
“ Terimakasi mbak ku sayang, ini juga berkat bantuan mbak “ Nay memeluk dan mencium Dea.
Dea sangat bahagia melihat adiknya itu akhirnya lulus dengan mebanggakan sebagai Cumlaude dengan nilai terbaik. Dea tidak tau siapa lagi yang akan bangga dengan pencapaian yang susah payah dia dapatkan selain Dea dan Tomi. Tomi tidak mengizinkan Nay untuk kuliah sambil bekerja, tetapi Nay memaksa untuk mengisi kebosanan ia menjadi penyanyi life di café dekat kampusnya. Tomi mengizinkannya asal tidak membuat Nay kelelahan dan tidak sampai larut malam agar tidak mengganggu konsentrasi Nay kuliah.
“ Nay “ percakapan Dea dan Nay berlanjut
“ ya mbak “
“ Nay, kamu udah ada rencana setelah lulus mau kemana…?”
“ Kenapa mbak ?”
“ Mbak mau nanya rencana kamu aja sayang “
“ Nay mau ikut sama mbak, dimana ada mbak disitu ada Nay , Nay nggak mau jauh-jauh dari mbak, selesai Nay wisuda Nay ikut mbak ke Surabaya biar mbak nggak capek kalau hari libur harus kesini “
Dea tersenyum mendengar jawaban Nayla, Nayla sangat manja kepadanya mereka saling melengkapi karena sama-sama sudah tidak punya keluarga. Sekarang mereka terpisah sejak Dea bekerja di Surabaya Dea pulang ke Malang jika hari libur dia atau kalau Nay tidak sibuk dengan kuliahnya Nay yang akan ke Surabaya.
“ Dek, gimana kalau mbak pindah ke Jakarta, apa kamu mau ikut ?”
“ Kenapa mbak di pindahkan tugas ke Jakarta “
Dea mengangguk “ Tetapi mbak belum menerima mbak meminta waktu untuk mempertimbangkan “
“ Mbak ambil aja itu kesempatan untuk mbak, mbak dipromosikan ke Kantor Pusat “
“ Apa kamu mau ikut juga, kalau kamu tidak mau tidak apa-apa, kerja disini aja udah cukup bagi mbak “
“ Tentu mbak Nay udah bilangkan dimana mbak Nay ikut “
“ Tapi jika itu berat untuk kamu tidak usah di paksakan dek “
“ Tidak apa mbak, di Jakarta atau di Surabaya ketika waktu menemukan kami Nay tetap harus menghadapinya,
Nay sudah menyiapkan itu mbak “
“ Kamu yakin akan keputusanmu dek ?”
“ Ya mbak, Nay juga tidak tau apa dia masih ingat Nay atau tidak ?, apa dia sudah menikah dengan kekasihnya ?, Nay tidak bisa mencari informasinya lagi semua berita tentangnya di hapus dari Internet, mungkin dia sudah melupakan Nay, jadi Nay tidak perlu khawatir lagi kan mbak ? “
Dea hanya bisa mengangguk, ia tau Nay pasti sedih, Dea tau di hati Nay sangat mencintai suaminya atau mungkin mantan suaminya Dea juga tidak tau apa status Nay didepan suaminya itu sekarang.
__ADS_1
'Ting' suara notifikasi handphone Nay berbunyi, ia melirikhapenya dan membaca tertulis pengirimnya ‘Pak Abi’ Nay membuka chat dosennya itu :
“ Nay bagaimana revisi kamu sudah selesai di cetak…?”
“ Alhamdulillah sudah pak “
“ Jadwal wisuda kamu masih beberapa bulan lagi, saya ingin kamu jadi assisten saya sementara “
“ Bagaimana ya pak ? “
“ Tidak usah mikir, anggap saja itu untuk mengisi waktu luang kamu sambil menunggu ijazah “
“ Baiklah pak, kapan saya mulainya ?”
“ Besok temui saya di ruangan saya pukul 09 pagi tepat waktu “
Nayla mendengus, “ Dasar dosen Killer, Diktator suka memaksakan kehendak” umpat Nay.
***
Alfarabi entah mengapa semenjak ia mengetahui bahwa Nay tidak punya keluarga ia selalu ingin melihat gadis itu, senyum manis Nay saat senang selalu terbayang.
“ Baru kali ini saya merasa peduli, dan hatiku sakit melihat kisah hidup seseorang, kenapa senyumnya tidak pernah mau hilang di ingatanku ?, apa yang terjadi kenapa jantungku berdegup dengan kencang ?, apa yang harus aku lakukan untu selalu melihatnya ? “ Abi memikirkan cara , akhirnya ia menghubungi Nay.
***
Azka sedang berkutat dengar tumpukan berkas di meja kerjanya. Ia memerintahkan assistennya untuk tidak menganggu kecuali yang boleh masuk hanya Aditya. Ia lagi fokus membaca berkas mendengar keributan di luar,
tiba-tiba pintu dibuka oleh sesorang yang memaksa masuk dan menimbulkan keributan.
“ Apa yang kau lakukan ?” Azka dengan muka dinginnya, sambil mengibaskan tangan menyuruh assistennya untuk keluar.
“ Azka, aku mohon maafkan aku “
“ Kau sudah memilih dengan keputusan yang kau ambil, dengan kejadian itu bukannya kau sudah memilih untuk ditinggalkan“
“ Tidak, aku tidak mau , maafkan aku , kumohon, itu tidak disengaja “ gadis itu berlutut memohon
“ kau yang tidak pandai menjaga diri “
“ Kau mencapakkanku, hanya karena aku sudah tidak perawan, itukah batas cintamu “
__ADS_1
“ Kau mempertanyakan cinta, Apakah benar kau mencintaiku bukannya awalnya kita hanya untuk keperluan bisnis saja , aku memberikan kau kesempatan untuk disampingku, karena bagiku jika kau benar mencintaiku maka akan ku biarkan kau disisku “
“ Tapi aku benar-benar mencintaimu, lima tahun kita bersama aku selalu ada untuk mu “
“ Bukankan sudah kukatakan jika kau mencintaiku, kita akan meresmikan hubungan ini dan kau menolak, kau lebih memilih karirmu, padahal kau tidak akan kekurangan apapun jika merelakan karirmu, dan memilih untuk berselingkuh dan memberikan tubuhmu pada lelaki lain “
“ Tidak itu tidak benar ‘Ka, dia menjebakku “
Azka melempar lembaran photo kemuka gadis itu
“ Jebakan!, berkali-kali kau lakukan! “
“ Kau Tidak mau menyentuhku , aku manusia normal Azka “
“ Sudah ku katakan aku menyentuhmu sesudah kau resmi jadi istriku “
“ Aku belum mau menikah dengan mu, aku takut kau akan meminta anak denganku, aku takut jika hamil merusak bentuk tubuhku “
Azka semakin geram mendengar jawaban gadis itu
“ Sekarang kau pergi !, Saya ulangi jangan pernah kau muncul dihadapanku !, kau akan merasakan akibatnya !“
“ Azka aku mohon, beri aku waktu, aku akan siap menjadi istrimu dan menjadi ibu untuk anak-anak kita “
“ Hentikan ocehanmu!, Pergi!, jika kau juga tidak mau aku akan menyuruh anak buahku utuk menyeretmu “
“ Azka ku mohon “
“ Thalita hentikan “ Azka menelpon seseorang
Tahlita sebenarnya sangat takut dengan kemurkaan Azka tetapi dia harus bertahan, Thalita tidak ingin kehilangan Azka, dia takut jika Azka pergi darinya maka dia akan kehilangan Azka dan seluruh kekayaannya. Thalita sadar sekarang ia lagi dipuncak karirnya, tetapi ketika ia tua diganti dengan tunas baru, tentu ia ingin santai dan menikmati harta suaminya nanti tentu saja yang memenuhi kualifikasi itu adalah Azka.
Pintu ruangan Azka terbuka, masuk dua orang bodyguard Azka
“ Seret dia keluar “ perintah Azka
“ Azka aku mohon, saya akan keluar sendiri “ Thalita takut jika diseret keluar ada yang melihatnya dan masuk dalam berita, hubungannya dengan Azka tidak boleh ada yang tau kalau sudah berakhir ia takut akan mempengaruhi karirnya, dan orangtuanya sangat menyukai Azka dari kecil karena mereka tetangga sebelum keluarga Tahlita pindah ayahnya pindah tugas, dan Thalita tetap melanjutkan sekolah di Jakarta juga akan ikut menintrogasinya karena putus dengan Azka.
Thalita berjalan keluar ruangan Azka dengan dikawal dua orang bodyguard, tangannya mengepal “ Jika ia tidak bisa mendapatkan Azka maka tidak aka nada orang lain juga bisa mendapatkan Azka “ gumamnya.
***
__ADS_1
Bersambung