memeriksa koper itu tetapi Ia melihat Handphone yang ia berikan untuk istrinya ia mendekat dan melihat kartu hitam dan sepucuk surat .


****


Bersambung……

__ADS_1


__ADS_2