
Selepas kepergian Thalita Azka duduk di kursinya ia sangat kesal. Azka ingin memulai menerima Thalita kembali ia tidak percaya sepenuhnya ketika anak buahnya melaporkan kepadanya tentang aktivitas Thalita, tetapi kejadian dimana ia melihatnya sendiri membuat Azka menyadari kalau Thalita bukanlah tipe wanita yang pandai menjaga diri bagi Azka “ Wanita yang tidak pandai menjaga harga dirinya maka dia tidak pantas menjadi ratu dirumahnya bagaimana dia akan menjaga kehormatan keluarga harga dirinya saja dia tidak punya “.
Dertt…derttt Handphone Azka bergetar, ia melihat nama si pemanggil ‘ Mama ‘
“ Assalammu’alaikum, ‘Ka “
“ Wa’alaukumsalam ma “
“ Apa kabar kamu sayang “
“ Alhamdulillah sehat ma, mama, papa apa kabar…? “
“ Alhamdulillah sehat juga sayang, ‘Ka mampir kerumah ya sayang mama sudah rindu sama kamu “
“ Ya ma Azka lihat jadwal dulu, nanti Azka mampir jika tidak terlalu sibuk “
“ Jangan terlalu fokus dengan pekerjaan sayang kamu bisa meminta anak buahmu untuk membantu “
“ Ya ma “
“ Nanti kita makan malam bersama mama tunggu ya kamu dirumah, tanpa alasan, Aditya juga “
Azka hanya menarik napas ia tau kalau mamanya udah meminta maka tidak bisa di bantah.
Waktu pulang kantor sudah tiba Aditya melihat bosnya itu di semangat
“ Apa yang terjadi bos…?, bukan masalah tadikan bos ? “
Azka hanya tersenyum “ Kita pulang kerumah utama “
“ Apa ada masalah ?”
“ Aku tidak tau, nyonya besar meminta pulang untuk makan malam bersama, dan berhenti bicara formal kepadaku “
“ baik bos “
“ apa ada kabar di istriku “
Aditya selalu tersenyum ketika melihat Azka yang selalu bahagia jika membicarakan Nay dan dia selalu menyebut Nay istrinya.
“ Jack memberi kabar kalau nona baik-baik saja dan menjalankan aktifitas seperti biasa “
“ Baiklah “
Azka dan Aditya tiba di rumah utama keluarga mereka sudah berkumpul papa, mama, kakaknya Anita dan suaminya Darwin dan tentu si nona kecil mereka yang sudah sekolah dan sudah sehat Nasywa Aqila
“ Uncle Azka , Uncle Adit “ Aqila menyambut Azka dan Aditya yang baru tiba.
“ Princess nya uncle , lagi ngapain “ Azka memeluk keponakannya itu.
__ADS_1
“ Qila lagi main sama princess Elsa dan Anna “ Qila memperlihatkan mainannya kepada Azka.
“ Oma mana sayang “
“ Didapur sama mama “
“ Uncle kekamar dulu ya sayang “
“ Ya Uncle “
Azka dan Aditya kembali kekamarnya masing-masing, semua asissten rumah tangga mereka memiliki ruangan pribadi masing-masing, di belakang rumah keluarga mereka membangun paviliun khusus untuk para Asissinten
rumah tangganya. Sebelum menuju kamarnya Azka menemui mama dan kakaknya yang menyiapkan makan malam di bantu para asisstennya.
“ Ma, Mbak “
“ Sudah nyampe sayang “ Lisa mencium dan memeluk putranya itu.
“ Ayo cepatan naik, mandi sana nggak pake lama mama dan mbak udah mau selesai menyiapkan makanannya “
“ Siap mbakku “
“ Papa sama mas Darwin dimana ma ?”
“ Mereka lagi main catur di teras samping, Mandi aja dulu nanti aja temuin papnya sayang “
“ Ya ma “
“ Masakan mama yang terbaik “ puji Azka
“ Kamu hanya memuji sayang jika kamu suka makanan mama maka kamu akan sering pulang “
“ Azka berkata jujur mama, Azka sibuk jadi belum bisa pulang “
“ Jangan terlalu bekerja keras sayang santailah sedikit beri waktu untuk dirimu, bukankah kamu mempunyai anak buah yang bisa membantumu, bagilah pekerjaanmu kepada mereka “
Azka sebenarnya bisa menyuruh asisstenya untuk mengerjakan pekerjaannya, dan hanya memilah yang benar-benar penting, tetapi ia ingin menyibukkan diri untuk melupakan kerinduannya kepada istrinya.
“ Ya pa, akan Azka lakukan “
“ Sayang jangan hanya menikahi pekerjaan saja, kapan kamu akan menikasi kekasihmu “
Azka tersedak mendengar pertanyaan mamanya.
“ Azka sudah tidak memiliki kekasih ma “
“ Bagaimana hubungan kamu dengan Tahlita, kemaren mamanya menelpon mama mereka menunggu kamu untuk datang melamar sayang “
“ Ma, Azka sudah bilang Azka tidak mempunyai kekasih, berarti itu juga termasuk Tahlita “
__ADS_1
Anita, Tomi dan Aditya sudah melihat kemana arah pembicaraan Azka dan mamanya itu, mereka hanya diam tidak berani bicara dan memilih diam.
“ Aditya apa azka sudah punya wanita lain, kenapa di mencampakkan Thalita yang sudah dikenalnya dari kecil ?”
Adita yang ditanya merasa bingung harus menjawab
“ Menurut Aditya Thalita tidak terlalu baik untuk Azka ma “
“ Jadi menurut kamu sudah ada wanita yang lebih baik dari Thalita, siapa..? bawa dia ketemu mama, kalau seperti ini bisa-bisa jadi perjaka tua”
“ Ma jangan doain anaknya begitu dong “
“ Mama gak doain, kalian aja yang memilih “ sambil menunjuk Tomi dan Aditya
“ Tomi, Kalau papa boleh Tanya apa ada perempuan yang ingin nikahi umur kamu sudah cukup matang, jangan terlena dengan pekerjaan “
“ Maaf pa Tomi belum memikirkannya “
“ Jika tidak ada wanita yang ingin kamu nikahi mama dan papa akan jodohkan kamu dengan Leorna “
Tomi mendengarnya bicara dalam hati " Ternyata kena juga "
“ Cocok itu ma “ Azka menimpali dan disambung anggukan Aditya
“ Kalian berdua juga akan mama cari kan jodoh jika tidak mememukan wanita yang kalian mau “
“ Azka mama mau kamu selesaikan masalah kamu dengan Thalita baik-baik dan juga sampaikan pada kedua orang tuanya jika kamu memang sudah tidak bisa lagi menerima Thalita , sesudah itu mama akan carikan jodoh untuk kamu “
" Tomi jika kamu sudah siap kita akan melansungkan acaranya kamu dan Leo urus administrasnya, mama dan anita akan menyiapkan pestanya "
Setelah selesai mengbrol santai masalah jodoh kini mereka membahas masalah bisnis dan perusahaan.
***
Hari ini Nay mulai bekerja sebagai asisstennya Abi dia membantu Abi mengajar atau memberi tugas dan membantu mengumpulkan tugas mahasiswanya. Nay sebenarnya suka dengan kegitannya mengajar baginya itu
menyenangkan bisa membagi ilmu yang ia ketahui, tetapi ia ingin memilih bekerja ia ingin setidaknya punya kesempatan untuk melihat Azka.
Nay sudah tidak bisa lagi mencari informasi mengenai Azka di Internet semenjak Nay meninggalkan rumah entah mengapa semua berita Azka juga hilang di Internet, Dia hanya bisa melihat infonya Thalita dan itu juga semua tentang kegiatan Thalita tidak ada masalah pribadi atau hubungan asmaranya.
Nay hanya bisa bertanya lewat Tomi tetapi tidak ia lakukan selain malu di taku jika bertanya ia akan sakit hati mendengar Azka sudah menikah atau sudah bahagia dengan kelurga kecilnya dan punya keturunan Nay sangat tidak mau mendengarnya.
Untuk itu ia harus bekerja di perusahaan besar, dia yakin diantara perusahaan besar ada yang bekerjasama dengan perusahaan Azka, Ketika Dosennya Abi ingin merekomendasikan dia bisa bekerja di perusahaan besar Nay ingin menerimanya tentu dia memilih perusahaan di Jakarta dan ketika Dea mengatakan bahwa mendapat promosi ke kantor pusat Jakarta Nay mengizinkannya ia sudah siap untuk kembali ke Jakarta. Ia hanya ingin melihat Azka tetapi tidak ingin menemuinya, biarlah cintanya untuk Azka ia simpan didalam hati selamanya.
Alfarabi sangat senang karena Nay mau menerima menjadi Asisstennya walaupun sementara sebelum ia wisuda. Abi juga sudah tidak bisa menjadi dosen lagi ia harus kembali ke Jakarta untuk meneruskan perusahan
papanya. Papanya ingin pensiun dan dia anak satu-satunya. Ia ingin Nay tetap menjadi Asisstennya juga nanti. Selain Nay pintar ia juga bisa bertemu dan melihat Nay setiap hari.
***
__ADS_1
Bersambung ….