
Nayla berbaring di ranjang dikamar yang telah disiapakan oleh mamanya Rendy, mereka belum diperbolehkan sekamar oleh mamanya Rendy karena usia mereka masih terlalu muda, mereka masih bisa mengejar cita-cita dahulu.Nayla mencoba memejamkan mata , perkataan Rendy dalam perjalanan tadi masih terngiang-ngiang di telingan Nayla.
“ apa yang harus aku lakukan untuk mu Ren,..” Nayla berpikir tapi dia belum menemukan solusi terbaik untuk Rendy. Tiba-tiba ia mendengar suara ketukan di pintu kamarnya.
Tok…tok…
“ Nay kamu udah tidur ini mama Mila… “
Nayla turun dari ranjangnya dan membuka pintu kamarnya
“ ya ma…. “
“ boleh mama masuk sayang…” Mila juga menyayangi Nayla seperti anaknya sendiri. Tetapi karena pernikahan ini sedikit membuat ia tidak menerima terlalu cepat baginya Rendy harus menikah, untuk itu Mila belum membolehkan Nayla dan Rendy tidur satu kamar.
“ ya ma, boleh…”
Mila masuk kamar nayla, dan dia melihat koper Nayla di membuka lemari pakaian di kamar masih kosong.
“ Kamu belum menyusun barang-barang kamu sayang…” Mila melihat belum ada satupun barang Nayla di kamar itu.
“ belum ma…”
“ nanti kalau kamu butuh bantuan panggil mama, kalau mama gak ada kamu bisa minta tolong dengan bibik ya “
“ ya ma…”
“ oya mama mau ingatkan nanti jam tujuh kamu turun ya kita makan malam bareng sama papa Sugeng juga “
Mila pergi meninggalkan kamar Nayla, dia melihat masih ada kesedihan terlihat dimatanya. Mila menghela Napas biarlah mereka seperti ini dulu jika mereka sudah siap mereka bisa seperti pasangan normal lainnya”.
Nayla turun dari kamarnya menuju ruang makan, ia turun lebih cepat ia ingin membantu menyiapkan makan malam kelurganya. Setidaknya walaupun ia dan Rendy belum tinggal satu kamar tetapi ia tetap istri Rendy dia harus belajar menjadi istri yang baik.
Mila melihat Nayla, mengajak Nayuntuk membantunya dan bibik menyiapkan dan menata hidangan di atas meja makan. Mila juga menunjukkan dimana kursi untuk Nayla duduki, kursinya sebelah Rendy.
__ADS_1
Tidak berapa lama kemudian Sugeng datang dan disusul Rendy kemudian. Mereka duduk di tempat Masing- masing. Sugeng dan Mila duduk berdua bersebrangan dengan Nayla dan Rendy. Mila menhambilkan Makanan untuk Sugeng, Kemudian Mila juga mau mengaambilkan Rendy makan malamnya, tetapi Sugeng melarangnya, itu membuat Tante Mila diam.
“ mama, Rendy sudah ada yang ambilkan…”” Nay, kamu ambilkan makanan untuk Rendy..”
Nayla yang terkejut mendengar perkataan Sugeng wajanyamerona, ia bingung ia tidak tau bagaimana Rendy, apa yang Rendy suka..
“ Nay..” Sugeng memanggil Nayla
“ ya, pa…” Nayla menjawab sambil tergagap.
Mila memberikan arahan pada Nayla apa yang harus Nayla lakukan, Nayla mengikuti arahan Mila dan kemudian memberikankannya pada Rendy, Rendy yang juga kikuk hanya mengucapkan terimakasih.
“ Nay, Rend…”
“ Ya, Pa…” Rendy dan Nayla menjawab serentak.
Sugeng tersenyum melihat kedua anaknya itu menjawab dengan kompak.
“ sebenarnya papa itu ingin, cepat punya cucu…”
Nayla kembali kekamarnya, Rendy juga kembali kekamarnya. Nayla memikirkan permintaan Sugeng. Bagaimana mungkin ia menuruti kemauan Sugeng, walapun dia melihat wajah penuh harap Papa mertuanya itu, tetapi Nayla juga tidak bisa memungkiri kalau pernikahan ini menjadi beban buat Rendy. “ apa yang harus aku lakukan…” Nayla membatin. Nayla harus minta tolong dengan siapa dan harus bagaimana agar dia bisa melepaskan ikatan ini pada Rendy… tetapi itu pasti akan membuat Papa mertuanya kecewa.
Waktu menunjukan pukul Sembilan malam tetapi Nayla belum bisa memejamkan mata. Nayla merasa haus dia tadi tidak telalu menikamati makan malam pertamanya bersama keluarga barunya apalagi di tambah drama papa mertuanya meminta cucu dari Nayla dan Rendy, “ apa papa tidak tau kalau Nayla dan Rendy tidur aja masih pisah kamar…?, atau papa meberitahu keinginannya agar Nay dan Rendy satu kamar…?” Nayla bermonolog sendiri.
Nayla keluar kamar dia ingin mengambil minum, ketika membuka pintu Nay melihat pintu kamar Rendy terbuka dan lampu menyala. Nayla penasaran ia ingin melihat bagaimana isi kamar suaminya itu. Nayla beralan pelan-pelan supaya langkahnya tidak terdengar, tetapi ia semakin mendekat kekamar Rendy ia mendengar suara orang yang lagi bicara sambil menangis. Tetapi karena penasaran Nayla tetap menuju kamar Rendy. Ia mengintip pelan dari sudut Pintu yang terbuka Nay melihat Rendy yang lagi menangis dengan posisi Rendy di lantai memeluk kaki mamanya, dengan pintu kamar terbuka Nayla dapat mendengar jelas apa yang Rendy katakan.
Nayla menutup mulutnya ia terkejut mendengar kata-kata Rendy walaupun mungkin tidak banyak yang ia dengar tetapi kata yang ia dengar cukup membuatnya kesedihan nya bertambah.
Flashback On
Nayla berjalan pelan menuju kamar Rendy yang terbuka semakin mendekat kamar dia mendengar sesorang
bicara sambil menagis.
__ADS_1
“ mama.. tolong Rendy.. Rendy tidak sanggup. Bagaimana Rendy mau menuruti keinginan papa,
menanggung status sebagai suami saja sudah menjadi beban bagi Rendy. Papa Mama selalu mengajarkaan tanggung jawab pada Rendy tetapi kali ini Rendy benar-benar belum bisa menjalankan tugas dan kewajiban Rendy, Rendy punya impian pernikhan sendiri ma….”
“ Ma, Rendy saat hanya mengganggap Nay sebagai teman lebih ke saudara ma, bagaimana kehidupan rumah
tangga bisa berjalan tanpa cinta..”
“ maaafkan mama sayang…Kamu yang sabar ya nanti mama jalan keluarnya… “ *Nayla yang penasaran mengintip dari sudut pintu yang tebuka dan ia melihat Rendy yang duduk di pinggir ranjang dan mama diranjang dengan Rendy memeluk kaki dan menyandarkan kepalanya di p*a mamanya sambil menangis.
Falschback Off
***
Di Singapura Azka sudah menyiapkan kepulangannya ke Jakarta, besok Azka dan Aditya berangkat menggunakan pesawat komersil, dia tidak ingin menggunakan pesawat pribadinya. Menurut Azka kepulangannya sudah terjadwal dan tidak mendesak.
Azka meminta Aditya untuk menyusun jadwalnya. Azka juga sudah pamit dengan kakaknya Anita. Sehingga jadwal ketemu gadis itu juga dimasukan dalam jadwal Azka. Aditya sebelumnya sudah meminta informasi dari Tomi mengenai gadis itu, dimana dia bisa menemukan gadis itu dan bagaiman mukanya. Karena selama ini foto yang diberikan oleh Tomi selalu tampak belakang. Ada Informasi dari Tomi yang tidak disampakan oleh Tomi kepada Anita tetapi disampakan kepada Aditya.
Flashback On
Aditya penasaran mengenai gadis baik hati yang telah menolong nona kecil mereka. Untuk mencari Informasi Aditya menghubungi Tomi. Dia menanyakan bagaimana sifat gadis itu dan bagaimana keadaannya sekarang. Ternyata ada hal yang tidak Tomi sampaikan kepada Anita dan Azka bahwa gadis itu sudah menikah. Namanya Nayla Keisya nama yang cantik menurut Adtiya, Ia tidak menyangka sudah dinikahkan oleh ayahnya sebelum
meninggal.
Menurut Tomi pernikahan ini dilakukan secara siri dan baik Nayla ataupun suaminya belum sepenuhnya menerima pernikan mereka. Tomi mengatakan sebenarnya ia punya keiinginan untuk mengirim Nayla kepada keluarga Nugraha, dia ingin supaya Nayla bisa berjodoh dengan Azka tetapi ia ingin Azka yang benar-benar mencintai Nayla bukan karena balas budi seperti perjodohan nayla sekarang. Tomi merasa siapa pun sangat mudah untuk jatuh cinta pada gadis secantik dan sebaik Nayla.
Tomi menyampaikan keinginannya kepada Aditya, dia harapa Aditya bisa membantu. Sementara Aditya yang mendengar itu sepertinya setuju dengan keinginan Tomi. Tetapi permasalahannya sekarang Nayla sudah menikah. Tomi suadah mengirim Foto Nayla dan Rendy serta alamatnya. Aditya berpikir bagamana membawa Nayla seperti keinginan kakaknya Azka.
“ mungkin aku harus sampai dulu dan melihat keadaanya baru memutuskan caranya” batin Aditya.
Flashback Off
****
__ADS_1
Bersambung…..